Category Penyakit

Kenali Gejala dan Cara Mengobati Demam Kuning

Demam kuning (yellow fever) adalah penyakit hemoragik virus akut yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Disebut demam kuning karena badan akan tampak menguning atau jaundice.

Virus penyebab demam kuning ini biasanya ditemukan di area Afrika, Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Virus ini akan merusak hati, ginjal, jantung, dan organ tubuh lain jika tertular pada manusia.

Penyebab Demam Kuning

Sesuai dengan namanya, yellow fever juga disebabkan oleh virus yellow fever yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi virus tersebut.

Melalui kontak biasa, seseornag yang terinfeksi tidak bisa menularkannya pada orang lain. Namun, bisa ditularkan melalui darah jika menggunakan jarum yang sudah terkontaminasi.

Virus yellow fever ini bisa dibawa oleh nyamuuk dengan spesies Aedes dan Kaemogogus. Spesies nyamuk tersebut tinggal di berbagai habitat seperti di sekitar rumah, di hutan, atau di keduanya. Selain pada manusia, penularan virus demam kuning ini juga dapat ditularkan pada monyet.

Nyamuk yang menggigit manusia atau monyet yang terinfeksi, maka virus masuk ke dalam darah nyamuk. Virus akan bersirkulasi dan menetap di kelenjar ludah. Lalu, saat nyamuk yang sudah terinfeksi tersevut menggigit manusia atau monyet lain, maka virus akan masuk ke aliran darah yang digigit sehingga penyakit kemudian menular.

Gejala Seseorang Menderita Demam Kuning

Gejala yang paling umum dari penyakit demam kuning ini adalah demam dan kulit menjadi kekuningan. Kulit menguning akibat terjadinya kerusakan pada hati. Biasanya gejala akan muncul di hari ke 3-6 setelah seseorang terinfeksi dan akan hilang sampai dengan 24 jam. Gejala awal pun hampir mirip dengan gejala infeksi virus influenza. Berikut gejalanya:

  • Terasa nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Demam
  • Meriang
  • Sakit kepala

Gejala Fase Akut

Fase akut biasanya berlangsung selama 3-4 hari. Gejalanya dapat berupa:

  • Demam
  • Penderita akan kehilangan nafsu makan
  • Terasa sakit kepala
  • Nyeri sendiri
  • Menggigil
  • Flushing
  • Sakit punggung
  • Merasa nyeri otot

Setelah melewati fase akut berakhir, sebagian orang akan sembuh dari demam kuning. Tetapi sebagian orang juga akan masuk pada fase toksik atau fase yang lebih serius.

Gejala Demam Kuning Fase Toksik

Ada beberapa kasus yang gejala di fase akut kembali lagi bahkan disertai dengan gejala yang lebih serius lagi yang masuk fase toksik. Gejalanya berupa:

  • Kejang
  • Frekuensi buang air kecil menurun
  • Perut terasa sakit
  • Mengalami pendarahan dari mulut, hidung, dan mata
  • Mengalami gagal hati dan ginjal
  • Terjadi maslah pada irama jantung
  • Penderita mengigau
  • Mata dan kulit berwarna kekuningan
  • Muntah yang terkadang disertai darah

Umumnya fase toksik demam kuning ini tergolong serius dan fatal. Namun, tidak banyak dari kasus demam kuning yang masuk fase toksik, hanya sekitar 15 persen saja.

Cara Mengobati Demam Kuning

Sebenarnya belum ada yang dapat menyembuhkan penyakit demam kuning ini. Akan tetapi ada beberapa perawatan yang dapat meringankan gejala yellow fever, yaitu:

  • Bagi penderita demam kuning yang sudah menunjukkan gejala serius harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan agar efektif dan dilakukan observasi yang ketat
  • Jika Anda pulang dari perjalanan dan merasakan gejala demam kuning, usahakan agar tidak digigit nyamuk untuk menghindari penyebaran infeksi demam kuning melalui gigitan nyamuk
  • Apabila Anda merasa gejala demam kuning, sebaiknya hindari konsumsi obat-obatan seperti aspirin atau antiperadangan nonsteroid. Hal ini untuk mengurangi risiko pendarahan.
  • Penderita demam kuning sebaiknya memperbanyak istirahat, minum cairan, serta mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit atau obat penurun demam agar rasa sakit berkurang yang diderita.
Read More

Whiplash: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Whiplash atau cedera lecutan merupakan cedera yang menyebabkan gerakan maju dan mundur pada leher dengan cepat, kuat, dan tidak terkendali. Umumnya, cedera ini terjadi akibat kecelakan kendaraan bermotor. Cedera lecutan tidak mengancam jiwa, tetapi bisa menyebabkan cacat parsial dalam jangka waktu yang lama jika tidak segera ditangani. Bahkan, biaya medis untuk menangani kasus ini pun tidak sedikit.

Whiplash bisa bersifat kronis, artinya gejala bisa saja tidak langsung muncul setelah Anda pulih dari perawatan. Namun, dapat muncul dalam beberapa waktu setelah Anda keluar dari rumah sakit. Oleh sebab itu, penting sekali untuk memastikan pasca pengobatan kecelakaan, kondisi tubuh Anda sudah membaik atau belum secara fisik dan mental.

Penyebab whiplash.

Umumnya, whiplash disebabkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor. Saat kecelakaan terjadi,  orang berada di dalam mobil yang tidak bergerak, lalu ditabrak oleh kendaraan lain dari arah belakang.

