Category Penyakit

Tanda Merah di Mata? Pendarahan Subkonjungtiva atau Hyphema?

Pernahkan Anda melihat ada tanda merah di mata yang terlihat mengkhawatirkan? Ada kemungkinan itu adalah pendarahan dimana pembuluh darah di bawah permukaan mata rusak atau pecah. Meskipun di sebut pendarahan, Anda tidak akan melihat ada darah keluar dari mata. Ada tiga jenis pendarahan mata, pendarahan subkonjungtiva, hyphema, dan jenis pendarahan lebih dalam. Pendarahan mata umumnya merupakan kondisi yang tidak berbahaya. Namun, tergantung letak atau lokasi pendarahan tersebut, dalam beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi kesehatan apabila tidak diobati dengan baik. Konsultasi dengan dokter apabila Anda mencurigai adanya pendarahan mata.

Jenis-jenis pendarahan mata

Ada tiga jenis pendarahan mata yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Pendarahan subkonjungtiva

Permukaan luar mata yang bening disebut konjungtiva. Bagian ini menutupi bagian putih mata Anda. Konjungtiva memiliki pembuluh darah kecil yang rentan dan tidak terlihat. Pendarahan subkonjungtiva terjadi ketika pembuluh darah bocor di bawah konjungtiva. Saat hal ini terjadi, darah terjebak di pembuluh darah atau di antara konjungtiva dan bagian putih mata Anda.

Pendarahan mata membuat pembuluh darah terlihat dan menyebabkan adanya noda merah di mata. Pendarahan mata jenis ini umum terjadi dan biasanya tidak akan menyebabkan rasa sakit ataupun mengganggu kemampuan penglihata. Dalam kasus pendarahan subkonjungtiva, Anda tidak membutuhkan perawatan medis tertentu karena kondisi ini tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu.

  • Hyphema

Hyphema adalah pendarahan yang terjadi pada iris dan pupil. Bagian ini merupakan bagian bulat berwarna dan bagian hitam yang ada pada mata. Hal ini terjadi ketika darah menumpuk di antara iris dan pupil dan kornea. Kornea adalah kubah bening yang menutupi mata yang memiliki bentuk seperti lensa kontak. Hyphema biasanya terjadi ketika ada kerusakan atau robekan pada iris atau pupil.

Pendarahan mata jenis ini lebih jarang terjadi dibandingkan dengan penderahan subkonjungtiva, dan dapat memengaruhi penglihatan Anda. Hyphema dapat menutupi pandangan sebagian atau bahkan sepenuhnya. Apabila dibiarkan dan tidak dirawat, cidera mata jenis ini dapat menyebabkan kebutaan permanen. Perbedaan utama antara hyphema dan pendarahan subkonjungtiva adalah hyphema menyebabkan rasa sakit.

  • Jenis pendarahan lebih dalam

Pendarahan lebih dalam atau berada di belakang mata biasanya tidak terlihat di permuakaan. Namun, hal ini terkadang dapat membuat mata memerah. Kerusakan atau kebocoran pembuluh darah dan komplikasi lain dapat menyebabkan pendarahan di dalam bola mata. Jenis pendarahan mata dalam contohnya adalah pendarahan vitreous (pada cairan mata), pendarahan subretinal (di bawah retina), dan pendarahan submacular (di bawah makula, yang mana merupakan bagian retina).

Penyebab pendarahan mata

Anda bisa mendapatkan pendarahan subkonjungtiva tanpa tahu sebabnya. Penyebab pendarahan ini biasanya tidak diketahui. Namun, umumnya, disebabkan oleh cidera pada pembuluh mata rapuh akibat batuk, bersin, muntah, mengangkat benda yang berat, memiliki tekanan darah tinggi, memakai lensa kontak, dan memiliki reaksi alergi. Sebuah tinjauan medis menyatakan bahwa bayi dan anak-anak yang menderita asma dan batuk memiliki risiko tinggi menderita pendarahan subkonjungtiva.

Sementara itu, kasus hyphema lebih jarang ditemukan dibandingkan dengan pendarahan subkonjungtiva. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pukulan atau cidera pada mata yang disebabkan karena terjatuh, menggaruk mata, atau terkena benda keras seperti bola. Beberapa penyebab hyphema lain adalah infeksi mata (terutama dari virus herpes), gangguan penggumpalan darah, pembuluh darah tidak normal di iris, komplikasi pasca operasi, dan kanker mata.

