Cara Merawat Tubuh Pria Agar Tetap Terlihat Menawan

Tak cuma wanita yang berhak mengetahui cara merawat tubuh. Pria juga seharusnya mulai memperhatikan hal-hal semacam ini. Tujuannya tentu saja untuk menjaga penampilan.

Namun, memang ada sedikit perbedaan antara cara merawat tubuh pria dan perempuan. Perawatan tubuh pria tak selalu harus berhubungan dengan produk skincare. Oleh karenanya, cara merawat tubuh pria terhitung lebih simpel dibanding perawatan tubuh wanita.

Berikut beberapa langkah yang mungkin bisa dijadikan referensi cara merawat tubuh bagi para pria:

  • Rutin membersihkan wajah

Rutinlah membersihkan komedo yang menempel di wajah dengan menggunakan pinset khusus. Cara lainnya bisa dilakukan dengan menggunakan produk masker komedo yang bisa ditemukan di berbagai mini market maupun toko online. Bukan hanya itu saja, salah satu musuh terbesar kulit wajah, seperti jerawat juga harus diperhatikan. Alergi dan polusi yang menempel di wajah bisa menyebabkan timbulnya jerawat.

  • Setop kebiasaan keramas setiap hari

Meskipun keramas adalah cara yang baik untuk membersihkan kotoran, debu, dan minyak berlebih dari kulit kepala, ternyata kandungan sampo tak begitu baik jika digunakan secara berlebihan. Dikatakan rentang waktu ideal untuk keramas adalah tiap dua hari sekali. Namun, sebisa mungkin terus tingkatkan menjadi tiga atau empat hari sekali.

  • Menggunakan tabir surya

Mungkin ini yang paling banyak diabaikan oleh pria. Padahal, penggunaan tabir surya amat disarankan karena efektif melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Hal ini tentunya terkait erat dengan kondisi kesehatan seorang pria.

Menggunakan tabir surya mungkin salah satu cara merawat tubuh terbaik bagi pria. Mereka yang rajin menggunakan tabir surya tiap sebelum beraktivitas dapat menunda penuaan pada kulit, misalnya kerutan, dan memicu kerusakan lain. Gunakanlah sunscreen dengan SPF 30 atau lebih untuk melindungi dari paparan sianr matahari.

  • Gunakan air hangat sebelum dan setelah bercukur

Bintik merah yang muncul setelah mencukur jenggot atau kumis adalah tanda iritasi pada folikel rambut. Membasuhnya dengan air hangat dapat membantu menguranginya. Selain itu, membasuh wajah dengan air hangat sebelum bercukur juga bisa membuat kulit lembap, sehingga mempermudah dalam bercukur. Kita juga dapat menggunakan krim cukur untuk hasil yang lebih baik.

  • Cukur sesuai arah tumbuh bulu

Saat ini semakin banyak produk pencukur yang didesain dengan jumlah mata pisau lebih dari satu. Padahal, jenis pisau atau silet yang digunakan sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. Yang lebih penting adalah cara mencukurnya. Pastikan selalu mencukur rambut sesuai arah pertumbuhan rambut, bukan ke arah sebaliknya.

  • Ganti mata pisau cukur setelah 6 kali pemakaian

Mengganti mata pisau merupakan bagian dari kebersihan pisau cukur. Hal ini mencegah akumulasi kulit mati, serpihan rambut, dan bakteri yang terdapat pada pisau cukur. Hal ini bertujuan pula untuk memastikan pisau cukur yang tajam, bebas seret, terluka karena pisau cukur, dan rambut tumbuh ke dalam. Setelah bercukur, simpan pisau cukur Anda berdiri tegak di tempat yang kering dan berventilasi setelah dibilas secara menyeluruh.

  • Hindari menggosok kulit wajah dengan handuk

Cara merawat tubuh pria yang lain adalah soal mengeringkan wajah. Pastikan selalu untuk tidak menggosoknya. Namun, lakukanlah gerakan menepuk-nepuk dengan handuk. Ketahuilah bahwa menggosok dapat memicu iritasi pada kulit Anda.

  • Gunakan wewangian tubuh

Aktivitas harian memungkinkan tubuh berkeringat. Ini adalah sumber utama dari bau badan yang mengganggu. Menggunakan parfum atau minyak wangi adalah kunci dari seluruh rangkaian cara merawat tubuh.

Tidak ada salahnya bagi pria melakukan perawatan diri. Sebab ini berkaitan dengan kebersihan dan kesehatan. Namun, proses ini tak boleh sembarangan sehingga perlu sekali bagi para pria mengetahui cara merawat tubuh yang baik dan benar. Selain apa-apa yang disebutkan di atas, berolahraga dan menjaga pola makan sehat juga termasuk proses merawat tubuh, lho!

Read More

Kenali Penyebab Timbulnya Bisul di Payudara

Bisul di payudara biasanya terjadi pada wanita yang menyusui. Namun, tidak menutup kemungkinan wanita yang tidak menyusui juga mengalaminya. Bisul adalah sumbatan folikel rambut atau kelenjar keringat yang terinfeksi. Hal ini umum muncul di ketiak, paha dalam, hingga area wajah. Selain itu, bisul ini juga umum terjadi di bawah serta di antara payudara kanan dan kiri. Ketika ini terjadi, artinya ada infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Bisul di payudara bisa sembuh dengan sendirinya selama kebersihannya tetap terjaga. Selain itu, pastikan tidak memecah bisul sendiri di rumah karena dapat memperparah infeksi.

Bisul subareolar adalah infeksi payudara yang dapat dialami wanita yang sedang tidak menyusui. Benjolan berisi nanah ini muncul tepat di bawah areola, yaitu bagian kulit yang berwarna cokelat di sekitar puting. Bisul di payudara yang disebabkan oleh bisul subareolar menimbulkan rasa sakit di area areola. Benjolan yang muncul di sekitar areola ini bisa mengeluarkan nanah ketika dipencet atau terluka.

