Category Kehamilan

Mengenal Proses Pembentukan Sel Telur Dalam Tubuh Wanita

Tahukah Anda bahwa tubuh wanita itu luar biasa menakjubkan? Di dalam tubuh wanita, sudah terdapat sel telur, meskipun wanita tersebut belum memasuki masa produktif. Proses pembentukan sel telur sendiri, sebetulnya terjadi dalam beberapa tahap.

Ketika proses pembentukan sel telur atau oogenesis selesai, maka sel telur akan siap dibuahi pada masa ovulasi. Istilah ovulasi merujuk pada peristiwa terlepasnya sel telur yang sudah matang, dari ovarium ke tuba falopi. Di sanalah sel telur matang tersebut menunggu sperma yang akan membuahi.

3 Fase pembentukan proses pembentukan sel telur

Proses pembentukan sel telur terjadi di dalam indung telur atau disebut juga ovarium. Proses pembentukan sel telur disebut oogenesis, sedang sel induk telur atau bakal calon telur disebut oogonium.

Nah, ternyata 9 minggu setelah terjadinya pembuahan, janin juga sudah mulai memproduksi sel induk telur. Ketika janin bayi perempuan berusia 5 bulan, sel induk telur atau oogonium memperbanyak diri dengan cara membelah diri atau mitosis hingga jumlahnya mencapai 7 juta. Jumah tersebut akan terus berkurang hingga janin lahir.

Dari jumlah 7 juta sel induk telur, ketika bayi dilahirkan jumlahnya mungkin tinggal sekitar 1-2 juta saja.  Saat bayi dilahirkan, sel induk telur akan berhenti berkembang sementara, hingga bayi perempuan tersebut mencapai usia pubertas. Pada usia pubertas sel induk telur atau oogonium akan kembali aktif.

Umumnya dari sekitar 1-2 juta sel induk telur, hanya sekitar 400 ribu yang sanggup bertahan dan berkembang menjadi folikel matang, yaitu kantong kecil yang mempunyai dinding dan terdapat sel telur di dalamnya. Pada masa reproduksi, sel telur atau ovum tersebut akan dilepaskan. Pelepasannya akan mengikuti siklus menstruasi.

Agar dapat memahami proses pembentukan sel telur secara rinci, berikut ini penjelasan mengenai fase atau tahapan yang terjadi.

1. Fase penggandaan

Oogenesis atau proses pembentukan sel telur dimulai dengan fase penggandaan melalui proses mitosis dan meiosis. Secara definisi, mitosis merupakan proses pembelahan yang menghasilkan 2 dua gamet atau sel anak yang identik. Sedang meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilan 4 gamet, di mana setiap gamet memiliki jumlah kromosom setengah dari sel induknya.

Secara sederhana, fase penggandaan inilah yang akan menghasilkan sel induk telur atau oogonium.

2. Fase pertumbuhan

Tahap berikutnya adalah growth phase fase pertumbuhan. Dari ketiga fase yang terjadi, fase ini merupakan fase yang membutuhkan waktu paling panjang.

Pada tahap ini, sel induk telur atau oogonium akan membelah diri atau bermitosis, menghasilkan oosit primer. Berikutnya, oosit primer akan bermeiosis dan terbentuklah oosit sekunder. Pada pembelahan meiosis ini, terjadi perkembangan bagian sel  atau sitoplasma yang tidak seimbang.

Oleh karenanya, ada satu oosit yang memiliki banyak sitoplasma, sedang bagian lainnya tidak memiliki sitoplasma. Biasanya, oosit yang memiliki banyak sitoplasma akan memiliki ukuran yang lebih besar. Oosit dengan ukuran lebih kecil inilah yang kemudian disebut sebagai badan polar pertama.

Jadi, oosit primer memiliki kromosom sejumlah sel induk, yaitu 23 pasang kromosom serta badan polar pertama. Lalu, oosit sekunder akan kembali mengalami mitosis. Hasilnya adalah badan polar kedua serta ootid.

3. Fase pematangan

Maturation phase atau fase pematangan merupakan fase terakhir dari proses pembentukan sel telur. Ootid yang dihasilkan dari fase pertumbuhan nantinya akan berubah menjadi sel telur atau ovum.

Ketik sel telur sudah matang dan siap dibuahi oleh inti sel sperma, maka tubuh akan bersiap melepaskan sel telur melalui proses ovulasi. Dengan demikian proses pembentukan sel telur pun selesai. Pada tahap selanjutnya yang terjadi adalah pembuahan atau menstruasi.