Read More

Apa itu Overthinking? Berikut Penjelasannya

Memikirkan sesuatu secara berlebihan atau overthinking biasanya terjadi pada seseorang, namun tak sedikit yang menganggap kondisi ini sebagai sebuah sikap hati-hati ketika akan mengambil keputusan. Padahal jika ditelisik lebih dalam, terdapat dampak buruk bagi kesehatan seseorang jika terlalu sering berada dalam kondisi ini.

Istilah ini kerap ditujukan pada orang yang terlalu banyak berpikir, namun jangan keliru terlebih dahulu. Bukan berarti orang tersebut adalah seorang yang pemikir, karena orang yang berada dalam kondisi ini biasanya terlalu memikirkan hal-hal sepele, tidak hanya terlalu tetapi berlebihan dalam memikirkan sesuatu tersebut.

Overthinking Kebiasaan Tidak Baik

Hasil sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Michigan menyebutkan abhwa 73 persen golongan yang sering melakukan kebiasaan ini berada dalam rentan usia 25 hingga 35 tahun. Sementara itu terdapat 62 persen, golongan dengan usia 45 hingga 55 tahun juga melakukan kebiasaan ini. Dari kebiasaan yang tidak baik ini justru muncul anggapan sebaliknya dari penderitanya.

Anggapan menarik tersebut adalah orang-orang dengan kondisi ini merasa kebiasaan tersebut akan membantu mereka memahami sesuatu. Biasanya dalam berbagai sudut pandang yang berbeda, namun berbeda dengan fakta berdasar penelitian. Kondisi ini merupakan kebiasaan yang tidak sehat dan dapat memberikan dampak pada kesehatan mental seseorang.

Orang dengan kondisi ini biasanya memikirkan banyak hal dengan kemungkinan, hingga skenario buruk yang belum tentu terjadi. Selain itu, bahkan juga memikirkan masalah yang tidak dihadapi seseorang tersebut. Seorang asisten profesor klinis menyebutkan salah satu masalah yang nantinya akan dihadapi seorang berada dalam kondisi ini.

Asisten profesor tersebut menjelaskan bahwa seseorang yang berada dalam kondisi ini membuat insting mereka tidak bekerja dengan maksimal. Dampak terburuk yang diberikan justru membuat orang tersebut salah dalam mengambil keputusan, selain itu seseorang juga bisa masuk ke dalam situasi analysis paralys.

Kondisi analysis paralys adalah keadaan dimana seseorang akan memikirkan sesutu secara terus menerus dan berulang-ulang. Hal ini tentunya membuat seseorang akan membuang-buang waktu dan energi dan berujung pada terhambatnya kinerja otak mereka dalam berpikir. Hal inilah yang menjadikan kondisi ini merupakan kebiasaan yang tidak sehat.

Dampak Overthinking

  • Stres

Stres dapat dialami seseorang yang berada dalam kondisi ini, sistem saraf pusat dalam tubuh akan mengirim sinyal melepas hormon kortisol. Pelepasan hormon kortisol mampu memengaruhi produksi gula darah dari organ hati yang memberikan energi. Tetapi, jika energi tersebut tidak digunakan, maka akan tubuh kembali akan menyerap gula.

Proses ini menimbulkan beberapa efek yang sangat bisa dirasakan orang yang mengalaminya, seperti pusing, detak jantung meningkat, mual disertai sakit kepala, lelah hingga napas yang tergesa-gesa dan mengganggu konsentrasi.

  • Sulit Tidur

Sulit tidur paling sering dialami, hal ini diakibatkan karena otak yang dipaksa terus berpikir yang mengakibatkan seseorang itu sulit untuk menutup mata. Kekhawatiran akan tumbuh dan membuat orang dalam kondisi ini membuat mereka tidak tenang. Hal inilah yang membuat mereka kekurangan tidur dan membuatnya kekurangan energi.

  • Nafsu Makan Berubah

Orang yang memikirkan sesuatu secara berlebihan akan berdampak pada perubahan nafsu makan mereka. Makan menjadi salah satu cara mengalihkan diri, terutama untuk seseorang dalam kondisi ini, pola makan mereka tidak akan teratur. Hal ini akan berdampak pada kesehatan pencernaan, risiko masalah kardiovaskuler hingga kesehatan kulit dan sistem kekebalan tubuh.