Jika tidak ditangani, infeksi tersebut bisa menyebabkan terjadinya abses payudara.  Kondisi ini dapat menyebabkan gejala berupa payudara membengkak, nyeri, dan demam. Abses payudara juga berpotensi menyebabkan terbentuknya fistula di payudara, yaitu saluran atau lubang pada kulit payudara. Bisul di payudara akan terlihat seperti benjolan berwarna kemerahan di bawah lapisan kulit. Beberapa ciri-ciri bisul di payudara adalah:

  • Terasa nyeri saat disentuh
  • Bagian tengah berwarna putih atau kekuningan
  • Muncul nanah dalam waktu 24 jam setelah benjolan muncul
  • Mengeluarkan cairan berwarna bening, putih, atau kekuningan
  • Bengkak di area sekitar bisul

Terkadang orang yang mengalami bisul di payudara juga merasakan demam, gatal di sekitar bisul, serta iritasi. Adanya bisul payudara ini menandakan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus di dalam folikel rambut atau kelenjar keringat. Selain bakteri, bisul payudara juga bisa terjadi karena pertumbuhan jamur yang memang ada di permukaan kulit.

Selain penanganan bisul di payudara di rumah, terkadang diperlukan langkah medis. Umumnya, hal ini diperlukan apabila bisul tak kunjung kering setelah 2 pekan atau terus membesar. Apabila muncul gejala lain seperti demam, mungkin juga menandakan perlunya penanganan medis.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang bisul di payudara yang terjadi, dokter akan melakukan swab di kulit dan juga pemeriksaan darah. Selanjutnya, dokter akan memberikan obat antibiotik untuk melawan infeksi. Pasien harus mengonsumsi antibiotik hingga tuntas sesuai dengan instruksi dokter.

Adanya bisul di payudara tentu membuat seseorang merasa tidak nyaman. Gesekan dengan pakaian dalam atau tanpa sengaja tertekan bisa menimbulkan rasa nyeri.Pada dasarnya, ada cara yang bisa dilakukan agar bisul di payudara tidak muncul, seperti:

  • Mandi teratur menggunakan sabun yang cocok
  • Mencuci dan mengganti bra secara berkala
  • Memakai bra sesuai ukuran untuk menghindari gesekan berlebih
  • Segera mengganti pakaian apabila berkeringat atau basah
  • Mengonsumsi makanan bergizi
  • Rajin berolahraga untuk meningkatkan imunitas
  • Tidak merokok
  • Menjaga berat badan ideal atau menghindari obesitas

Jika bisul di payudara terus muncul, bisa jadi pengaruhnya ada pada gaya hidup. Kebiasaan buruk merokok, pola makan tidak seimbang, dan juga kelebihan berat badan bisa menjadi pemicu berulangnya mengalami bisul payudara.

Read More

Infeksi Bakteri E-Coli: Apa Yang Perlu Diketahui?

Infeksi bakteri E. coli (Escherichia coli) merupakan jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri E. coli dan terjadi tidak hanya pada saluran pencernaan, namun juga terjadi pada saluran kemih, saluran pernafasan, dan sistem saraf.

Gejala

Infeksi bakteri E-coli lebih sering terjadi pada saluran pencernaan. Seseorang yang mengalami infeksi bakteri E. coli bisa mengalami gejala sebagai berikut:

  • Nyeri di bagian perut secara mendadak.
  • Diare cair dalam waktu beberapa jam setelah nyeri secara mendadak.
  • Diare yang disertai dengan darah karena adanya kerusakan pada usus akibat toksin E. coli.
  • Dehidrasi.
  • Demam.
  • Mual.
  • Muntah.

Faktor Risiko

Pada umumnya, infeksi bakteri E. coli dapat menyerang siapapun. Namun, anak-anak dan lansia memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap gangguan tersebut sehingga menyebabkan komplikasi gagal ginjal.

Penyebab

Salah satu tipe bakteri E. coli yang menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan adalah tipe O157:H7. Tipe bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat memicu kerusakan pada dinding usus sehingga membuat penderita mengalami diare yang disertai dengan darah.

Tidak hanya disebabkan oleh tipe bakteri E. coli, infeksi bakteri E. coli juga bisa disebabkan oleh kontak dengan orang lain. Orang yang terkontaminasi oleh bakteri E. coli, jika menyentuh orang lain atau benda-benda di sekitarnya, dapat menyebarkan bakteri tersebut.

Infeksi bakteri E. coli juga disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi seperti daging yang tidak matang atau sayur mentah.

Diagnosis

Jika Anda terkena infeksi bakteri E. coli, Anda sebaiknya periksa ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis. Dokter perlu periksa kondisi Anda terlebih dahulu. Setelah itu, dokter dapat melakukan diagnosis dengan mengambil sampel tinja dimana sampel tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter menggunakan mikroskop untuk melihat sampel pasien apakah terdapat bakteri E. coli atau tidak. Dokter juga akan menyarankan pasien untuk melakukan uji kultur untuk mengetahui toksin apa yang diproduksi.

Pengobatan

Jika pasien mengalami infeksi bakteri E. coli ringan, maka pengobatan yang dapat dilakukan adalah beristirahat dan menjaga tubuh agar tetap terhidrasi. Jika pasien mengalami infeksi bakteri E. coli berat, mereka mungkin perlu dirawat di rumah sakit dan perlu menjalani terapi cairan dan terapi lainnya yang dapat mengatasi masalah tersebut.

Pasien tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat diare karena dapat memperlambat saluran pencernaan dan pengeluaran toksin oleh tubuh dari saluran cerna. Obat antibiotik juga tidak dapat membantu mengatasi masalah tersebut karena akan menyebabkan komplikasi serius pada tubuh.

