Category Penyakit

Kenali Penyebab Timbulnya Bisul di Payudara

Bisul di payudara biasanya terjadi pada wanita yang menyusui. Namun, tidak menutup kemungkinan wanita yang tidak menyusui juga mengalaminya. Bisul adalah sumbatan folikel rambut atau kelenjar keringat yang terinfeksi. Hal ini umum muncul di ketiak, paha dalam, hingga area wajah. Selain itu, bisul ini juga umum terjadi di bawah serta di antara payudara kanan dan kiri. Ketika ini terjadi, artinya ada infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Bisul di payudara bisa sembuh dengan sendirinya selama kebersihannya tetap terjaga. Selain itu, pastikan tidak memecah bisul sendiri di rumah karena dapat memperparah infeksi.

Bisul subareolar adalah infeksi payudara yang dapat dialami wanita yang sedang tidak menyusui. Benjolan berisi nanah ini muncul tepat di bawah areola, yaitu bagian kulit yang berwarna cokelat di sekitar puting. Bisul di payudara yang disebabkan oleh bisul subareolar menimbulkan rasa sakit di area areola. Benjolan yang muncul di sekitar areola ini bisa mengeluarkan nanah ketika dipencet atau terluka.

Jika tidak ditangani, infeksi tersebut bisa menyebabkan terjadinya abses payudara.  Kondisi ini dapat menyebabkan gejala berupa payudara membengkak, nyeri, dan demam. Abses payudara juga berpotensi menyebabkan terbentuknya fistula di payudara, yaitu saluran atau lubang pada kulit payudara. Bisul di payudara akan terlihat seperti benjolan berwarna kemerahan di bawah lapisan kulit. Beberapa ciri-ciri bisul di payudara adalah:

  • Terasa nyeri saat disentuh
  • Bagian tengah berwarna putih atau kekuningan
  • Muncul nanah dalam waktu 24 jam setelah benjolan muncul
  • Mengeluarkan cairan berwarna bening, putih, atau kekuningan
  • Bengkak di area sekitar bisul

Terkadang orang yang mengalami bisul di payudara juga merasakan demam, gatal di sekitar bisul, serta iritasi. Adanya bisul payudara ini menandakan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus di dalam folikel rambut atau kelenjar keringat. Selain bakteri, bisul payudara juga bisa terjadi karena pertumbuhan jamur yang memang ada di permukaan kulit.

Selain penanganan bisul di payudara di rumah, terkadang diperlukan langkah medis. Umumnya, hal ini diperlukan apabila bisul tak kunjung kering setelah 2 pekan atau terus membesar. Apabila muncul gejala lain seperti demam, mungkin juga menandakan perlunya penanganan medis.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang bisul di payudara yang terjadi, dokter akan melakukan swab di kulit dan juga pemeriksaan darah. Selanjutnya, dokter akan memberikan obat antibiotik untuk melawan infeksi. Pasien harus mengonsumsi antibiotik hingga tuntas sesuai dengan instruksi dokter.

Adanya bisul di payudara tentu membuat seseorang merasa tidak nyaman. Gesekan dengan pakaian dalam atau tanpa sengaja tertekan bisa menimbulkan rasa nyeri.Pada dasarnya, ada cara yang bisa dilakukan agar bisul di payudara tidak muncul, seperti:

  • Mandi teratur menggunakan sabun yang cocok
  • Mencuci dan mengganti bra secara berkala
  • Memakai bra sesuai ukuran untuk menghindari gesekan berlebih
  • Segera mengganti pakaian apabila berkeringat atau basah
  • Mengonsumsi makanan bergizi
  • Rajin berolahraga untuk meningkatkan imunitas
  • Tidak merokok
  • Menjaga berat badan ideal atau menghindari obesitas

Jika bisul di payudara terus muncul, bisa jadi pengaruhnya ada pada gaya hidup. Kebiasaan buruk merokok, pola makan tidak seimbang, dan juga kelebihan berat badan bisa menjadi pemicu berulangnya mengalami bisul payudara.

Read More

Infeksi Bakteri E-Coli: Apa Yang Perlu Diketahui?