Read More

5 Cara Efektif Cegah Virus Corona

Novel Coronavirus 2019 adalah sebuah wabah penyakit coronavirus jenis baru yang sudah menyebar di banyak negara. Banyak negara yang tidak siap dengan virus ini dan memaksa untuk melakukan karantina wilayah sampai lock down. Infeksi virus ini dinamankan COVID-19 dan pertama kali ditemukan di Wuhan, China.

Diperkirakan virus ini berasal dari hewan kelelawar dan bisa menyebar ke sesame manusia. Penularan virus ini juga diperkirakan dengan cara menyentuh langsung percikan air liur saat bersin, batuk atau dahak. Saat seseorang terinfeksi COVID-19, gejala yang biasanya akan terasa mirip seperti gejala flu dan demam. Namun setelah itu, seseorang yang posotof terpapar COVID-19 akan merasakan sesak napas karena infeksi paru-paru (pneumonia).

Meskipun sudah menyebar di banyak negara, namun sampai saat ini belum ada pengobatan pasti yang bisa menyembuhkan COVID-19. Oleh karena itu, Organisasi KEsehatan Dunia (WHO) mengimbau kepada seluruh masyarakat agar waspada dan tidak menganggap virus ini sepele dan melakukan beberapa pencegahan, salah satunya adalah social distancing.

Agar mencegah virus ini semakin menyebar, berikut ini adalah lima cara efektif untuk cegah virus corona yang sebaiknya kamu lakukan, antara lain:

Rajin Mencuci Tangan

Mencuci tangan sesering mungkin adalah salah satu cara paling efektif dan sederhana untuk mencegah virus COVID-19. Tak hanya sering, cucilah tangan dengan cara yang benar dan menggunakan sabun. Kamu bisa mencuci tangan setelah bepergian dari luar atau setelah melakukan aktivitas. Cucilah tangan di air yang mengalir selama dua puluh detik. Pastikan seluruh permukaan tangan terkena sabun termasuk sela jari, kuku, punggung tangan dan pergelangan. Jika kamu mempunyai aktivitas di luar rumah, kamu bisa gunakan hans sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar kumas di tangan bisa hilang. Cucilah tangan dengan benar dan teratur terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, sebelum menyusui, setelah menyentuh hewan, membuang sampah dan setelah batuk atu bersin.

Gunakan Masker

COVID-19 bisa menular dari cairan air liur dan cairan yang keluar saat kita batuk atau bersin. Oleh karena itu, menggunakan masker akan membantu mencegah terkenanya cipratan bersin atau batuk dari orang lain atau sebaliknya. Masker yang efektif adalah masker bedah yang mempunyai dua sisi warna berbeda. Ada dua tipe masker yaitu masker bedah dan maske N95 yang bisa digunakan. Namun, tak sedikit pula yang menggunakan masker berbahan dasar kain. Untuk masker kain memang belum sepenuhnya efektif, untuk masker yang mempunyai dua Sisi warna berbeda, gunakanlah sisi berwarna putih berada di dalam karena terbuat dari material yang bisa menyerap kotoran.

Menjaga Daya Tahan Tubuh

Selanjutnya, kamu harus menjaga daya tahan tubuh dengan cara konsumsi makanan yang sehat seperti sayuran dan buah-buahan. Bila perlu, tambahkan juga suplemen yang bisa menjaga daya tahan tubuh. Tak hanya itu, lakukan olahraga secara rutin, tidur yang cukup tidak merokok, dan hindari mengonsumsi minuman beralkohol.

Tidak bepergian ke tempat terjangkit

Cina, india, Jepang, amerika, Italia, dan negara lain sudah banyak yang terkonfirmasi virus ini. Agar tidak tertular COVID-19, hindarilah bepergian ke negara negara yang sudah terpapar virus. Baik luar maupun dalam negeri, tempat yang sudah terinfeksi virus, bisa menyebarkan virus dengan cepat. Kamu juga disarankan untuk melakukan physical distancing dengan cara menjaga jarak dengan orang lain sekitar 1 meter.

Hindari kontak Dengan hewan yang berpotensi

Virus ini diduga kuat berasal dari hewan. Diduga disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan hewan tersebut secara langsung. Jika kamu ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging dan ikan tersebut bersih dan sudah dicuci dan dimasak secara matang.