Pencegahan

Selain pengobatan di atas, pasien juga dihimbau untuk melakukan beberapa hal di bawah untuk mencegah infeksi bakteri E. coli:

  • Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dengan sabun.
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat seperti daging yang dimasak dengan matang.
  • Menjaga kebersihan benda-benda yang ingin dipakai seperti menggunakan cairan pembersih pada benda-benda tersebut.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda ingin bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat bakteri E. coli.
  • Daftar obat yang Anda gunakan.

Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter dapat menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala akibat bakteri E. coli terjadi?
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Apakah makanan yang Anda konsumsi dimasak dengan matang?

Kesimpulan

Infeksi bakteri E. coli merupakan gangguan yang serius pada tubuh sehingga perlu diwaspadai. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah seperti ini, Anda sebaiknya lakukan cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang bakteri E. coli, Anda dapat tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Read More

Bagaimana Cara Mengatasi Kulit Kering? Cek Di Sini!

Bagaimana Cara Mengatasi Kulit Kering? Cek Di Sini!

Kulit kering sering kali membuat seseorang tidak merasa nyaman bahkan kurang percaya diri. Meskipun begitu, kulit kering sebenarnya bukanlah masalah serius. Tetapi, dalam kebanyakan kasus hal ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti cuaca panas atau dingin, kelembapan udara yang rendah, dan terlalu sering berendam atau mandi air panas. 

Banyak cara mengatasi kulit kering yang Anda alami, termasuk menggunakan pelembab dan menghindari sabun yang terlalu keras serta membuat kulit kering. Selain dua hal tadi, kira-kira apa lagi cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kulit kering? Cek pada artikel berikut, yuk!

Cara mengatasi kulit kering

Banyak hal yang dapat menyebabkan kulit menjadi kering, salah satunya adalah penggunaan alat rumah tangga seperti pembersih piring, cairan pembersih lantai, penyegar udara, serta detergen. Beberapa produk tersebut dapat menghilangkan banyak air dan minyak yang dibutuhkan oleh kulit dan menyebabkan kekeringan serta iritasi. 

Bagi beberapa orang, kulit kering dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti eksim dan dermatitis. Nah, berikut beberapa cara yang Anda dapat lakukan untuk mengatasi kulit kering. 

  1. Kenakan sarung tangan untuk pekerjaan rumah

Saat melakukan pekerjaan rumah yang berhubungan dengan cairan pembersih, ada baiknya untuk menggunakan sarung tangan yang berguna untuk melindungi kulit tangan dari pembersih ataupun detergen yang bisa menjadi penyebab iritasi kulit. 

Anda bisa menggunakan sarung tangan non-lateks saat akan membersihkan rumah. Dengan begitu kulit akan terhindar dari hal-hal yang dapat menyebabkan kulit kering hingga iritasi. 

  1. Mandi dan lembapkan kulit setelah berenang

Air kolam renang yang menggunakan klorin pun dapat menjadi salah satu penyebab kulit kering. Perawatan terbaik yang bisa Anda lakukan adalah, setelah renang segeralah bilas dengan air bersih dan sabun yang lembut. Setelah itu, gunakan pelembab untuk melindungi kulit dari kekeringan. Hal ini akan membantu kulit Anda mempertahankan kelembapannya dan mencegah kekeringan di masa yang akan datang. 

  1. Coba minyak kelapa

Minyak kelapa mengandung asam lemak esensial yang dapat membantu menjaga kulit Anda tetap terhidrasi dan terlindungi. Namun, konsultasikan dahulu dengan dokter untuk menambahkan minyak kelapa pada makanan Anda yang bisa membantu menjaga kelembapan kulit Anda. Anda pun dapat menggunakannya sebagai pelembap dan mengoleskannya pada kulit. 

  1. Gunakan petroleum jelly

Jika Anda memiliki kulit yang sensitif salah satu cara mengatasi kulit kering adalah dengan menggunakan petroleum jelly ini. Pasalnya, petroleum jelly ini sangat lembut di kulit Anda. pun dapat Anda gunakan untuk menenangkan kulit kering, dari bibir hingga tangan dan kaki. 

Selain aman, petroleum jelly pun mudah di dapat dengan harga yang sangat terjangkau, sehingga Anda dapat menggunakannya sesering mungkin. Atau, Anda bisa mencari pelembap yang mengandung shea butter, ceramades, asam stearat, atau gliserin. Semua bahan tersebut merupakan kaya akan pelembap yang dapat membantu Anda melindungi kulit dan melembapkannya. 

Terakhir, carilah krim tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi untuk mendapatkan manfaat tambahan dari perlindungan matahari. Anda dapat menemukan tabir surya yang melembapkan sebagai salep, krim, gel, bahkan dalam bentuk semprotan atau spray

  1. Bersihkan tungau 

Salah satu hal yang dapat mengiritasi kulit adalah tungau debu. Pasalnya, tungau ini dapat membuat kulit gatal dan lama-lama bisa menyebabkan kulit iritasi. Untuk mencegah gatal akibat tungau serta iritasi kulit, sedot atau vakum lantai dan karpet serta cuci tempat tidur serta sofa rumah dengan air setidaknya satu minggu sekali. Namun, kini sudah banyak jasa pembersih tungau yang bisa Anda panggil kapanpun Anda butuh untuk membersihkannya. Jadi, Anda tidak perlu repot lagi. 

  1. Waspada udara dingin

Musim dingin atau udara dingin yang kering adalah penyebab umum dari kulit kering dan iritasi. Membuat rumah atau ruangan tetap hangat adalah hal yang baik, namun jangan menghilangkan kelembapan dari udara itu sendiri yang bisa membuat kulit kering semakin kering. 

Untuk membuat kelembapan udara rumah tidak cepat hilang, Anda dapat menggunakan humidifier pada kamar tidur. Selain itu, beberapa humidifier kini sudah ada pengaturan untuk seberapa lembap udara yang diinginkan. Disarankan untuk membuat kelembapan udara sekitar 50%. 