Adanya tumbukan dari belakang ini menyebabkan kepala dan leher dipaksa mundur (hiperekstensi) ketika tubuh terdorong ke depan, sehingga kepala dan leher yang tidak terkendali jatuh ke belakang. Setelah beberapa saat, kepala dan leher bergerak maju ke depan (hiperfleksi). Gerakan tumbukan tersebut dapat melukai bagian tulang belakang, cakram di antara tulang, ligamen, otot, saraf, dan jaringan leher lainnya.

Penyebab cedera lecutan leher lainnya adalah serangan fisik dan cedera olahraga, seperti football tackles dan tabrakan saat berolahraga. Selain itu, cedera saat menunggang kuda, terjatuh dengan posisi kepala tersentak ke belakang, dan kecelakaan bersepeda juga dapat menyebabkan whiplash.

Gejala whiplash.

Biasanya, gejala whiplash akan muncul dalam waktu 24 jam setelah kecelakaan terjadi. Namun, bisa juga gejala berkembang beberapa hari bahkan beberapa minggu setelahnya. Gejala yang sering terjadi pada orang yang mengalami cedera lecutan adalah sebagai berikut.

  • Pusing.
  • Sakit punggung.
  • Tubuh kelelahan.
  • Sakit dan kaku pada bagian leher dan bahu.
  • Sakit kepala, terutama di bagian pangkal tengkorak.
  • Kelelahan di bagian lengan hingga mati rasa.

Dalam kasus yang lebih parah, whiplash dapat menyebabkan seseorang mengalami:

  • Stres dan depresi.
  • Cepat marah.
  • Gangguan tidur atau insomnia.
  • Gangguan penglihatan.
  • Dering di telinga (tinnitus).
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Daya ingat menurun.

Diagnosis medis terkait whiplash.

Dalam kasus yang ringan, whiplash dapat diobati dengan obat bebas dan penggunaan es di bagian leher selama beberapa menit. Namun, jika kondisi cedera sudah semakin parah, maka segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan rontgen untuk memastikan cedera yang sedang terjadi.

Jika hasil rontgen normal, tetapi Anda masih mengalami nyeri leher, Anda akan diminta kembali lagi seminggu kemudian. Dokter akan melakukan rontgen lagi untuk melihat apakah ada perubahan. Jika masih khawatir tentang cedera pada jaringan lunak di sekitar leher, tes lain berupa CT scan dan MRI mungkin akan dilakukan. Ini bertujuan menilai tingkat kerusakan atau peradangan pada jaringan lunak, sumsum tulang belakang, dan saraf.

Cara mengatasi whiplash.

Umumnya, perawatan cedera whiplash tidaklah rumit. Dokter akan memberikan Anda obat penghilang rasa sakit, seperti tylenol atau aspirin. Tingkat cedera yang lebih parah akan diberikan obat relaksan untuk mengurangi kejang otot.

Selain obat-obatan, penyembuhan whiplash juga dilakukan dengan terapi fisik, seperti:

  • Kompres dengan es atau air hangat ke area yang cedera.
  • Melakukan latihan sederhana untuk membangun kekuatan dan kelenturan di bagian leher.
  • Menggunakan kerah busa untuk menjaga leher Anda tetap stabil. Sebaiknya, kerah busa tidak digunakan setelah lebih dari tiga jam dan hanya boleh digunakan beberapa hari pertama saja.

Jika Anda berada dalam kondisi pasca kecelakaan tertentu, pastikan seluruh bagian dalam tubuh diperiksa dengan baik. Semakin cepat whiplash terdeteksi, maka semakin mudah untuk ditangani. Cedera lecutan yang dibiarkan akan menyebabkan Anda mengalami ketidaknyamanan, ketergantungan pada obat, dan biaya pengobatan yang lebih besar. Segera periksakan ke rumah sakit terdekat jika gejala yang muncul semakin parah.

Read More

Beberapa Cara untuk Menghilangkan Xanthelasma

Jika Anda memiliki bercak kuning bergelombang di sudut dalam kelopak mata Anda atau di sekitar mata Anda, Anda mungkin memiliki kondisi yang dikenal sebagai xanthelasma palpebrarum (XP).

Xanthelasma adalah endapan lemak lembut, kekuningan, yang terbentuk di bawah kulit Anda. Sebenarnya, hal ini tidak berbahaya, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi mungkin merupakan indikator kemungkinan penyakit jantung.

Sebenarnya, siapa saja dapat memiliki xanthelasma, tetapi Anda lebih berisiko jika:

  • Anda seorang wanita
  • Anda berusia antara 30 sampai 50 tahun
  • Anda keturunan Asia atau Mediterania
  • Anda seorang perokok
  • Gemuk
  • Anda memiliki tekanan darah tinggi
  • Anda menderita diabetes
  • Kadar lipid Anda (lemak dalam darah Anda, termasuk kolesterol) sangat tinggi

Pada umumnya, xanthelasma merupakan kondisi yang tidak berbahaya, tetapi Anda mungkin masih ingin menghilangkan endapan tersebut. Berikut sejumlah opsi perawatan untuk menghilangkan xanthelasma:

  • Cryotherapy

Melibatkan pembekuan xanthelasma dengan nitrogen cair atau bahan kimia lainnya.

  • Operasi laser

Salah satu jenis teknik laser, yang dikenal sebagai CO2 fraksional.