Read More

Ini Penyebab dan Gejala Kanker Tiroid

Merupakan salah satu jenis kanker yang berkembang di kelenjar tiroid, kanker tiroid dapat terjadi karena perkembangan sel-sel  tiroid yang tidak normal. Kelenjar tiroid merupakan organ kecil yang terletak pada bagian depan leher seseorang, kelenjar ini berfungsi sebagai alat untuk mengatur metabolisme tubuh, tekanan darah, denyut jantung hingga suhu dan berat badan.

Kelenjar ini memiliki dua jenis sel berbeda, pertama sel folikuler dan kedua adalah sel parafolikuler atau juga disebut sel C. Sel kanker yang muncul dan berkembang di dalam tubuh tergantung pada sel apa yang terdampak, pada umumnya munculnya penyakit ini ditandai dengan gejala kemunculan benjolan pada kelenjar tiroid atau nodul.

Penyebab Kanker Tiroid

Perubahan DNA pada sel-sel yang terdapat dalam kelenjar tiroid merupakan penyebab utama munculnya penyakit ini. Kondisi tersebut dapat memunculkan benjolan pada tiroid yang bermutasi dan berkembang dengan pesat dan bahkan tak dapat terkendali. Sehingga menyebabkan sel-sel tersebut tak mudah mati.

Dalam kondisi seharusnya, sel-sel normal seharusnya digantikan dengan sel yang baru. Sel-sel tidak normal ini nantinya akan menyerang jaringan di sekitarnya yang berakibat pada pertumbuhan tumor. Penyebarannya pun berpotensi ke organ tubuh lain dan hal ini tentu membahayakan bagi seseorang yang mengalami kondisi ini.

Belum diketahui secara pasti penyebab yang memunculkan mutasi sel kelenjar tiroid hingga saat ini. Para ahli hanya meyakini bahwa kondisi tersebut muncul karena paparan radiasi yang tinggi dan memengaruhi keadaan tersebut. Khususnya bagi anak-anak yang tengah menjalani terapi radiasi pada bagian kepala hingga dada atas.

Termasuk juga paparan radiasi dari bencana-bencana nuklir, kondisi ini mampu meningkatkan risiko seseorang terjangkit penyakit ini khususnya pada anak-anak. Namun demikian, bukan tidak mungkin seorang dewasa juga turut terjangkit, dalam beberapa kasus sel kanker baru muncul dan berkembang ketika seseorang memasuki usia 40 setelah terkena paparan radiasi.

Gejala Munculnya Kanker

Gejala dan tanda munculnya penyakit ini pada umumnya tidak terlihat ketika di awal kemunculannya, namun dalam beberapa kasus munculnya kanker ini ditandai adanya benjolan atau nodul yang terdapat pada leher si penderitanya. Total sebanyak 75 persen masyarakat akan mengalami kondisi dengan gejala tersebut.

Benjolan ini pada awalnya bersifat jinak dan tidak membahayakan, dari seluruh presentase tersebut hanya satu persen keadaan yang membuat benjolan berpotensi berkembang menjadi kanker. Untuk mengetahui dan merasakan adanya benjolan ini, hanya dapat dilakukan dengan menyentuh atau menekannya.

Jika ditekan, benjolan ini tidak akan terasa sakit, namun memiliki tekstur keras dan juga tidak mudah bergeser ketika ditekan. Jika sel kanker ini berkembang, maka benjolan tersebut juga akan bertambah menjadi semakin besar. Terdapat beberapa gejala lain yang akan timbul jika seseorang terindikasi memiliki sel kanker.

Di antaranya adalah muncul pembengkakan di leher, suara penderita akan menjadi serak dan tak kunjung membaik. Sakit tenggorokan disertai sakit pada bagian leher, hal ini juga berdampak pada seseorang yang kesulitan menelan saat makan, selain itu juga kesulitan bernapas dan mengalami batuk.

Benjolan dari kelenjar tiroid sebenarnya merupakan kondisi yang cenderung tidak berbahaya, namun akan lebih baik ketika kondisi ini segera dikonsultasikan ke dokter. Keadaan tersebut bisa menjadi parah, terlebih ketika disertai dengan gejala kanker tiroid seperti yang disebutkan di atas sebagai bentuk antisipasi jika ternyata muncul sel kanker.

Read More

Histerektomi: Mengapa Diperlukan?