Infeksi bakteri E. coli (Escherichia coli) merupakan jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri E. coli dan terjadi tidak hanya pada saluran pencernaan, namun juga terjadi pada saluran kemih, saluran pernafasan, dan sistem saraf.

Gejala

Infeksi bakteri E-coli lebih sering terjadi pada saluran pencernaan. Seseorang yang mengalami infeksi bakteri E. coli bisa mengalami gejala sebagai berikut:

  • Nyeri di bagian perut secara mendadak.
  • Diare cair dalam waktu beberapa jam setelah nyeri secara mendadak.
  • Diare yang disertai dengan darah karena adanya kerusakan pada usus akibat toksin E. coli.
  • Dehidrasi.
  • Demam.
  • Mual.
  • Muntah.

Faktor Risiko

Pada umumnya, infeksi bakteri E. coli dapat menyerang siapapun. Namun, anak-anak dan lansia memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap gangguan tersebut sehingga menyebabkan komplikasi gagal ginjal.

Penyebab

Salah satu tipe bakteri E. coli yang menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan adalah tipe O157:H7. Tipe bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat memicu kerusakan pada dinding usus sehingga membuat penderita mengalami diare yang disertai dengan darah.

Tidak hanya disebabkan oleh tipe bakteri E. coli, infeksi bakteri E. coli juga bisa disebabkan oleh kontak dengan orang lain. Orang yang terkontaminasi oleh bakteri E. coli, jika menyentuh orang lain atau benda-benda di sekitarnya, dapat menyebarkan bakteri tersebut.

Infeksi bakteri E. coli juga disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi seperti daging yang tidak matang atau sayur mentah.

Diagnosis

Jika Anda terkena infeksi bakteri E. coli, Anda sebaiknya periksa ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis. Dokter perlu periksa kondisi Anda terlebih dahulu. Setelah itu, dokter dapat melakukan diagnosis dengan mengambil sampel tinja dimana sampel tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter menggunakan mikroskop untuk melihat sampel pasien apakah terdapat bakteri E. coli atau tidak. Dokter juga akan menyarankan pasien untuk melakukan uji kultur untuk mengetahui toksin apa yang diproduksi.

Pengobatan

Jika pasien mengalami infeksi bakteri E. coli ringan, maka pengobatan yang dapat dilakukan adalah beristirahat dan menjaga tubuh agar tetap terhidrasi. Jika pasien mengalami infeksi bakteri E. coli berat, mereka mungkin perlu dirawat di rumah sakit dan perlu menjalani terapi cairan dan terapi lainnya yang dapat mengatasi masalah tersebut.

Pasien tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat diare karena dapat memperlambat saluran pencernaan dan pengeluaran toksin oleh tubuh dari saluran cerna. Obat antibiotik juga tidak dapat membantu mengatasi masalah tersebut karena akan menyebabkan komplikasi serius pada tubuh.

Pencegahan

Selain pengobatan di atas, pasien juga dihimbau untuk melakukan beberapa hal di bawah untuk mencegah infeksi bakteri E. coli:

  • Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dengan sabun.
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat seperti daging yang dimasak dengan matang.
  • Menjaga kebersihan benda-benda yang ingin dipakai seperti menggunakan cairan pembersih pada benda-benda tersebut.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda ingin bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat bakteri E. coli.
  • Daftar obat yang Anda gunakan.

Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter dapat menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala akibat bakteri E. coli terjadi?
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Apakah makanan yang Anda konsumsi dimasak dengan matang?

Kesimpulan

Infeksi bakteri E. coli merupakan gangguan yang serius pada tubuh sehingga perlu diwaspadai. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah seperti ini, Anda sebaiknya lakukan cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang bakteri E. coli, Anda dapat tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Read More

Gangguan Dismorfik Tubuh Berpotensi Merusak Mentalitas Seseorang

Kondisi fisik seseorang menjadi isu penting di dalam kehidupan manusia. Tubuh tidak sekadar seonggok daging di dalam perjalanan kebudayaan manusia. Namun, lebih dari itu, banyak sekali arti atau nilai-nilai yang bermula dari sana. Tidak mengagetkan bahwa banyak orang yang mendewakan kondisi fisik atau tubuh di dalam hidupnya. Berangkat dari sana, mungkin, gangguan dismorfik tubuh dikenal.