  • Pembedahan tradisional

Dokter bedah akan menggunakan pisau untuk mengangkat xanthelasma Anda.

  • Radiofrequency advanced electrolysis (RAF)

Sebuah studi tahun 2015 menemukan teknik ini efektif dalam menghilangkan atau mengurangi xanthelasma dengan sangat sedikit kasus kekambuhan.

  • Chemical peeling

Pengobatan dengan asam trikloroasetat (TCA) mengalami hasil yang memuaskan hingga sangat baik untuk menghilangkan xanthelasma.

  • Obat

Obat statin simvastatin (Zocor), obat untuk mengobati kolesterol tinggi, juga dapat mengobati xanthelasma.

Meskipun Anda telah menghilangkan xanthelasma yang Anda miliki, terdapat kemungkinan bahwa xanthelasma dapat muncul kembali setelah perawatan.

Menurunkan kolesterol Anda juga dapat membantu mengobati xanthelasma. Bagi sebagian orang, perubahan pola makan dan pilihan gaya hidup mungkin cukup untuk mengelola kolesterol dalam tubuh.

Xanthelasma biasanya tidak berbahaya, tetapi mungkin merupakan tanda masalah mendasar dengan kadar lipid Anda. Kondisi ini juga bisa menjadi tanda peringatan dini mengenai penyakit jantung.

Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda melihat tumpukan lemak di sekitar mata Anda, sehingga dokter dapat mengevaluasi Anda untuk setiap kondisi yang mendasarinya.

Read More

Mengenal Penyakit Abses Perianal Yang Menyakitkan

Abses perianal merupakan sebuah kondisi yang terjadi ketika rongga di anus atau dubur menjadi terisi nanah. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit yang ekstrim, kelelahan, keluarnya kotoran, dan demam. Dalam beberapa kasus tertentu, abses perianal dapat menyebabkan fistula dubur yang menyakitkan, yang terjadi ketika abses tidak sembuh dan pecah di permukaan kulit. Apabila abses perianal tidak sembuh, kondisi ini sangat menyakitkan dan membutuhkan operasi.

Penyebab dan faktor risiko

Kelenjar dubur yang tersumbat, penyakit menular seksual (PMS), atau celah dubur yang terinfeksi dapat menyebabkan abses perianal. Beberapa faktor risiko lain termasuk penyakit Chron atau colitis ulseratif, yang mana merupakan penyakit radang usus yang menyebabkan tubuh menyerang jaringan yang sehat. Sistem kekebalan tubuh yang terganggu akibat HIV atau AIDS dan diabetes juga merupakan faktor risiko abses perianal. Selain itu, melakukan hubungan seksual dengan cara anal, konstipasi, diare, dan kemoterapi dapat meningkatkan risiko abses pada pria maupun wanita. Anak-anak yang memiliki fisura ani (robekan atau cidera pada anus akibat konstipasi) juga memiliki risiko yang lebih tinggi menderita abses perianal di kemudian hari.

Gejala abses perianal

Rasa sakit yang konstan di daerah sekitar dubur merupakan gejala yang paling umum dijumpai dalam kasus abses perianal. Rasa sakit tersebut biasanya ditemani dengan pembengkakan di daerah dubur dan rasa sakit yang lebih parah saat Anda buang air besar. Gejala abses perianal yang lain adalah konstipasi, adanya darah saat buang air besar, pembengkakan di daerah sekitar dubur, dan kelelahan. Beberapa orang dapat merasakan adanya nodul atau benjolan yag berwarna merah, bengkak, dan terasa lembut di tepi anus. Demam dan tubuh yang menggigil dapat disebabkan karena adanya infeksi pada daerah tersebut. Anda juga dapat memiliki pendarahan dubur atau gejala gangguan saluran kemih seperti kesulitan buang air kecil.

Abses perianal juga dapat terjadi di bagian dubur yang lebih dalam, terutama pada mereka yang menderita penyakit radang usus Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan pada daerah perut. Apabila abses perianal terjadi pada anak-anak, umumnya tidak ada gejala atau tanda-tanda lain selain rasa sakit dan tidak nyaman, yang membuat anak menjadi lebih mudah lekas marah.

Pencegahan abses perianal

Tidak banyak yang diketahui tentang bagaimana mencegah abses perianal. Namun, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, seperti perlindungan terhadap penyakit seksual menular dan perawatan yang cepat untuk infeksi jenis apapun; penggunaan kondom atau pengaman, terutama saat melakukan hubungan seks dengan cara anal merupakan kunci penting dalam mencegah penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan abses perianal; dan kebersihan diri yang baik di daerah sekitar dubur sangat penting untuk dijaga, terutama pada anak-anak dan orang dewasa. Dalam kasus fisura ani, karena konstipasi menjadi penyebab utama kondisi, makan makanan yang mengandung serat tinggi dapat mengurangi risiko fisura ani, sehingga secara otomatis mengurangi kemungkinan Anda atau menderita abses perianal karenanya.

Abses perianal dapat menyebabkan komplikasi kesehatan, namun, untungnya kondisi ini dapat dirawat dan diobati. Mengerti faktor risiko terjadinya abses perianal dan memastikan Anda terus memantau serta mengatasi kondisi kesehatan apapun yang dapat meningkatkan risiko tersebut. Apabila Anda menyadari adanya gangguan atau masalah kesehatan pada dubur, konsultasi dengan dokter agar mendapatkan perawatan dengan segera serta mencegah kondisi tersebut menjadi semakin memburuk.