Histerektomi merupakan prosedur pembedahan yang dilakukan khusus wanita. Caranya adalah dengan mengangkat rahim (uterus). Tujuan histerektomi diterapkan adalah untuk mengetahui jika wanita mengalami penyakit tertentu pada tubuh.

Wanita yang telah melakukan histerektomi, mereka tidak akan merasakan menstruasi atau hamil lagi. Prosedur histerektomi terkadang tidak hanya mengangkat rahim wanita, dokter juga mengangkat indung telur (ovarium) dan tuba falopi.

Jenis Histerektomi

Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan dokter untuk mengangkat rahim di dalam tubuh. Tidak hanya meliputi rahim saja, bila perlu, dokter juga mengangkat organ tubuh lainnya. Histerektomi dapat dilakukan dengan empat proses yang berbeda, bergantung pada kondisi pasien. Proses yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Histerektomi parsial

Histerektomi parsial atau sebagian merupakan prosedur yang diterapkan dengan mengangkat rahim wanita. Serviks tidak perlu diangkat.

  • Histerektomi total

Histerektomi total merupakan prosedur yang diterapkan dengan mengangkat rahim dan serviks wanita.

  • Histerektomi total dengan salpingo-oophorectomy bilateral

Histerektomi total dengan salpingo-oophorectomy merupakan prosedur yang diterapkan dengan mengangkat rahim, serviks, tuba falopi, dan indung telur.

  • Histerektomi radikal

Histerektomi radikal merupakan prosedur yang diterapkan dengan mengangkat rahim dan jaringan sekitar rahim berupa vagina, indung telur, dan kelenjar getah bening.

Alasan Histerektomi Penting Untuk Dilakukan

Histerektomi adalah cara yang tepat untuk mencegah terjadinya penyakit kanker rahim dan kanker serviks. Histerektomi bisa digabungkan dengan terapi radiasi atau kemoterapi.

Selain itu, histerektomi merupakan cara alternatif bagi wanita setelah mereka menggunakan metode lain untuk mengobati kondisi tubuh. Kondisi medis yang menungkinkan terjadi pada wanita sehingga perlu menggunakan histerektomi meliputi:

  • Fibroid rahim (miom)

Fibroid rahim atau miom merupakan kondisi medis yang meliputi tumor jinak. Tumor jinak menyebabkan pendarahan persisten, anemia, atau tekanan pada kantung kemih.

  • Endometriosis

Endometriosis terjadi karena jaringan abnormal tumbuh keluar dari rahim. Jaringan abnormal yang keluar dari rahim bisa saja terjadi di indung telur, tuba falopi, atau organ perut lainnya.

  • Prolaps uterus

Prolaps uterus disebabkan oleh adanya penurunan rahim dari panggul. Jaringan penyokong dan jaringan ikat yang lemah menimbulkan penurunan rahim.

  • Pendarahan vagina abnormal

Pendarahan vagina abnormal memicu seseorang mengalami pendarahan hebat yang tidak teratur pada setiap siklus haid. Pendarahan ini terjadi dalam waktu yang lama.

  • Nyeri panggul

Nyeri panggul disebabkan oleh radang panggul kronis.

Ketentuan Untuk Menjalankan Histerektomi

Histerektomi adalah pengobatan yang tepat bagi wanita yang mengalami kondisi pada tubuh yang sesuai keterangan di atas. Jika seorang wanita ingin menjalankan histerektomi, ada kriteria yang perlu diketahui. Kriteria untuk menjalankan histerektomi antara lain:

  • Kanker rahim atau kanker serviks

Setiap wanita dapat menjalankan operasi histerektomi untuk mencegah kanker rahim atau kanker serviks.

  • Penyakit rahim lainnya

Histerektomi adalah pengobatan alternatif bagi wanita yang mengalami penyakit rahim lain, terutama bagi mereka yang sudah memasuki usia menopause (lebih dari 40 tahun).

Prosedur Histerektomi

Tahap awal histerektomi dimulai dengan membius total pasien agar pasien tidak menyadarkan diri ketika proses tersebut berlangsung. Dokter kemudian mengosongkan kandung kemih. Caranya dengan memasang selang urine.