Read More

Obat Batuk Ibu Hamil yang Harus Dihindari

Batuk dengan segala macam gejala dan turunannya amat menggangu aktivitas dan kehidupan sehari-hari manusia. Batuk bisa saja disertai dengan pilek, bersin-bersin, hidung tersumbat, dan kepala pening. Apabila batuk dialami ibu hamil, kemungkinan besar akan terasa dua kali lipat dibanding orang biasa. Meski terasa “tersiksa” dan ingin lekas melenyapkan batuk, ibu hamil tak boleh sembarang mengonsumsi obat. Pasalnya obat batuk untuk ibu hamil tidak sama atau tidak bisa disamakan dengan orang yang tidak hamil.

Pasalnya, menurut University of Michigan Health System, sebaiknya ibu hamil menghindari konsumsi obat apa pun dalam 12 minggu pertama kehamilan atau trimester pertama. Sebab, saat itu merupakan saat yang penting untuk perkembangan organ bayi di dalam janin hingga menjadi salah satu masa paling rentan bayi terhadap efek samping obat.

Pasalnya, periode tersebut merupakan masa krusial perkembangan organ vital janin di dalam kandungan. Janin yang dikandung amat bergantung dengan apa yang dikonsumsi ibunya. Janin tak bisa mendapat asupan “asing” atau sembarangan lantaran akan mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangannya.

Selain itu, menurut pakar kandungan di Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo, dr Gita Pratama, SpOG, sebenarnya tidak ada obat batuk yang aman untuk ibu hamil. Terlebih lagi obat batuk yang dijual bebas di pasaran dan mudah kita dapatkan.

Obat-obatan flu dan batuk yang dijual bebas mengandung sedikitnya enam jenis zat kimia untuk mengatasi berbagai gejala influenza, misalnya batuk, pilek, atau sakit kepala.

Penggunaan obat sembarangan bisa menyebabkan kelahiran prematur pada bayi atau yang terparah adalah risiko keguguran. Maka dari itu, sebisa mungkin ibu hamil perlu membatasi pengunaan obat-obatan.

Berdasarkan penjelasan di atas, kira-kira inilah beberapa daftar zat di dalam obat batuk ibu hamil yang harus dihindari lantaran kandungannya bisa berdampak negatif pada kondisi kesehatan janin:

  • Kodein

Obat yang termasuk ke dalam golongan opioid ini dapat mengakibatkan ketergantungan pada bayi ketika lahir jika diberikan di dalam kandungan. Jika kodein digunakan sebagai obat batuk untuk ibu hamil bisa mengakibatkan bayi yang baru lahir mengalami masalah pernapasan.

  • Alkohol

Apabila obat batuk untuk ibu hamil mengandung kadar alkohol tinggi, maka obat tersebut dapat menyebabkan kecacatan pada bayi.

  • Iodide

Calcium iodide daniodinated glycerol sebaiknya tidak dikonsumsi sebagai obat batuk untuk ibu hamil. Iodide dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar tiroid pada janin dan kerusakan pada saluran pernapasan bayi apabila dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

Selain tiga di antas, obat-obatan dalam jenis-jenis ini pun dinilai tidak aman untuk kesehatan janin di dalam kandungan:

  • Aspirin
  • Ibuprofen
  • Naproxen
  • Kodein
  • Bactrim

Penggunaan obat batuk memang tak langsung memberikan dampak negatif bagi janin. Namun, efek sampingnya akan terasa jika ibu terus mengakumulasi zat-zat itu dengan penggunaan obat batuk dalam jangka waktu yang lama dengan dosis yang tinggi.

Jika memang terpaksa harus meminum obat, pastikan ibu hamil berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan atau tenaga ahli lainnya. Dengan begitu, setidaknya mereka dapat memilihkan obat batuk ibu hamil yang sesuai dengan kondisi kandungan untuk meminimalisir risiko.

Selain itu, penting juga untuk mengonsumsi obat batuk untuk ibu hamil sesuai dosis yang dianjurkan. Bicarakan dengan dokter atau apoteker tentang obat yang sedang Anda minum sebelum kehamilan. Dokter akan memberi tahu apakah Anda masih tetap aman untuk mengonsumsi obat batuk untuk ibu hamil dan jika tidak, dokter akan menganjurkan alternatif lain.