Read More

Penyebab dan Gejala Hiponatremia

Sodium merupakan elektrolit penting yang membantu menjaga keseimbangan air di dalam dan di sekitar sel-sel tubuh Anda. Sodium sangat penting untuk fungsi otot dan saraf yang baik. Sodium juga berperan dalam membantu menjaga level tekanan darah yang stabil. Apabila darah kekurangan sodium, Anda akan menderita sebuah kondisi yang disebut hiponatremia. Kondisi ini terjadi ketidakseimbangan air dan sodium, dalam kata lain, ada kemungkinan terlalu banyak air atau terlalu sedikit sodium dalam darah. Kadar sodium yang normal adalah antara 135 hingga 145 mEq/L. Hiponatremia terjadi ketika kadar sodium Anda kurang dari 135 mEq/L.

Gejala hiponatremia

Tanda-tanda Anda memiliki hiponatremia di antaranya adalah mual dan muntah, sakit kepala, bingung, hilangnya energi (lelah dan ngantuk), otot yang lemah dan keram, kejang, dan koma. Carilah bantuan medis apabila Anda atau orang di sekitar menunjukkan adanya gejala hiponatremia parah seperti mual dan muntah, kejang, dan hilangnya kesadaran.

Penyebab hiponatremia

Sodium memerankan peran yang sangat penting dalam menjaga tekanan darah normal dan mendukung kerja saraf dan otot. Sodium juga membantu mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Banyak faktor dapat menyebabkan rendahnya sodium darah. Kadar sodium Anda berkurang jika tubuh kehilangan terlalu banyak air dan elektrolit. Hiponatremia juga bisa menjadi gejala beberapa kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi medis dan faktor gaya hidup yang dapat menyebabkan hiponatremia di antaranya adalah:

  • Penggunaan obat-obatan tertentu

Beberapa obat seperti pil air (diuretic), obat penghilang rasa sakit, dan antidepresan dapat mengganggu proses ginjal dan hormon normal dalam menjaga konsentrasi sodium dalam angka yang normal dan sehat.

  • Gangguan hati, ginjal, dan jantung

Gagal jantung kongestif dan beberapa penyakit tertentu yang memengaruhi ginjal atau hati dapat menyebabkan cairan menumpuk di tubuh, yang akan mengencerkan sodium dalam tubuh dan mengurangi kadar sodium keseluruhan

  • Sindrom hormon antidiuretik yang tidak tepat (SIADH)

Dalam kondisi ini, kadar hormon antidiuretik (ADH) yang tinggi diproduksi, menyebabkan tubuh untuk menyimpan air alih-alih membuangnya dengan normal lewat urin.

  • Muntah atau diare kronis dan kondisi lain yang menyebabkan dehidrasi

Hal ini akan menyebabkan tubuh kehilangan elektrolit, seperti sodium, dan meningkatkan kadar ADH.

  • Minum terlalu banyak air

Meminum terlalu banyak air dapat menyebabkan rendahnya sodium karena ginjal terlalu kewalahan dalam membuang air. Karena Anda kehilangan sodium lewat keringat, terlalu banyak minum air saat olahraga dapat mengurangi kandungan sodium dalam darah.

  • Perubahan hormon

Insufisiensi kelenjar adrenal (penyakit Addison) memengaruhi kemampuan kelenjar adrenal untuk memproduksi hormon yang membantu menjaga keseimbangan sodium, potasium, dan air tubuh. Kadar hormon thyroid yang rendah juga dapat menyebabkan kadar sodium darah yang rendah.

Komplikasi hiponatremia

Dalam kasus hiponatremia yang kronis, kadar sodium turun secara perlahan dalam waktu 48 jam atau lebih, dengan gejala dan komplikasi yang umumnya sedang. Dalam kasus hiponatremia akut, kadar sodium turun secara drastis dan cepat, menyebabkan potensi efek berbahaya seperti pembengkakan otak cepat yang dapat menyebabkan koma dan bahkan kematian. Wanita-wanita premenopause memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita kerusakan otak akibat hiponatremia. Ini disebabkan karena efek dari hormon seks wanita pada kemampuan tubuh dalam menyeimbangkan kadar sodium. Menjaga kadar air dan sodium yang seimbang dapat membantu mencegah kadar sodium darah yang rendah. Apabila Anda adalah seorang atlet, penting untuk minum air dalam jumlah yang cukup saat beraktivitas dan berolahraga.

Read More

Tanda Merah di Mata? Pendarahan Subkonjungtiva atau Hyphema?

Pernahkan Anda melihat ada tanda merah di mata yang terlihat mengkhawatirkan? Ada kemungkinan itu adalah pendarahan dimana pembuluh darah di bawah permukaan mata rusak atau pecah. Meskipun di sebut pendarahan, Anda tidak akan melihat ada darah keluar dari mata. Ada tiga jenis pendarahan mata, pendarahan subkonjungtiva, hyphema, dan jenis pendarahan lebih dalam. Pendarahan mata umumnya merupakan kondisi yang tidak berbahaya. Namun, tergantung letak atau lokasi pendarahan tersebut, dalam beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi kesehatan apabila tidak diobati dengan baik. Konsultasi dengan dokter apabila Anda mencurigai adanya pendarahan mata.