Setelah mengosongkan urine, dokter membersihkan vagina dan perut pasien dengan menggunakan cairan steril. Setelah itu, untuk mengangkat rahim pasien, dokter perlu memberikan sayatan. Setelah dokter selesai melakukan histerektomi, kondisi pasien akan dipantau di ruang pemulihan. Setelah pasien menunjukkan tanda-tanda vital (menyadarkan diri), mereka bisa dibawa ke ruang perawatan biasa.

Meskipun setiap wanita dianjurkan untuk menjalankan histerektomi jika terindikasi penyakit seperti kanker serviks, ada risiko yang perlu diketahui yang mungkin terjadi setelah selesai melakukan operasi. Wanita kemungkinan mengalami risiko berupa pendarahan hebat, pembentukan gumpalan darah, infeksi, penyumbatan pada saluran usus, dan kesulitan untuk menahan buang air kecil.

Walaupun risikonya menunjukkan gejala tidak teratur demikian, histerektomi bukan berarti prosedur yang berbahaya. Jika Anda perlu melakukan histerektomi, Anda sebaiknya bicarakan masalah tersebut dengan dokter supaya Anda mendapatkan arahan yang tepat untuk menjalankan operasi ini.

Read More

Kehamilan Ektopik, Kelainan yang Begitu Membahayakan Kondisi Kesehatan

Kehamilan secara normal terjadi saat telur yang dibuahi dan berkembang menjadi janin berada dan tumbuh di dalam rahim. Namun, ternyata ada satu kondisi kelainan pada kehamilan, yakni kehamilan ektopik.

Yang dinamakan kehamilan ektopik adalah ketika telur yang dibuahi tidak berada pada tempat yang seharusnya. Posisinya bisa di mana saja, tetapi umumnya bakal janin itu “hinggap” di tuba falopi. Tuba falopi sendiri adalah saluran yang menghubungkan kantung telur (ovarium) dan rahim.

Kehamilan ektopik berbeda dengan kehamilan ekstra uterin. Kehamilan ekstra uterin terjadi di luar kavum uteri, tetapi masih di dalam rahim. Meski demikian, kehamilan ekstra uterin juga dikatakan bersifat ektopik. Jika melihat lokasinya, sekitar 95-98 persen kehamilan ektopik berada di tuba. Sisanya terjadi di rahim, ovarium (indung telur), rongga perut primer dan sekunder, serta kehamilan kombinasi. Disebut kehamilan kombinasi kala kehamilan ektopik dan intra uterin terjadi secara bersamaan.

Kehamilan ektopik terjadi ketika telur yang dibuahi tersangkut saat menuju ke rahim. Hal ini seringkali disebabkan oleh rusaknya saluran tuba falopi karena peradangan atau cacat. Ketidakseimbangan hormon atau perkembangan yang tidak normal dari telur yang dibuahi juga dapat menjadi penyebab kehamilan ektopik.

Kondisi ini memang amat jarang terjadi, persentasenya kurang lebih 1 dari 50 kehamilan. “Kelainan” ini amat membahayakan bagi ibu hamil. Barang tentu si janin jua. Pasalnya, telur yang telah terbuahi ini tak dapat berkembang secara sempurna lantaran berada di tempat yang tidak seharusnya. Ujung-ujungnya, bakal bayi ini tak dapat bertahan dan pertumbuhannya justru akan mengancam nyawa si ibu.

Berdasarkan fakta di lapangan, ini adalah salah satu penyebab terbesar kematian ibu pada triwulan pertama kehamilan. Minimnya deteksi dini dan pengobatan setelah diketahui adanya kehamilan ektopik menjadi penyumbang besarnya angka kematian ibu.

Selain itu, berikut adalah kondisi membahayakan lain yang mungkin bisa dialami ibu hamil lantaran kehamilan ektopik:

  1. Nyeri pada panggul dan perut

Nyeri dapat terasa pada salah satu sisi dari bagian panggul hingga perut bagian bawah. Nyeri dapat terasa hingga seluruh bagian perut. Biasanya nyeri akan terasa sangat hebat. Sifat nyerinya sangat tajam dan membuat perut terasa seperti di remas. Biasanya penderita sampai tidak dapat melakukan aktivitas akibat nyerinya.

  • Bercak darah pada vagina

Pardarahan bisa terjadi akibat proses abortus dari saluran tuba sehingga darah akan mengalir ke rahim dan keluar melalui vagina. Darah sendiri dapat berupa flek bercak darah. Selain itu, warna darah yang keluar dapat seperti darah menstruasi atau mungkin coklat dan gelap.