Jadi, cara mengatasi kulit kering dapat Anda mulai dengan mengganti sabun mandi ataupun sabun pembersih rumah yang dapat membuat kulit menjadi lebih kering. Satu hal lagi, mandi air hangat terlalu sering ataupun berendam air hangat pun dapat menghilangkan minyak alami dalam tubuh dan bisa menyebabkan kulit kering. Jangan terlalu sering berendam air panas dan dengan durasi yang terlalu lama. 

Read More

Gangguan Dismorfik Tubuh Berpotensi Merusak Mentalitas Seseorang

Kondisi fisik seseorang menjadi isu penting di dalam kehidupan manusia. Tubuh tidak sekadar seonggok daging di dalam perjalanan kebudayaan manusia. Namun, lebih dari itu, banyak sekali arti atau nilai-nilai yang bermula dari sana. Tidak mengagetkan bahwa banyak orang yang mendewakan kondisi fisik atau tubuh di dalam hidupnya. Berangkat dari sana, mungkin, gangguan dismorfik tubuh dikenal.

Gangguan dismorfik tubuh atau body dysmorphic disorder adalah perasaan cemas atau khawatir yang dirasakan seseorang mengenai kondisi fisik tubuhnya. Gangguan atau kondisi ini muncul “dari dalam” atau dari sisi psikologis kita. Hingga pada akhirnya gangguan dismorfik tubuh ini masuk ke dalam golongan gangguan mental.

Siapa saja dapat mengalami gangguan dismorfik tubuh. Hal ini masuk akal lantaran, seperti kata orang bijak, no bodies perfect atau tiada satu orang pun yang terlahir sempurna di dunia ini. Secantik atau setampan apa pun seseorang, pasti ada saja hal-hal yang dirasa “kurang baik” berdasarkan dirinya sendiri maupun orang lain. Namun, dikatakan bahwa gangguan dismorfik tubuh cenderung diderita oleh para remaja.

Gangguan dismorfik tubuh dan gangguan mental merupakan hubungan dua arah. Artinya, satu sama lain bisa saling mempengaruhi. Dengan kata lain, gangguan mental dapat menyebabkan gangguan dismorfik tubuh dan gangguan dismorfik tubuh berpotensi merusak mentalitas atau kondisi psikologis seseorang.

Pengidap kondisi ini cenderung merasa malu dan resah karena selalu menganggap fisiknya lebih buruk dari yang lain. Hal tersebut kemudian akan memicu pengidapnya untuk menghindari berbagai macam situasi sosial. Bagi pengidap kondisi ini yang memiliki cukup uang untuk melakukan operasi bedah plastik, mereka tidak akan segan melakukan tindakan tersebut demi memperbaiki penampilan fisik mereka.

Kendati semua bagian tubuh dapat dijadikan alasan atau pemicu seseorang mengalami gangguan dismorfik tubuh, tetapi ada beberapa anggota tubuh yang paling sering atau populer dijadikan kambing hitam, seperti:

  • Ukuran penis (terlalu besar atau kecil);
  • Ukuran payudara (terlalu besar atau kecil);
  • Ukuran paha (terlalu besar atau kecil);
  • Bentuk hidung yang tidak mancung;
  • Kulit keriput, berjerawat, atau adanya bekas luka;
  • Rambut tipis, rontok, atau botak.

Nah, jika kondisi fisik “yang tidak sempurna” tersebut amat mengganggu penderitanya, bukan tidak mungkin mereka akan terus terjerumus ke dalam gangguan mental atau psikologis yang lebih mengkhawatirkan, seperti:

  • Depresi. Kondisi ini akan ditandai dengan selalu merasa rendah diri, merasa tidak berharga, merasa cemas, dan khawatir berlebihan. Selain itu seseorang yang mengalami depresi bisa menjadi mudah marah dan sensitif, sulit fokus dan berkonsentrasi, bahkan timbul ide untuk bunuh diri.
  • Obsessive compulsive disorder. Kondisi ini akan ditandai dengan pikiran yang mengganggu, dan timbulnya pikiran obsesif dan perilaku kompulsif. Biasanya pengidap hanya mengalami pikiran obsesif tanpa disertai dengan perilaku kompulsif, pun sebaliknya.

Tak hanya masalah-masalah gangguan psikologis yang serius. Seseorang yang mengalami gangguan dismorfik tubuh parah, yang kondisi mental dan psikologisnya sudah hancur bisa lari ke penyalahgunaan narkotika dan penggunaan zat aditif lain (NAPZA).

Memakai obat-obatan terlarang cenderung dialami oleh seseorang dengan gangguan mental tertentu. Pemakaian barang ini awalnya bertujuan untuk meredakan gejala yang dirasa. Akan tetapi biasanya ia akan kecanduan dan tak mampu mengontrol kondisi itu.

Salah satu hal yang paling mungkin dilakukan manusia untuk mengatasi atau terhindar dari gangguan dismorfik tubuh adalah bersyukur dan memiliki rasa penerimaan terhadap diri. Dengan begitu, kekurangan yang ada di diri masing-masing tidak akan membuat seseorang menjadi minder atau terpuruk.

Read More

Manfaat Jus Delima bagi Kesehatan dan Kecantikan Kulit

Delima merupakan buah yang kaya akan antioksidan. Si merah merona ini bahkan dijuluki sebagai makanan super karena manfaatnya terhadap kesehatan secara keseluruhan.

manfaat jus delima

Buah delima mengandung polifenol, antioksidan kuat yang mampu melindungi tubuh dari stres oksidatif. Buah delima telah terbukti efektif menurunkan darah tinggi dan kolesterol. Manfaat jus delima yang lain yaitu meningkatkan kesehatan dan kecantikan kulit. 