Jenis-jenis pendarahan mata

Ada tiga jenis pendarahan mata yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Pendarahan subkonjungtiva

Permukaan luar mata yang bening disebut konjungtiva. Bagian ini menutupi bagian putih mata Anda. Konjungtiva memiliki pembuluh darah kecil yang rentan dan tidak terlihat. Pendarahan subkonjungtiva terjadi ketika pembuluh darah bocor di bawah konjungtiva. Saat hal ini terjadi, darah terjebak di pembuluh darah atau di antara konjungtiva dan bagian putih mata Anda.

Pendarahan mata membuat pembuluh darah terlihat dan menyebabkan adanya noda merah di mata. Pendarahan mata jenis ini umum terjadi dan biasanya tidak akan menyebabkan rasa sakit ataupun mengganggu kemampuan penglihata. Dalam kasus pendarahan subkonjungtiva, Anda tidak membutuhkan perawatan medis tertentu karena kondisi ini tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu.

  • Hyphema

Hyphema adalah pendarahan yang terjadi pada iris dan pupil. Bagian ini merupakan bagian bulat berwarna dan bagian hitam yang ada pada mata. Hal ini terjadi ketika darah menumpuk di antara iris dan pupil dan kornea. Kornea adalah kubah bening yang menutupi mata yang memiliki bentuk seperti lensa kontak. Hyphema biasanya terjadi ketika ada kerusakan atau robekan pada iris atau pupil.

Pendarahan mata jenis ini lebih jarang terjadi dibandingkan dengan penderahan subkonjungtiva, dan dapat memengaruhi penglihatan Anda. Hyphema dapat menutupi pandangan sebagian atau bahkan sepenuhnya. Apabila dibiarkan dan tidak dirawat, cidera mata jenis ini dapat menyebabkan kebutaan permanen. Perbedaan utama antara hyphema dan pendarahan subkonjungtiva adalah hyphema menyebabkan rasa sakit.

  • Jenis pendarahan lebih dalam

Pendarahan lebih dalam atau berada di belakang mata biasanya tidak terlihat di permuakaan. Namun, hal ini terkadang dapat membuat mata memerah. Kerusakan atau kebocoran pembuluh darah dan komplikasi lain dapat menyebabkan pendarahan di dalam bola mata. Jenis pendarahan mata dalam contohnya adalah pendarahan vitreous (pada cairan mata), pendarahan subretinal (di bawah retina), dan pendarahan submacular (di bawah makula, yang mana merupakan bagian retina).

Penyebab pendarahan mata

Anda bisa mendapatkan pendarahan subkonjungtiva tanpa tahu sebabnya. Penyebab pendarahan ini biasanya tidak diketahui. Namun, umumnya, disebabkan oleh cidera pada pembuluh mata rapuh akibat batuk, bersin, muntah, mengangkat benda yang berat, memiliki tekanan darah tinggi, memakai lensa kontak, dan memiliki reaksi alergi. Sebuah tinjauan medis menyatakan bahwa bayi dan anak-anak yang menderita asma dan batuk memiliki risiko tinggi menderita pendarahan subkonjungtiva.

Sementara itu, kasus hyphema lebih jarang ditemukan dibandingkan dengan pendarahan subkonjungtiva. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pukulan atau cidera pada mata yang disebabkan karena terjatuh, menggaruk mata, atau terkena benda keras seperti bola. Beberapa penyebab hyphema lain adalah infeksi mata (terutama dari virus herpes), gangguan penggumpalan darah, pembuluh darah tidak normal di iris, komplikasi pasca operasi, dan kanker mata.

Read More

Apa itu Overthinking? Berikut Penjelasannya

Memikirkan sesuatu secara berlebihan atau overthinking biasanya terjadi pada seseorang, namun tak sedikit yang menganggap kondisi ini sebagai sebuah sikap hati-hati ketika akan mengambil keputusan. Padahal jika ditelisik lebih dalam, terdapat dampak buruk bagi kesehatan seseorang jika terlalu sering berada dalam kondisi ini.

Istilah ini kerap ditujukan pada orang yang terlalu banyak berpikir, namun jangan keliru terlebih dahulu. Bukan berarti orang tersebut adalah seorang yang pemikir, karena orang yang berada dalam kondisi ini biasanya terlalu memikirkan hal-hal sepele, tidak hanya terlalu tetapi berlebihan dalam memikirkan sesuatu tersebut.

Overthinking Kebiasaan Tidak Baik

Hasil sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Michigan menyebutkan abhwa 73 persen golongan yang sering melakukan kebiasaan ini berada dalam rentan usia 25 hingga 35 tahun. Sementara itu terdapat 62 persen, golongan dengan usia 45 hingga 55 tahun juga melakukan kebiasaan ini. Dari kebiasaan yang tidak baik ini justru muncul anggapan sebaliknya dari penderitanya.

Anggapan menarik tersebut adalah orang-orang dengan kondisi ini merasa kebiasaan tersebut akan membantu mereka memahami sesuatu. Biasanya dalam berbagai sudut pandang yang berbeda, namun berbeda dengan fakta berdasar penelitian. Kondisi ini merupakan kebiasaan yang tidak sehat dan dapat memberikan dampak pada kesehatan mental seseorang.

Orang dengan kondisi ini biasanya memikirkan banyak hal dengan kemungkinan, hingga skenario buruk yang belum tentu terjadi. Selain itu, bahkan juga memikirkan masalah yang tidak dihadapi seseorang tersebut. Seorang asisten profesor klinis menyebutkan salah satu masalah yang nantinya akan dihadapi seorang berada dalam kondisi ini.