  • Perdarahan hebat

Apa bila kehamilan ektopik semakin berlanjut maka dapat mengakibatkan terjadinya perdarahan hebat. Hal ini merupakan lanjutan yang lebih parah dari flek bercak darah yang sebelumnya. Perdarahan hebat terjadi saat saluran tuba falopi pecah. Ketika terjadi perdarahan atau pecahnya tuba falopi, penanganan dengan operasi harus segera dilakukan untuk menyelamatkan nyawa ibu.

  • Anemia

Apabila saluran tuba falopi telah pecah hingga menyebabkan terjadinya perdarahan hebat, maka ibu hamil tersebut berisiko mengalami anemia atau kekurangan. Kasus anemia yang terjadi akibat perdarahan sangat banyak. Bahkan keadaan ini amat membahayakan jiwa. Banyak ibu hamil tak mampu ditolong akibat perdarahan yang terus terjadi.

  • Hilang kesadaran

Pingsan atau koma dapat terjadi lantaran anemia. Anemia hebat ini menyebabkan terjadinya syok hipovolemik. Hal ini juga berisiko menyebabkan kematian pada ibu hamil.

  • Nyeri pada bagian dubur saat BAB

Nyeri perut ini akan dirasakan ibu hamil seperti hendak melahirkan. Nyeri perut ini dapat meluas hingga daerah punggung.

Yang menyedihkan dari kasus ini adalah, kehamilan ektopik tidak pernah benar-benar bisa dicegah. Pasalnya, semuanya bergantung betul pada kondisi dari organ reproduksi si ibu. Yang bisa Anda lakukan hanyalah mengurangi faktor-faktor risikonya.

Read More

Cara Cepat Menghilangkan Sakit Leher

Leher Anda terdiri dari tulang belakang yang memanjang dari tengkorak ke tubuh bagian atas. Tulang, ligamen, dan otot leher Anda menopang kepala Anda dan memungkinkan untuk bergerak. Kelainan, peradangan, atau cedera apa pun dapat menyebabkan sakit leher atau kekakuan pada leher.

Beberapa kasus sakit leher dapat diobati di rumah, khususnya sakit leher yang masih tergolong ringan. Jika Anda memiliki sakit leher ringan dan umum, Anda dapat mencoba beberapa cara untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi kekakuan leher. 

Berikut cara-cara yang dapat Anda lakukan:

  1. Gunakan es atau panas

Letakkan es selama 20 menit dalam jangka waktu beberapa kali sehari untuk membantu meredakan radang leher Anda. Secara bergantian, Anda juga dapat menggunakan panas untuk meredakan sakit leher, seperti mandi air hangat atau menggunakan bantal pemanas.

  1. Konsumsi obat penghilang rasa sakit 

Untuk membantu menghilang rasa sakit di leher, Anda dapat membeli obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas seperti:

  • Ibuprofen (Motrin, Advil)
  • Naproxen sodium (Aleve)
  • Acetaminophen (Tylenol)
  1. Meregangkan otot

Peregangan dapat membantu meringankan rasa sakit dan kekakuan pada leher Anda. Sangat penting untuk melakukan peregangan secara lembut dan perlahan. Anda dapat menggunakan bantal pemanas atau mandi air hangat sebelum melakukan peregangan.

Peregangan yang dapat Anda lakukan antara lain:

  • Memutar bahu Anda ke belakang lalu ke depan dalam bentuk lingkaran.
  • Tekan bilah bahu Anda secara bersamaan dan tahan posisi selama beberapa detik, lalu ulangi.
  • Secara perlahan putar kepala Anda dari sisi ke sisi.
  1. Massage 

Massage atau pijat yang dilakukan oleh praktisi terlatih dapat membantu melonggarkan dan meregangkan otot leher dan punggung Anda.

  1. Akupunktur

Akupunktur merupakan salah satu perawatan dengan memasukkan jarum ke titik-titik tekanan spesifik pada tubuh Anda. 

  1. Membatasi aktivitas fisik

Jika kekakuan dan sakit leher Anda mulai terasa setelah melakukan aktivitas fisik, Anda harus membatasi aktivitas tersebut sampai sakit di leher Anda menghilang. Selain itu, Anda juga disarankan untuk membatasi aktivitas berat dan aktivitas yang dapat memperburuk otot leher Anda setiap kali Anda mengalami sakit leher.