Nutrisi pada buah delima

Jus buah delima diolah dari daging dan biji buah delima. Satu buah delima besar menghasilkan seperempat hingga setengah cangkir jus.

Adapun secangkir (249 gram) jus delima mengandung:

  • 134 kalori
  • 32,7 gram karbohidrat
  • 0,4 gram protein
  • 0,7 gram lemak
  • 0,2 gram serat
  • 533 miligram kalium 
  • 27,4 miligram kalsium 
  • 27,4 miligram fosfor 
  • 17,4 miligram magnesium 
  • 0,9 miligram vitamin E 
  • 0,6 miligram vitamin B3 
  • 0,2 miligram mangan
  • 0,1 miligram vitamin B6 
  • 0,1 miligram tembaga 
  • 25,9 mikrogram vitamin K 
  • 59,8 mikrogram folat 

Manfaat jus delima untuk kesehatan kulit

Antioksidan pada buah delima dapat mengurangi kerusakan sel di dalam tubuh. Senyawa bermanfaat seperti tanin, ellagitannin, dan antosianin pada buah delima juga menyumbang manfaat tersebut.

Manfaat jus delima yang bisa Anda dapatkan antara lain:

  1. Sebagai anti-penuaan

Mengonsumsi jus buah delima atau menggunakannya secara topikal mampu meregenerasi sel dan meremajakan kulit. Pada uji coba hewan, mengoleskan ekstrak buah delima pada kulit tikus dapat mengurangi noda hitam, garis halus, dan kerutan.

Saat ini, sedang dilakukan uji coba pada manusia untuk membuktikan efek anti-penuaan buah delima pada manusia. 

  1. Mengatasi jerawat dan eksim

Buah delima kaya akan antioksidan kuat yang berfungsi menurunkan peradangan dan mencegah radikal bebas. Peradangan berlebih adalah sebab berbagai penyakit. 

Dengan demikian, mengonsumsi jus buah delima mungkin dapat mengatasi inflamasi kulit tertentu seperti jerawat dan eksim.

Selain itu, delima mengandung vitamin C yang mampu berperan sebagai antimikroba alami. Manfaat tersebut diklaim mampu mengatasi bakteri atau jamur penyebab jerawat, seperti P. acnes

  1. Melindungi dari sinar UV

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa antioksidan yang terkandung di dalam buah delima membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV). Namun, mendapatkan perlindungan dari buah delima tidaklah cukup. 

Anda harus tetap menggunakan tabir surya untuk memberikan perlindungan pada kulit secara maksimal.

  1. Sebagai eksfoliator alami

Scrub buah delima dapat menjadi eksfoliator alami. Eksfoliasi berguna mengangkat sel kulit mati, menghilangkan bekas jerawat, mengurangi tanda penuaan, sekaligus membantu mempercepat regenerasi sel kulit baru.

Risiko dan efek samping mengonsumsi jus delima

Hingga saat ini, konsumsi jus buah delima dapat dikatakan aman dan tidak menghasilkan efek samping yang signifikan. Namun, terlepas manfaat jus delima yang sangat banyak, penggunaan ekstrak delima secara topikal dapat menyebabkan reaksi alergi.

Pada kasus yang jarang, reaksi alergi yang dapat terjadi antara lain:

  • Kulit gatal
  • Kemerahan
  • Iritasi
  • Meninggalkan bekas atau noda kehitaman

Bentuk sediaan buah delima

Selain dijadikan jus, buah delima juga bisa diolah menjadi beragam jenis bentuk. Scrub delima bisa didapat melalui penghancuran biji delima. Gunakan scrub dengan cara memijatnya di kulit, karena menggosoknya dapat menyebabkan iritasi.

Anda juga bisa mengolah kulit buah delima menjadi serum atau minyak esensial. Buah delima juga tersedia dalam bentuk kapsul atau tablet suplemen. Pastikan konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen buah delima.

Catatan

Manfaat jus delima dapat meningkatkan kesehatan kulit Anda. Namun, makanan super ini memiliki batasan untuk dikonsumsi. Delapan hingga 12 ons per hari adalah jumlah aman mengonsumsi jus delima bagi kebanyakan orang.

Daripada fokus hanya kepada buah delima, lebih baik menyeimbangkan menu makanan yang bergizi. Anda bisa mengombinasikan buah delima dengan sumber antioksidan lainnya.

Jika Anda ingin menggunakan jus delima secara topikal atau oles, pastikan untuk melakukan tes alergi. Tuangkan beberapa tetes ke kulit Anda lalu perhatikan apakah ada reaksi yang muncul.

Read More

5 Cara Mengelola Keuangan untuk Pribadi dan Keluarga

cara mengelola keuangan pribadi dan keluarga

Menemukan cara mengelola keuangan untuk pribadi dan keluarga yang tepat dapat menghindari Anda dari stres karena finansial. Tiap individu tentu tidak menginginkan adanya besar pasak dari pada tiang dalam keuangan pribadinya, maupun keluarga. 

Di bawah ini, terdapat 5 cara mengelola keuangan untuk pribadi dan keluarga yang dapat dilakukan. Dengan begitu Anda akan terhindar dari beban pikiran akibat tekanan finansial yang tak kunjung reda.

  • Pergunakan uang sebagai alat dengan bijak

Mencari kepuasan dan kebahagiaan dapat Anda lakukan dengan uang. Namun, bukan berarti Anda membenarkan segala cara dalam menggunakan uang untuk membeli segala keinginan Anda. Sebagai individu, Anda memiliki kendali atas uang yang dimiliki. Jangan sampai, Anda menggadaikan masa depan hanya demi kesenangan sesaat.

Pergunakanlah uang sebagai teman baik Anda. Dengan begitu, uang dapat membantu Anda mencapai tujuan yang sebenarnya penting, bukan justru menghancurkan Anda.