Asisten profesor tersebut menjelaskan bahwa seseorang yang berada dalam kondisi ini membuat insting mereka tidak bekerja dengan maksimal. Dampak terburuk yang diberikan justru membuat orang tersebut salah dalam mengambil keputusan, selain itu seseorang juga bisa masuk ke dalam situasi analysis paralys.

Kondisi analysis paralys adalah keadaan dimana seseorang akan memikirkan sesutu secara terus menerus dan berulang-ulang. Hal ini tentunya membuat seseorang akan membuang-buang waktu dan energi dan berujung pada terhambatnya kinerja otak mereka dalam berpikir. Hal inilah yang menjadikan kondisi ini merupakan kebiasaan yang tidak sehat.

Dampak Overthinking

  • Stres

Stres dapat dialami seseorang yang berada dalam kondisi ini, sistem saraf pusat dalam tubuh akan mengirim sinyal melepas hormon kortisol. Pelepasan hormon kortisol mampu memengaruhi produksi gula darah dari organ hati yang memberikan energi. Tetapi, jika energi tersebut tidak digunakan, maka akan tubuh kembali akan menyerap gula.

Proses ini menimbulkan beberapa efek yang sangat bisa dirasakan orang yang mengalaminya, seperti pusing, detak jantung meningkat, mual disertai sakit kepala, lelah hingga napas yang tergesa-gesa dan mengganggu konsentrasi.

  • Sulit Tidur

Sulit tidur paling sering dialami, hal ini diakibatkan karena otak yang dipaksa terus berpikir yang mengakibatkan seseorang itu sulit untuk menutup mata. Kekhawatiran akan tumbuh dan membuat orang dalam kondisi ini membuat mereka tidak tenang. Hal inilah yang membuat mereka kekurangan tidur dan membuatnya kekurangan energi.

  • Nafsu Makan Berubah

Orang yang memikirkan sesuatu secara berlebihan akan berdampak pada perubahan nafsu makan mereka. Makan menjadi salah satu cara mengalihkan diri, terutama untuk seseorang dalam kondisi ini, pola makan mereka tidak akan teratur. Hal ini akan berdampak pada kesehatan pencernaan, risiko masalah kardiovaskuler hingga kesehatan kulit dan sistem kekebalan tubuh.

Read More

5 Cara Efektif Cegah Virus Corona

Novel Coronavirus 2019 adalah sebuah wabah penyakit coronavirus jenis baru yang sudah menyebar di banyak negara. Banyak negara yang tidak siap dengan virus ini dan memaksa untuk melakukan karantina wilayah sampai lock down. Infeksi virus ini dinamankan COVID-19 dan pertama kali ditemukan di Wuhan, China.

Diperkirakan virus ini berasal dari hewan kelelawar dan bisa menyebar ke sesame manusia. Penularan virus ini juga diperkirakan dengan cara menyentuh langsung percikan air liur saat bersin, batuk atau dahak. Saat seseorang terinfeksi COVID-19, gejala yang biasanya akan terasa mirip seperti gejala flu dan demam. Namun setelah itu, seseorang yang posotof terpapar COVID-19 akan merasakan sesak napas karena infeksi paru-paru (pneumonia).

Meskipun sudah menyebar di banyak negara, namun sampai saat ini belum ada pengobatan pasti yang bisa menyembuhkan COVID-19. Oleh karena itu, Organisasi KEsehatan Dunia (WHO) mengimbau kepada seluruh masyarakat agar waspada dan tidak menganggap virus ini sepele dan melakukan beberapa pencegahan, salah satunya adalah social distancing.

Agar mencegah virus ini semakin menyebar, berikut ini adalah lima cara efektif untuk cegah virus corona yang sebaiknya kamu lakukan, antara lain:

Rajin Mencuci Tangan

Mencuci tangan sesering mungkin adalah salah satu cara paling efektif dan sederhana untuk mencegah virus COVID-19. Tak hanya sering, cucilah tangan dengan cara yang benar dan menggunakan sabun. Kamu bisa mencuci tangan setelah bepergian dari luar atau setelah melakukan aktivitas. Cucilah tangan di air yang mengalir selama dua puluh detik. Pastikan seluruh permukaan tangan terkena sabun termasuk sela jari, kuku, punggung tangan dan pergelangan. Jika kamu mempunyai aktivitas di luar rumah, kamu bisa gunakan hans sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar kumas di tangan bisa hilang. Cucilah tangan dengan benar dan teratur terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, sebelum menyusui, setelah menyentuh hewan, membuang sampah dan setelah batuk atu bersin.

Gunakan Masker

COVID-19 bisa menular dari cairan air liur dan cairan yang keluar saat kita batuk atau bersin. Oleh karena itu, menggunakan masker akan membantu mencegah terkenanya cipratan bersin atau batuk dari orang lain atau sebaliknya. Masker yang efektif adalah masker bedah yang mempunyai dua sisi warna berbeda. Ada dua tipe masker yaitu masker bedah dan maske N95 yang bisa digunakan. Namun, tak sedikit pula yang menggunakan masker berbahan dasar kain. Untuk masker kain memang belum sepenuhnya efektif, untuk masker yang mempunyai dua Sisi warna berbeda, gunakanlah sisi berwarna putih berada di dalam karena terbuat dari material yang bisa menyerap kotoran.