Selain itu, daripada ibu hamil harus mengonsumsi obat untuk meredakan batuk, sebaiknya upayakan jalan preventif untuk mencegah terjadinya batuk lewat menghindari penyebabnya. Menjaga pola hidup dan lingkungan yang sehat adalah salah satu jalan terbaik untuk mencegah batuk.

Lebih lanjut, daripada mengonsumsi obat batuk ibu hamil, batuk yang diderita sebenarnya dapat diatasi dengan beragam bahan-bahan alami yang jelas-jelas aman. Ibu hamil dapat mengonsumsi banyak air putih, misalnya, atau mengonsumsi jahe, kunyit, lemon, madu, dan lain sebagainya. Ohya, kualitas dan kuantitas istirahat pun efektif untuk meredakan batuk, lho!

Read More

Beberapa Hal Memalukan yang Terjadi saat Hamil

Masa kehamilan merupakan salah satu momen terbaik bagi wanita. Meski begitu, perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil bisa menyebabkan berbagai masalah. Beberapa di antaranya adalah hal-hal memalukan seperti buang gas atau sendawa. Mari kenali lebih lanjut beberapa hal memalukan tersebut dan cara mengatasinya dengan benar.

Buang Gas dan Sendawa

Saat calon bayi mulai tumbuh, ruang di bagian perut akan menjadi kencang. Hal ini menyebabkan usus menjadi sesak dan pencernaan tidak teratur, sehingga membuat perut kembung. Selain itu, semua makanan yang baik untuk ibu hamil seperti apel, brokoli, kembang kol, hingga kacang-kacangan juga bisa berkontribusi menambah gas.

Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa trik yang bisa Anda lakukan. Contohnya, hindari makanan berlemak seperti soda yang mengandung pemanis buatan, burger, serta ayam goreng. Selain itu, berjalan selama dua puluh menit setelah makan juga bisa berpengaruh pada proses pencernaan dan mengurangi produksi gas pada tubuh.

Linea Nigra (Garis hitam pada perut)

Linea Nigramerupakan salah satu efek dari hormon kehamilan. Naiknya kadar estrogen menyebabkan peningkatan produksi melanin, pigmen kulit berubah sehingga munculnya linea nigra. Perubahan ini umumnya terjadi pada trimester ke-2 dan cenderung memberikan pengaruh lebih jelas pada wanita berkulit gelap.

Meski tidak bisa mencegah penggelapan akibat hormon kelahiran, Anda masih bisa menggunakan tabir surya sebelum beraktivitas di luar rumah. Tabir surya berguna untuk mencegah kondisi yang lebih buruk. Sedangkan perubahan kulit selama kehamilan ini umumnya akan berangsur-angsur memudar beberapa minggu pasca melahirkan. Jadi, tidak perlu terlalu khawatir akan perubahan kulit tersebut.

Sembelit

Berdasarkan penelitian yang dilakukan American College of Obstetricians and Gynecologists, banyak dari ibu hamil mengalami masalah konstipasi selama masa kehamilan. Hal ini terjadi karena hormon kehamilan memperlambat kerja saluran pencernaan sehingga bahan makanan sulit dicerna.

Untuk mengatasi masalah sembelit, Anda bisa meningkatkan asupan makanan yang kaya akan serat. Misalnya dengan lebih banyak makan buah-buahan segar, berbagai macam sayur, kacang-kacangan, hingga biji-bijian. Selain itu, untuk efek yang lebih signifikan, Anda bisa mengonsumsi sereal berserat tinggi.

Puting gatal

Seiring berjalannya waktu, payudara dan puting calon ibu memang berangsur-angsur membesar sebagai persiapan untuk menyusui. Hal ini menyebabkan kulit sensitif di area tersebut membentang. Proses ini bisa memicu munculnya rasa gatal secara terus menerus.

Hal ini dianggap memalukan, padahal solusinya mudah saja. Anda dapat mengoleskan pelembap yang bertekstur lembut pada bagian kulit payudara saat terasa gatal. Selain itu, mentega kakao ataupun lotion kaya vitamin E yang dipakai setelah mandi juga bisa membuat kulit menjadi lebih kenyal dan terhindar dari rasa gatal.

Sakit pada Selangkangan

Nyeri pada bagian selangkangan umumnya akan terjadi pada pertengahan kehamilan, saat ligamen bundar yang ada di pelvis meregang akibat mengakomodasi bayi yang tengah tumbuh. Para ibu hamil mungkin juga merasakannya saat berdiri tiba-tiba atau sewaktu si bayi menendang.