  1. Mengurangi stres

Stres dapat menyebabkan otot Anda tegang. Mengurangi stres dapat membantu mengobati dan mencegah sakit dan kekakuan pada leher. Berikut cara-cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi stres:

  • Mendengarkan musik
  • Meditasi
  • Berlibur atau istirahat
  • Melakukan sesuatu yang Anda nikmati
  1. Berolahraga secara teratur

Olahraga dapat membantu memperkuat otot Anda untuk mencegah cedera. Olahraga juga dapat membantu Anda memperbaiki postur tubuh untuk meredakan dan mencegah sakit leher. Selain itu, olahraga juga menjadi salah satu cara yang bagus untuk menghilangkan stres yang mungkin menyebabkan leher Anda kaku.

Jika rasa sakit pada leher mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Read More

Segala Hal Tentang Shin Splints yang Anda Harus Ketahui

Shin splints juga dikenal dengan sebutan sindrom stres tibial medial. Cedera ini disebabkan karena adanya tekanan pada tulang kering dan jaringan ikat yang melekatkan otot ke tulang. Jika Anda mengalami ini, cedera yang meradang akan terasa sangat menyakitkan.

Penyebab Shin Splints

  • Cedera saat melangkah
  • Sepatu yang tidak pas dan tidak sesuai dengan aktivitas
  • Berolahraga tanpa pemanasan atau peregangan
  • Pergelangan kaki, pinggul, dan otot inti yang lemah

Apabila Anda memiliki aktivitas yang padat dan berat, shin splints dapat terjadi jika Anda melakukan gerakan atau perubahan mendadak seperti latihan yang lebih intens, lebih sering, atau lebih lama.

Pengobatan Shin Splints
Pada dasarnya, shin splints dapat sembuh dengan sendirinya. Jika Anda merasakan rasa sakit yang luar biasa, segeralah temui dokter untuk mendapatkan pemeriksaan fisik yang menyeluruh. Mungkin dokter juga akan mengambil foto X-ray atau scan tulang untuk mencari fraktur pada tulang kering.

  1. Istirahatkan tubuh. Beristirahatlah untuk memberi waktu pada bagian tubuh yang cedera agar bisa kembali pulih.
  2. Kompres tulang kering Anda dengan es. Penggunaan es ini penting untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak. Lakukan selama 20-30 menit setiap 3 hingga 4 jam selama 2 hingga 3 hari, atau sampai rasa sakit hilang.
  3. Gunakan perban. Perban ini sangat penting untuk mencegah pembengkakan berlebihan.
  4. Konsumsi obat penghilang rasa sakit anti-inflamasi. Obat-obatan ini berguna dalam membantu meredakan rasa sakit dan pembengkakan. Tanyakan rekomendasi dokter untuk obat yang tepat agar dapat mempertimbangkan dosis dan efek sampingnya.

Tanda Shin Splints Sudah Sembuh
Setelah melakukan perawatan rumah, cedera akan segera membaik yang ditandai dengan

  • Kaki yang cedera sudah mulai fleksibel seperti kaki yang lain
  • Kaki yang cedera sudah mulai kuat seperti kaki yang lain
  • Anda mulai dapat menggerakkan kaki dengan keras pada area yang biasanya menyakitkan
  • Anda mulai bisa berjalan, berlari, dan melompat tanpa rasa sakit

Dalam proses penyembuhannya, shin splints tidak dapat diprediksi kapan dapat pulih dan sembuh. Kondisi ini tergantung pada apa yang menjadi penyebab cedera dan seberapa parah cedera yang terjadi. Yang paling penting, Anda tidak boleh terburu-buru untuk kembali melakukan aktivitas fisik tinggi seperti olahraga. Jika Anda memaksakan diri untuk berolahraga sebelum cedera sembuh, Anda dapat memperparah cedera hingga menjadi permanen.

Jika shin splints yang Anda alami tidak membaik atau kambuh kembali, segeralah konsultasi pada dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Biasanya, dokter akan merekomendasikan Anda untuk mendatangi ahli terapi fisik. Dengan menjalani terapi, Anda akan melalui serangkaian proses terapi agar kaki Anda dapat kembali bergerak. Seorang terapis juga dapat membantu meringankan rasa sakit dan membantu Anda kembali beraktivitas fisik.

Read More