Menjaga Daya Tahan Tubuh

Selanjutnya, kamu harus menjaga daya tahan tubuh dengan cara konsumsi makanan yang sehat seperti sayuran dan buah-buahan. Bila perlu, tambahkan juga suplemen yang bisa menjaga daya tahan tubuh. Tak hanya itu, lakukan olahraga secara rutin, tidur yang cukup tidak merokok, dan hindari mengonsumsi minuman beralkohol.

Tidak bepergian ke tempat terjangkit

Cina, india, Jepang, amerika, Italia, dan negara lain sudah banyak yang terkonfirmasi virus ini. Agar tidak tertular COVID-19, hindarilah bepergian ke negara negara yang sudah terpapar virus. Baik luar maupun dalam negeri, tempat yang sudah terinfeksi virus, bisa menyebarkan virus dengan cepat. Kamu juga disarankan untuk melakukan physical distancing dengan cara menjaga jarak dengan orang lain sekitar 1 meter.

Hindari kontak Dengan hewan yang berpotensi

Virus ini diduga kuat berasal dari hewan. Diduga disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan hewan tersebut secara langsung. Jika kamu ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging dan ikan tersebut bersih dan sudah dicuci dan dimasak secara matang.

Read More

Ini Penyebab dan Gejala Kanker Tiroid

Merupakan salah satu jenis kanker yang berkembang di kelenjar tiroid, kanker tiroid dapat terjadi karena perkembangan sel-sel  tiroid yang tidak normal. Kelenjar tiroid merupakan organ kecil yang terletak pada bagian depan leher seseorang, kelenjar ini berfungsi sebagai alat untuk mengatur metabolisme tubuh, tekanan darah, denyut jantung hingga suhu dan berat badan.

Kelenjar ini memiliki dua jenis sel berbeda, pertama sel folikuler dan kedua adalah sel parafolikuler atau juga disebut sel C. Sel kanker yang muncul dan berkembang di dalam tubuh tergantung pada sel apa yang terdampak, pada umumnya munculnya penyakit ini ditandai dengan gejala kemunculan benjolan pada kelenjar tiroid atau nodul.

Penyebab Kanker Tiroid

Perubahan DNA pada sel-sel yang terdapat dalam kelenjar tiroid merupakan penyebab utama munculnya penyakit ini. Kondisi tersebut dapat memunculkan benjolan pada tiroid yang bermutasi dan berkembang dengan pesat dan bahkan tak dapat terkendali. Sehingga menyebabkan sel-sel tersebut tak mudah mati.

Dalam kondisi seharusnya, sel-sel normal seharusnya digantikan dengan sel yang baru. Sel-sel tidak normal ini nantinya akan menyerang jaringan di sekitarnya yang berakibat pada pertumbuhan tumor. Penyebarannya pun berpotensi ke organ tubuh lain dan hal ini tentu membahayakan bagi seseorang yang mengalami kondisi ini.

Belum diketahui secara pasti penyebab yang memunculkan mutasi sel kelenjar tiroid hingga saat ini. Para ahli hanya meyakini bahwa kondisi tersebut muncul karena paparan radiasi yang tinggi dan memengaruhi keadaan tersebut. Khususnya bagi anak-anak yang tengah menjalani terapi radiasi pada bagian kepala hingga dada atas.

Termasuk juga paparan radiasi dari bencana-bencana nuklir, kondisi ini mampu meningkatkan risiko seseorang terjangkit penyakit ini khususnya pada anak-anak. Namun demikian, bukan tidak mungkin seorang dewasa juga turut terjangkit, dalam beberapa kasus sel kanker baru muncul dan berkembang ketika seseorang memasuki usia 40 setelah terkena paparan radiasi.

Gejala Munculnya Kanker

Gejala dan tanda munculnya penyakit ini pada umumnya tidak terlihat ketika di awal kemunculannya, namun dalam beberapa kasus munculnya kanker ini ditandai adanya benjolan atau nodul yang terdapat pada leher si penderitanya. Total sebanyak 75 persen masyarakat akan mengalami kondisi dengan gejala tersebut.

Benjolan ini pada awalnya bersifat jinak dan tidak membahayakan, dari seluruh presentase tersebut hanya satu persen keadaan yang membuat benjolan berpotensi berkembang menjadi kanker. Untuk mengetahui dan merasakan adanya benjolan ini, hanya dapat dilakukan dengan menyentuh atau menekannya.

Jika ditekan, benjolan ini tidak akan terasa sakit, namun memiliki tekstur keras dan juga tidak mudah bergeser ketika ditekan. Jika sel kanker ini berkembang, maka benjolan tersebut juga akan bertambah menjadi semakin besar. Terdapat beberapa gejala lain yang akan timbul jika seseorang terindikasi memiliki sel kanker.

Di antaranya adalah muncul pembengkakan di leher, suara penderita akan menjadi serak dan tak kunjung membaik. Sakit tenggorokan disertai sakit pada bagian leher, hal ini juga berdampak pada seseorang yang kesulitan menelan saat makan, selain itu juga kesulitan bernapas dan mengalami batuk.

Benjolan dari kelenjar tiroid sebenarnya merupakan kondisi yang cenderung tidak berbahaya, namun akan lebih baik ketika kondisi ini segera dikonsultasikan ke dokter. Keadaan tersebut bisa menjadi parah, terlebih ketika disertai dengan gejala kanker tiroid seperti yang disebutkan di atas sebagai bentuk antisipasi jika ternyata muncul sel kanker.