  • Ajukan bantuan dari perencana keuangan profesional

Jika Anda merasa bahwa kondisi finansial pribadi atau keluarga sedang tidak sehat dan sulit untuk ditangani sendirian, tidak ada salahnya bagi Anda untuk mencari bantuan dari perencana keuangan profesional.

Sebagai catatan tambahan, jika Anda ingin mencari seorang perencana keuangan atau financial planner, pilihlah seseorang yang telah memiliki sertifikat perencanaan atau certifed financial planner yang telah berstandar. Jika Anda ragu, Anda juga dapat bertanya kepada kolega Anda yang lebih berpengalaman atau setidaknya pernah mengalami permasalahan serupa dengan yang Anda hadapi. 

Kesehatan finansial memiliki peranan penting seperti kesehatan fisik dan mental seseorang. Jika kondisi keuangan seseorang tidak terkendali, hal tersebut dapat membahayakan kesehatan mental dan fisik Anda.

  • Membuat aturan pengeluaran keuangan

Memisahkan antara kebutuhan dan keinginan sudah sewajarnya Anda lakukan jika menginginkan kesehatan finansial yang stabil. Sumber utama masalah keuangan secara garis besar adalah akibat lebih besar pasak dari pada tiang. Maka dari itu, mengelola pengeluaran keuangan secara bijak dengan memisahkan antara kebutuhan dan keinginan penting untuk dilakukan. 

Anda dapat membagi kebutuhan dan keinginan ini menjadi beberapa kategori, seperti genting, dapat ditunda, atau ‘tambahan saja‘. Anda direkomendasikan untuk melakukan pembagian bujet berdasarkan hitungan 50%/30%/20%. Perhitungan ini mencakup 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk simpanan dan/atau investasi. Dengan begitu, akan terlihat cara mengelola keuangan Anda menjadi lebih sistematis. 

  • Buat tabungan khusus dana darurat

Di tengah pandemi seperti ini, dana darurat akan sangat membantu Anda untuk tetap melanjutkan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebutuhan dana darurat yang ideal dapat berkisar dari 6 hingga 12 kali pengeluaran Anda setiap bulan. Besaran ini disesuaikan dengan kondisi Anda dan keluarga. 

Dengan dana tersebut, setidaknya kebutuhan sehari-hari Anda tetap dapat terpenuhi, jika terjadi suatu hal yang tidak diduga-duga yang membahayakan kondisi finansial.

  • Teknik walking meditation

Istilah teknik walking meditation memiliki arti Anda perlu membangun interaksi dengan uang yang dimiliki. Anda didorong untuk benar-benar mengapresiasi berapa pun uang yang Anda keluarkan untuk membeli kebutuhan atau keinginan Anda. 

Di samping itu, melakukan refleksi finansial secara berkala di waktu senggang juga dapat membantu Anda untuk menjabarkan kekhawatiran dan stres terhadap kondisi finansial yang sedang dihadapi.

Read More

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Juicer vs Blender?

Masyarakat Indonesia cenderung mengalami kekurangan konsumsi buah dan sayur. Idealnya orang dewasa mengonsumsi sayur dan buah sebanyak 400-600 gram setiap hari, sedangkan anak-anak 300-400 gram.

Zaman sekarang, cara mengonsumsi buah dan sayur semakin mudah dan beragam. Menu jus dan smoothies menjadi banyak diminati oleh masyarakat karena kepraktisan dan kelezatannya. Keduanya diolah menggunakan alat juicer dan blender yang dalam proses pembuatannya juga memengaruhi kandungan gizi buah dan sayur. Berikut ini kekurangan dan kelebihan juicer vs blender.

Juicer

Hasil akhir juicer berupa ekstrak atau sari-sari buah dan sayur tanpa adanya serat. Prinsip kerja juicer yakni dengan mengektraksi sayur atau buah ke dalam tabung juicer. Jus akan tersaring lewat lubang-lubang kecil sementara ampas sisa akan dibuang ke kompartemen juicer lain.

Kelebihan

Kandungan beta karoten pada hasil olahan juicer lebih tinggi jika dibandingkan dengan buah atau sayur dalam bentuk utuh. Pasalnya, serat larut yang ikut dikonsumsi mengurangi penyerapan beta karoten hingga 30-50%. Beta karoten membantu mengurangi risiko kanker.

Hasil olahan juicer memiliki konsentrasi gizi yang lebih tinggi dibandingkan hasil olahan blender serta meningkatkan penyerapan zat gizi tersebut di dalam usus. Orang yang memiliki masalah penyerapan gizi pada saluran pencernaan bisa terbantu dengan alat ini. Rasa yang dihasilkan juga cenderung lebih lezat sehingga bisa menjadi solusi bagi mereka yang tidak menyukai buah dan sayur.

Pada kasus pasien diet rendah sisa seperti pada penderita penyakit iritasi usus, diverkulitis, penyakit Crohn, kolitis ulserativa, diare kronis, sebelum melakukan kolonoskopi, dan setelah operasi tertentu. Hasil olahan juicer membantu mengurangi kerja berat saat penyerapan di usus.

Kekurangan

Rendahnya kandungan serat menjadi kekurangan paling mencolok. Padahal serat menjadi komponen penting yang menyebabkan seseorang harus mengonsumsi buah dan sayur. Serat berfungsi melancarkan saluran pencernaan terutama agar terhindar dari sembelit atau susah BAB. Selain itu, serat juga bisa mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Asupan serat membantu seseorang merasa lebih mudah kenyang sehingga buah dan sayur cocok sering dijadikan menu diet penurunan berat badan.

Hasil olahan juicer mempunyai kecenderungan dikonsumsi dalam jumlah banyak karena tidak mudah mengenyangkan sehingga berpengaruh pada jumlah konsumsi gula yang juga tinggi.