Gangguan dismorfik tubuh atau body dysmorphic disorder adalah perasaan cemas atau khawatir yang dirasakan seseorang mengenai kondisi fisik tubuhnya. Gangguan atau kondisi ini muncul “dari dalam” atau dari sisi psikologis kita. Hingga pada akhirnya gangguan dismorfik tubuh ini masuk ke dalam golongan gangguan mental.

Siapa saja dapat mengalami gangguan dismorfik tubuh. Hal ini masuk akal lantaran, seperti kata orang bijak, no bodies perfect atau tiada satu orang pun yang terlahir sempurna di dunia ini. Secantik atau setampan apa pun seseorang, pasti ada saja hal-hal yang dirasa “kurang baik” berdasarkan dirinya sendiri maupun orang lain. Namun, dikatakan bahwa gangguan dismorfik tubuh cenderung diderita oleh para remaja.

Gangguan dismorfik tubuh dan gangguan mental merupakan hubungan dua arah. Artinya, satu sama lain bisa saling mempengaruhi. Dengan kata lain, gangguan mental dapat menyebabkan gangguan dismorfik tubuh dan gangguan dismorfik tubuh berpotensi merusak mentalitas atau kondisi psikologis seseorang.

Pengidap kondisi ini cenderung merasa malu dan resah karena selalu menganggap fisiknya lebih buruk dari yang lain. Hal tersebut kemudian akan memicu pengidapnya untuk menghindari berbagai macam situasi sosial. Bagi pengidap kondisi ini yang memiliki cukup uang untuk melakukan operasi bedah plastik, mereka tidak akan segan melakukan tindakan tersebut demi memperbaiki penampilan fisik mereka.

Kendati semua bagian tubuh dapat dijadikan alasan atau pemicu seseorang mengalami gangguan dismorfik tubuh, tetapi ada beberapa anggota tubuh yang paling sering atau populer dijadikan kambing hitam, seperti:

  • Ukuran penis (terlalu besar atau kecil);
  • Ukuran payudara (terlalu besar atau kecil);
  • Ukuran paha (terlalu besar atau kecil);
  • Bentuk hidung yang tidak mancung;
  • Kulit keriput, berjerawat, atau adanya bekas luka;
  • Rambut tipis, rontok, atau botak.

Nah, jika kondisi fisik “yang tidak sempurna” tersebut amat mengganggu penderitanya, bukan tidak mungkin mereka akan terus terjerumus ke dalam gangguan mental atau psikologis yang lebih mengkhawatirkan, seperti:

  • Depresi. Kondisi ini akan ditandai dengan selalu merasa rendah diri, merasa tidak berharga, merasa cemas, dan khawatir berlebihan. Selain itu seseorang yang mengalami depresi bisa menjadi mudah marah dan sensitif, sulit fokus dan berkonsentrasi, bahkan timbul ide untuk bunuh diri.
  • Obsessive compulsive disorder. Kondisi ini akan ditandai dengan pikiran yang mengganggu, dan timbulnya pikiran obsesif dan perilaku kompulsif. Biasanya pengidap hanya mengalami pikiran obsesif tanpa disertai dengan perilaku kompulsif, pun sebaliknya.

Tak hanya masalah-masalah gangguan psikologis yang serius. Seseorang yang mengalami gangguan dismorfik tubuh parah, yang kondisi mental dan psikologisnya sudah hancur bisa lari ke penyalahgunaan narkotika dan penggunaan zat aditif lain (NAPZA).

Memakai obat-obatan terlarang cenderung dialami oleh seseorang dengan gangguan mental tertentu. Pemakaian barang ini awalnya bertujuan untuk meredakan gejala yang dirasa. Akan tetapi biasanya ia akan kecanduan dan tak mampu mengontrol kondisi itu.