Read More

Histerektomi: Mengapa Diperlukan?

Histerektomi merupakan prosedur pembedahan yang dilakukan khusus wanita. Caranya adalah dengan mengangkat rahim (uterus). Tujuan histerektomi diterapkan adalah untuk mengetahui jika wanita mengalami penyakit tertentu pada tubuh.

Wanita yang telah melakukan histerektomi, mereka tidak akan merasakan menstruasi atau hamil lagi. Prosedur histerektomi terkadang tidak hanya mengangkat rahim wanita, dokter juga mengangkat indung telur (ovarium) dan tuba falopi.

Jenis Histerektomi

Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan dokter untuk mengangkat rahim di dalam tubuh. Tidak hanya meliputi rahim saja, bila perlu, dokter juga mengangkat organ tubuh lainnya. Histerektomi dapat dilakukan dengan empat proses yang berbeda, bergantung pada kondisi pasien. Proses yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Histerektomi parsial

Histerektomi parsial atau sebagian merupakan prosedur yang diterapkan dengan mengangkat rahim wanita. Serviks tidak perlu diangkat.

  • Histerektomi total

Histerektomi total merupakan prosedur yang diterapkan dengan mengangkat rahim dan serviks wanita.

  • Histerektomi total dengan salpingo-oophorectomy bilateral

Histerektomi total dengan salpingo-oophorectomy merupakan prosedur yang diterapkan dengan mengangkat rahim, serviks, tuba falopi, dan indung telur.

  • Histerektomi radikal

Histerektomi radikal merupakan prosedur yang diterapkan dengan mengangkat rahim dan jaringan sekitar rahim berupa vagina, indung telur, dan kelenjar getah bening.

Alasan Histerektomi Penting Untuk Dilakukan

Histerektomi adalah cara yang tepat untuk mencegah terjadinya penyakit kanker rahim dan kanker serviks. Histerektomi bisa digabungkan dengan terapi radiasi atau kemoterapi.

Selain itu, histerektomi merupakan cara alternatif bagi wanita setelah mereka menggunakan metode lain untuk mengobati kondisi tubuh. Kondisi medis yang menungkinkan terjadi pada wanita sehingga perlu menggunakan histerektomi meliputi:

  • Fibroid rahim (miom)

Fibroid rahim atau miom merupakan kondisi medis yang meliputi tumor jinak. Tumor jinak menyebabkan pendarahan persisten, anemia, atau tekanan pada kantung kemih.

  • Endometriosis

Endometriosis terjadi karena jaringan abnormal tumbuh keluar dari rahim. Jaringan abnormal yang keluar dari rahim bisa saja terjadi di indung telur, tuba falopi, atau organ perut lainnya.

  • Prolaps uterus

Prolaps uterus disebabkan oleh adanya penurunan rahim dari panggul. Jaringan penyokong dan jaringan ikat yang lemah menimbulkan penurunan rahim.

  • Pendarahan vagina abnormal

Pendarahan vagina abnormal memicu seseorang mengalami pendarahan hebat yang tidak teratur pada setiap siklus haid. Pendarahan ini terjadi dalam waktu yang lama.

  • Nyeri panggul

Nyeri panggul disebabkan oleh radang panggul kronis.

Ketentuan Untuk Menjalankan Histerektomi

Histerektomi adalah pengobatan yang tepat bagi wanita yang mengalami kondisi pada tubuh yang sesuai keterangan di atas. Jika seorang wanita ingin menjalankan histerektomi, ada kriteria yang perlu diketahui. Kriteria untuk menjalankan histerektomi antara lain:

  • Kanker rahim atau kanker serviks

Setiap wanita dapat menjalankan operasi histerektomi untuk mencegah kanker rahim atau kanker serviks.

  • Penyakit rahim lainnya

Histerektomi adalah pengobatan alternatif bagi wanita yang mengalami penyakit rahim lain, terutama bagi mereka yang sudah memasuki usia menopause (lebih dari 40 tahun).

Prosedur Histerektomi

Tahap awal histerektomi dimulai dengan membius total pasien agar pasien tidak menyadarkan diri ketika proses tersebut berlangsung. Dokter kemudian mengosongkan kandung kemih. Caranya dengan memasang selang urine.

Setelah mengosongkan urine, dokter membersihkan vagina dan perut pasien dengan menggunakan cairan steril. Setelah itu, untuk mengangkat rahim pasien, dokter perlu memberikan sayatan. Setelah dokter selesai melakukan histerektomi, kondisi pasien akan dipantau di ruang pemulihan. Setelah pasien menunjukkan tanda-tanda vital (menyadarkan diri), mereka bisa dibawa ke ruang perawatan biasa.

Meskipun setiap wanita dianjurkan untuk menjalankan histerektomi jika terindikasi penyakit seperti kanker serviks, ada risiko yang perlu diketahui yang mungkin terjadi setelah selesai melakukan operasi. Wanita kemungkinan mengalami risiko berupa pendarahan hebat, pembentukan gumpalan darah, infeksi, penyumbatan pada saluran usus, dan kesulitan untuk menahan buang air kecil.

Walaupun risikonya menunjukkan gejala tidak teratur demikian, histerektomi bukan berarti prosedur yang berbahaya. Jika Anda perlu melakukan histerektomi, Anda sebaiknya bicarakan masalah tersebut dengan dokter supaya Anda mendapatkan arahan yang tepat untuk menjalankan operasi ini.

Read More