Faktanya, produk komersial jus mengandung gula yang hampir sama seperti produk minuman soda. Rata-rata produk jus mengandung 45.5 gram fruktosa per liter sedangkan produk minuman soda mengandung 50 gram. Hal ini perlu diperhatikan terutama untuk orang dengan kondisi overweight, obesitas, atau penderita diabetes.

Blender

Blender menggunakan teknik pisau tajam yang berputar ketika buah atau sayur dimasukkan. Serat buah atau sayur ikut diolah dan berubah menjadi lebih lembut. Tekstur hasil olahan blender tergantung lama waktu dan kecepatan putaran pisau.

Kelebihan

Kandungan serat pada hasil olahan blender sangat penting bagi tubuh. Serat berfungsi untuk memperlancar pencernaan, mengurangi kadar kolesterol darah lewat pembuangan bilirubin pada feses, serta membantu menurunkan berat badan karena membuat seseorang lebih mudah kenyang.

Sebuah studi menunjukkan perbandingan hasil juicer dan blender pada buah jeruk bali. Dari keduanya didapatkan hasil bahwa jeruk bali yang diblender memiliki konsentrasi antioksidan yang lebih tinggi karena senyawa antioksidan banyak ditemukan di serat membran jeruk bali yang terbuang saat diolah menggunakan juicer.

Kekurangan

Keberadaan serat pada minuman membuat rasa dan tekstur kurang disukai sebagian orang. Selain itu, saat pengolahan, blender lebih mengeluarkan bunyi berisik sehingga kemungkinan mengganggu orang di sekitar. Daya listrik yang digunakan blender juga lebih besar.

Blender vs juicer memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dari segi kandungan gizi maupun pemakaiannya. Mana yang lebih baik untuk Anda, tergantung kebutuhan setiap orang.

Read More

5 Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini yang Perlu Orangtua Tahu

Pernah mendengar istilah psikologi perkembangan anak usia dini? Nah, ini adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang berfokus pada pertumbuhan anak secara fisik, mental, emosional, dan sosial.

Sebagai orangtua, penting bagi Anda untuk memahami dan memantau pertumbuhan perkembangan anak usia dini secara menyeluruh.

Menurut WHO, yang termasuk anak usia dini adalah yang masih berusia 0-8 tahun. Pada periode inilah otak anak berkembang dengan sangat pesat. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut bahwa masa paling krusial adalah 1000 hari pertama kehidupan anak, yang dimulai darii awal kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.

Mengenal Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini

Ada 5 area psikologi perkembangan anak usia dini yang harus dipahami oleh orangtua. Apa saja area tersebut? Simak selengkapnya berikut ini.

  • Perkembangan

Dalam kategori perkembangan anak usia dini, ada 3 aspek yang dimaksud, yaitu perkembangan fisik, kognitif, dan sosial emosional.

  • Perkembangan fisik

Perkembangan fisik maksudnya adalah perubahan yang terjadi pada pertumbuhan tubuh anak secara fisik. Termasuk juga kemampuan motorik kasar dan halus. Perubahan anak secara fisik ini umumnya terjadi stabil dan terprediksi.

  • Perkembangan kognitif

Perkembangan kognitif atau intelektual pada anak adalah proses bagi anak mendapatkan pengetahuan, berupa bahasa, pola pikir, imajinasi, hingga penalaran.

  • Perkembangan Sosial dan Emosional

Perkembangan sosial dimaksud berkaitan dengan kecenderungan anak secara berkelompok atau saat berinteraksi dengan teman sebaya. Sedangkan perkembangan emosional merujuk pada perasaan yang dimiliki dan cara anak mengungkapkan perasaannya tersebut. Misalnya rasa ingin tahu, bangga, takut, percaya diri, bahkan persahabatan.

  • Pencapaian

Dalam perkembangan anak usia dini, juga ada tahapan pencapaian. Aspek ini penting untuk menilai perkembangan anak. Pencapaian yang dimaksud bisa berupa fisik, kognitif, sosial dan emosional, serta komunikasi dan bahasa.

Nah, jika pencapaian ini belum kunjung terlihat pada proses perkembangan anak, maka Anda perlu mewaspadainya. Misalnya, saat sudah mencapai usia 18 bulan, anak belum bisa berjalan. Atau saat usia tertentu, anak masih belum kunjung bisa mengungkapkan kata-kata. Jika pencapaian tersebut blum tercapai pada anak, maka sebaiknya Anda mulai mewanti-wanti dan waspada.

  • Perilaku Anak

Sejak berusia dini hingga anak menuju dewasa, perubahan perilaku nyatanya wajar dan normal terjadi. Mungkin waktu kecil anak akan menunjukkan perilaku nakal, memberontak, atau perilaku lainnya sehingga membuat Anda sebagai orang tua sering merasa kesal. Hingga ketika anak memasuki masa pencarian jati diri dan mencoba hal-hal baru.

Namun, ada juga perkembangan perilaku si kecil ini yang tidak normal di luar tingkah anak seusianya. Seperti adanya gangguan otak, masalah pola makan, stres, dan sebagainya sehingga membuat Anda kesulitan mengendalikannya. Saat kondisi seperti ini, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan psikolog dan meminta batuan untuk menyelesaikan masalah ini.

  • Emosi

Hal yang juga perlu Anda perhatikan dalam perkembangan anak usia dini adalah perkembangan emosi anak, termasuk kemampuannya mempelajari emosi dan perasaan. Memahami kenapa munculnya perasaan tertentu yang dialaminya, sehingga anak akan lebih mudah untuk mengelolanya.

Biasanya pada saat bayi, emosi pertama yang dirasakan adalah perasaan gembira, sedih, kemarahan, dan juga ketakutan. Seiring bertambahnya usia, emosi juga akan berkembang.

Anda sebagai orangtua harus mencermati hal ini. Sebab, pada sebagian anak yang merasa kesulitan dalam mengelola emosi. Sehingga saat kondisi ini, Anda membutuhkan bantuan psikolog untuk menghadapi masalah ini dengan mencari tahu penyebab dan strateginya. Sehingga nantinya psikolog akan membantu mendampingi anak dalam penerimaan perasaan dan memahami respon perilakunya.