Untuk itulah, saat rasa sakit menyerang, Anda bisa menyangga kaki di atas bantal agar mengurangi tekanan pada bagian panggul. Selain itu, dengan melakukan gerakan ringan seperti melenturkan lutut ke arah perut juga bisa menjadi solusi untuk meringankan rasa sakit ini. Itulah lima hal memalukan yang terjadi saat hamil. Meski demikian, seluruh hal tersebut termasuk wajar terjadi karena hampir semua ibu hamil mengalaminya.

Read More

9 Rekomendasi Sarapan Sehat untuk Ibu Hamil

Sarapan yang sehat sangat penting bagi ibu hamil dan bayi dalam kandungan. Di bawah ini ada beberapa pilihan sarapan penuh nutrisi. Berbagai pilihan ini bisa dijadikan alternatif makanan ketika kurang nafsu makan.

Green Smoothies

Segelas superfood ini rasanya enak dan tak menyebabkan mual. Di dalamnya terdapat kandungan vitamin C dari buah, protein serta kalsium dari susu dan yogurt. Kandungan folat di dalamnya juga penting selama kehamilan. Ditambah bayam plus chia seed yang bermanfaat sebagai sumber Omega 3.

Cara membuat green smoothies cukup gampang. Campur ½ gelas susu almond, ½ gelas yogurt, kiwi, segenggam bayam, dan sesendok makan chia seed. Haluskan dengan blender.

Sandwich Isi Telur dan Alpukat

Sebutir telur berisi seperempat kolin yang dibutuhkan ibu hamil dalam sehari. Kolin berfungsi untuk menjaga kesehatan otak ibu dan juga perkembangan otak bayi.

Caranya, panggang roti gandum, makan bersama telur rebus dan alpukat. Dengan menu ini, Anda akan mendapatkan tambahan serat dan lemak baik.

Oatmeal dengan Walnut dan Apel

Pada malam hari, siapkan oatmeal untuk sarapan pada pagi hari. Campurkan ½ gelas oats dengan ½ gelas susu, lalu taburkan walnut dan setengah parutan apel. Selanjutnya, aduk rata dan simpan di lemari es. Menu ini siap disantap keesokan harinya.

Burrito Isi Telur, Kacang, dan Keju

Jika sulit untuk makan sayur di siang hari, coba saja mengonsumsi sayuran pada saat sarapan. Burrito adalah makanan khas Meksiko yang terdiri dari tortila berisi berbagai bahan makanan. Isiannya bisa berupa telur, kacang dan keju sebagai tambahan protein yang dibutuhkan tubuh.

Caranya, siapkan telur orak-arik, dua sendok makan kacang kapri rebus dan dua sendok makan keju parut. Cuci satu tomat ukuran sedang, lalu cincang. Masukkan semuanya dalam selembar tortila gandum, tabur sedikit garam dan merica kemudian lipat. Burrito siap disantap.

Bagel Gandum, Krim Keju dan Salmon

Untuk membuatnya, panggang atau goreng seiris daging salmon. Daging salmon kaya akan asam lemak Omega 3 yang dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi. Kemudian, letakkan daging salmon di atas bagel gandum, dan oleskan krim keju.

Sereal dengan Susu dan Beri

Membuat menu ini cukup mudah. Siapkan dua hingga tiga sendok sereal ke dalam mangkuk, tambahkan susu dan berbagai buah beri.

Sereal mengandung tambahan zat besi yang dibutuhkan tubuh, juga serat yang bagus untuk membantu ibu BAB. Jika rutin BAB, tentu ibu merasa lebih fit dan ringan bergerak. Sementara itu, buah-buahan beri kaya akan vitamin C bisa menyerap zat besi.

English Muffin dengan Almond Butter dan Pisang 
 

Saat ingin mengonsumsi makanan manis, English Muffin bisa jadi pilihan sarapan untuk ibu hamil. Muffin kaya akan serat, sedangkan protein, magnesium serta Omega 3 didapatkan dari almond butter. Tambahkan pisang ke atasnya untuk ekstra vitamin B6. Berdasarkan penelitian, nutrisi ini bisa mengurangi mual di pagi hari.

Kraker Gandum dengan Keju dan Teh Mint

Jika morning sickness menyerang, menu yang satu ini bisa jadi sarapan untuk ibu hamil. Makanlah kraker gandum dengan segelas teh mint dingin. Teh mint membantu menenangkan perut. Selama sehari, cobalah makan dengan porsi sedikit tapi sering, untuk mencegah mual datang kembali.

Read More