Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Juicer vs Blender?

Masyarakat Indonesia cenderung mengalami kekurangan konsumsi buah dan sayur. Idealnya orang dewasa mengonsumsi sayur dan buah sebanyak 400-600 gram setiap hari, sedangkan anak-anak 300-400 gram.

Zaman sekarang, cara mengonsumsi buah dan sayur semakin mudah dan beragam. Menu jus dan smoothies menjadi banyak diminati oleh masyarakat karena kepraktisan dan kelezatannya. Keduanya diolah menggunakan alat juicer dan blender yang dalam proses pembuatannya juga memengaruhi kandungan gizi buah dan sayur. Berikut ini kekurangan dan kelebihan juicer vs blender.

Juicer

Hasil akhir juicer berupa ekstrak atau sari-sari buah dan sayur tanpa adanya serat. Prinsip kerja juicer yakni dengan mengektraksi sayur atau buah ke dalam tabung juicer. Jus akan tersaring lewat lubang-lubang kecil sementara ampas sisa akan dibuang ke kompartemen juicer lain.

Kelebihan

Kandungan beta karoten pada hasil olahan juicer lebih tinggi jika dibandingkan dengan buah atau sayur dalam bentuk utuh. Pasalnya, serat larut yang ikut dikonsumsi mengurangi penyerapan beta karoten hingga 30-50%. Beta karoten membantu mengurangi risiko kanker.

Hasil olahan juicer memiliki konsentrasi gizi yang lebih tinggi dibandingkan hasil olahan blender serta meningkatkan penyerapan zat gizi tersebut di dalam usus. Orang yang memiliki masalah penyerapan gizi pada saluran pencernaan bisa terbantu dengan alat ini. Rasa yang dihasilkan juga cenderung lebih lezat sehingga bisa menjadi solusi bagi mereka yang tidak menyukai buah dan sayur.

Pada kasus pasien diet rendah sisa seperti pada penderita penyakit iritasi usus, diverkulitis, penyakit Crohn, kolitis ulserativa, diare kronis, sebelum melakukan kolonoskopi, dan setelah operasi tertentu. Hasil olahan juicer membantu mengurangi kerja berat saat penyerapan di usus.

Kekurangan

Rendahnya kandungan serat menjadi kekurangan paling mencolok. Padahal serat menjadi komponen penting yang menyebabkan seseorang harus mengonsumsi buah dan sayur. Serat berfungsi melancarkan saluran pencernaan terutama agar terhindar dari sembelit atau susah BAB. Selain itu, serat juga bisa mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Asupan serat membantu seseorang merasa lebih mudah kenyang sehingga buah dan sayur cocok sering dijadikan menu diet penurunan berat badan.

Hasil olahan juicer mempunyai kecenderungan dikonsumsi dalam jumlah banyak karena tidak mudah mengenyangkan sehingga berpengaruh pada jumlah konsumsi gula yang juga tinggi.

Faktanya, produk komersial jus mengandung gula yang hampir sama seperti produk minuman soda. Rata-rata produk jus mengandung 45.5 gram fruktosa per liter sedangkan produk minuman soda mengandung 50 gram. Hal ini perlu diperhatikan terutama untuk orang dengan kondisi overweight, obesitas, atau penderita diabetes.

Blender

Blender menggunakan teknik pisau tajam yang berputar ketika buah atau sayur dimasukkan. Serat buah atau sayur ikut diolah dan berubah menjadi lebih lembut. Tekstur hasil olahan blender tergantung lama waktu dan kecepatan putaran pisau.

Kelebihan

Kandungan serat pada hasil olahan blender sangat penting bagi tubuh. Serat berfungsi untuk memperlancar pencernaan, mengurangi kadar kolesterol darah lewat pembuangan bilirubin pada feses, serta membantu menurunkan berat badan karena membuat seseorang lebih mudah kenyang.

Sebuah studi menunjukkan perbandingan hasil juicer dan blender pada buah jeruk bali. Dari keduanya didapatkan hasil bahwa jeruk bali yang diblender memiliki konsentrasi antioksidan yang lebih tinggi karena senyawa antioksidan banyak ditemukan di serat membran jeruk bali yang terbuang saat diolah menggunakan juicer.

Kekurangan

Keberadaan serat pada minuman membuat rasa dan tekstur kurang disukai sebagian orang. Selain itu, saat pengolahan, blender lebih mengeluarkan bunyi berisik sehingga kemungkinan mengganggu orang di sekitar. Daya listrik yang digunakan blender juga lebih besar.

Blender vs juicer memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dari segi kandungan gizi maupun pemakaiannya. Mana yang lebih baik untuk Anda, tergantung kebutuhan setiap orang.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>