Biasanya, gangguan perilaku ini terjadi sementara waktu saja karena adanya situasi yang membuat anak merasa tertekan. Namun, ada juga masalah perilaku yang dapat berubah menjadi tindakan yang agresif yang tidak sesuai dengan usianya. Masalah ini kemudian dapat berujung pada gangguan mood dan masalah emosional.

  • Sosialisasi

Ada juga kemampuan sosialisasi yang berkaitan dengan perkembangan emosi. Dengan kemampuan sosial ini akan memudahkan anak dalam bergaul dengan keluarga, teman, dan juga guru di sekolah. Proses perkembangan sosialisasi ini ada pada rentang usia dini.

Kualitas hubungan yang baik antara anak dan orangtua adalah yang terpenting karena ini merupakan hubungan pertama bagi anak. Sehingga di kemudian hari, kualitas hubungan ini akan sangat berdampak pada perkembangan sosial anak.

Perkembangan anak usia dini akan berbeda-beda dan unik pada masing-masing anak. Jika Anda mengalami kesulitan, segeralah berkonsultasi dan jangan ragu meminta masukan dari sang ahli.

Read More

Chemical dan Physical Peeling untuk Perawatan Kulit Kusam

Teknik peeling seringkali digunakan beberapa orang untuk mengatasi kulit kusam karena mampu mengikis sel-sel kulit mati di lapisan epidermis kulit.

Dua jenis peeling yang paling terkenal yaitu chemical peeling dan physical peeling. Keduanya memiliki perbedaan bahan yang digunakan, prosedur, hasil akhir, serta efek sampingnya masing-masing.

Chemical peeling

Teknik ini sering digunakan dengan tujuan mengangkat kulit yang rusak di lapisan kulit paling atas sehingga membuat wajah menjadi lebih muda, segar, dan bersinar. Sesuai namanya, teknik ini menggunakan bahan-bahan kimia dalam pengaplikasiannya.

Tidak semua orang membutuhkan perawatan ini, kondisi yang membutuhkan perawatan chemical peeling diantaranya:

  • Kelainan pigmentasi seperti munculnya bintik coklat dan flek-flek hitam di kulit (melasma, lentigines, dan ephelides)
  • Jerawat dan bintik merah menyerupai jerawat
  • Bekas luka jerawat atau bekas operasi
  • Penurunan fungsi kulit akibat penuaan
  • Acntinic ceratos atau kulit kasar, menebal, bersisik akibat paparan sinar matahari

Sedangkan terdapat efek samping yang muncul akibat proses chemical peeling. Meskipun, sebenarnya efek ini tergantung pada jenis chemical peeling yang dipilih

  • Rasa terbakar, iritasi, dan muncul bercak kemerahan di kulit yang bersifat sementara. Ini merupakan efek chemical peeling ringan
  • Perubahan pigmen kulit, infeksi, alergi, dan hipersensitivitas kulit. Efek ini terjadi pada proses chemical peeling sedang dan berat sehingga dibutuhkan pengaplikasian yang tepat oleh ahlinya
  • Milia atau benjolan kecil berwarna putih bisa terjadi setelah 2-4 bulan pada proses chemical peeling sedang dan berat

Proses ini harus dilakukan oleh dokter spesialis kulit di klinik kecantikan dengan cara mengaplikasikan cairan kimia peeling yang telah diuji keamanannya di laboratorium. Cairan tersebut diaplikasikan di leher dan wajah secara merata.

Akan tetapi ada beberapa kondisi yang melarang penggunaan chemical peeling

  • Kondisi jaringan parut yang tidak normal
  • Warna kulit yang terlalu gelap
  • Pigmentasi parah di bekas luka
  • Sedang dalam pengobatan dan perawatan jerawat setahun terakhir
  • Memiliki kondisi kulit sensitif

Apabila Anda memiliki kondisi seperti di atas ada baiknya menggunakan cara lain yang aman namun tetap bisa membuat kulit cerah dan bersinar.

Physical peeling

Sama seperti jenis peeling sebelumnya, teknik ini berfungsi mengangkat sel-sel kulit mati di bagian epidermis paling luar dengan cara scrubbing atau menggosok kulit dengan lembut.

Yang perlu diingat, physical peeling hanya digunakan untuk kulit normal. Alat dan bahan yang bisa digunakan untuk perawatan ini diantaranya:

  • Bahan organik seperti gula, garam laut (sea salt), serta biji aprikot dan cangkang kacang almond yang dihancurkan
  • Kain berserat mikro, batu apung, sikat, spons
  • Dermabrasi

Hasil dari peeling sangat bergantung dengan frekuensi scrubbing serta jenis alat dan bahan yang digunakan. Umumnya teknik ini bisa dilakukan secara mandiri di rumah, kecuali perawatan dermabrasi.

Apabila Anda memiliki bekas luka terbuka, peradangan parah, atau jerawat aktif, sebaiknya konsultasikan perawatan ini ke dokter. Kulit dengan kondisi tersebut memiliki risiko munculnya luka baru atau luka yang lebih lebar akibat gosokan physical peeling.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan scrubbing:

  • Bersihkan wajah terlebih dahulu
  • Jangan melakukan physical peeling setiap hari. Kulit mengalami regenerasi 14-27 hari sehingga peeling bisa dilakukan setiap 2 minggu sekali
  • Gunakan produk soothing atau pendingin wajah seperti gel lidah biaya atau masker mentimun sehingga kulit mampu beristirahat

Pilihan jenis peeling bisa disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing orang. Kenali jenis kulit Anda terlebih dahulu dan pastikan kondisinya memungkinkan untuk dilakukan perawatan sehingga efek samping bisa diminimalisir.

Read More