Salah satu hal yang paling mungkin dilakukan manusia untuk mengatasi atau terhindar dari gangguan dismorfik tubuh adalah bersyukur dan memiliki rasa penerimaan terhadap diri. Dengan begitu, kekurangan yang ada di diri masing-masing tidak akan membuat seseorang menjadi minder atau terpuruk.

Read More

Kenali Gejala dan Cara Mengobati Demam Kuning

Demam kuning (yellow fever) adalah penyakit hemoragik virus akut yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Disebut demam kuning karena badan akan tampak menguning atau jaundice.

Virus penyebab demam kuning ini biasanya ditemukan di area Afrika, Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Virus ini akan merusak hati, ginjal, jantung, dan organ tubuh lain jika tertular pada manusia.

Penyebab Demam Kuning

Sesuai dengan namanya, yellow fever juga disebabkan oleh virus yellow fever yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi virus tersebut.

Melalui kontak biasa, seseornag yang terinfeksi tidak bisa menularkannya pada orang lain. Namun, bisa ditularkan melalui darah jika menggunakan jarum yang sudah terkontaminasi.

Virus yellow fever ini bisa dibawa oleh nyamuuk dengan spesies Aedes dan Kaemogogus. Spesies nyamuk tersebut tinggal di berbagai habitat seperti di sekitar rumah, di hutan, atau di keduanya. Selain pada manusia, penularan virus demam kuning ini juga dapat ditularkan pada monyet.

Nyamuk yang menggigit manusia atau monyet yang terinfeksi, maka virus masuk ke dalam darah nyamuk. Virus akan bersirkulasi dan menetap di kelenjar ludah. Lalu, saat nyamuk yang sudah terinfeksi tersevut menggigit manusia atau monyet lain, maka virus akan masuk ke aliran darah yang digigit sehingga penyakit kemudian menular.

Gejala Seseorang Menderita Demam Kuning

Gejala yang paling umum dari penyakit demam kuning ini adalah demam dan kulit menjadi kekuningan. Kulit menguning akibat terjadinya kerusakan pada hati. Biasanya gejala akan muncul di hari ke 3-6 setelah seseorang terinfeksi dan akan hilang sampai dengan 24 jam. Gejala awal pun hampir mirip dengan gejala infeksi virus influenza. Berikut gejalanya:

  • Terasa nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Demam
  • Meriang
  • Sakit kepala

Gejala Fase Akut

Fase akut biasanya berlangsung selama 3-4 hari. Gejalanya dapat berupa:

  • Demam
  • Penderita akan kehilangan nafsu makan
  • Terasa sakit kepala
  • Nyeri sendiri
  • Menggigil
  • Flushing
  • Sakit punggung
  • Merasa nyeri otot

Setelah melewati fase akut berakhir, sebagian orang akan sembuh dari demam kuning. Tetapi sebagian orang juga akan masuk pada fase toksik atau fase yang lebih serius.

Gejala Demam Kuning Fase Toksik

Ada beberapa kasus yang gejala di fase akut kembali lagi bahkan disertai dengan gejala yang lebih serius lagi yang masuk fase toksik. Gejalanya berupa:

  • Kejang
  • Frekuensi buang air kecil menurun
  • Perut terasa sakit
  • Mengalami pendarahan dari mulut, hidung, dan mata
  • Mengalami gagal hati dan ginjal
  • Terjadi maslah pada irama jantung
  • Penderita mengigau
  • Mata dan kulit berwarna kekuningan
  • Muntah yang terkadang disertai darah

Umumnya fase toksik demam kuning ini tergolong serius dan fatal. Namun, tidak banyak dari kasus demam kuning yang masuk fase toksik, hanya sekitar 15 persen saja.

Cara Mengobati Demam Kuning

Sebenarnya belum ada yang dapat menyembuhkan penyakit demam kuning ini. Akan tetapi ada beberapa perawatan yang dapat meringankan gejala yellow fever, yaitu:

  • Bagi penderita demam kuning yang sudah menunjukkan gejala serius harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan agar efektif dan dilakukan observasi yang ketat
  • Jika Anda pulang dari perjalanan dan merasakan gejala demam kuning, usahakan agar tidak digigit nyamuk untuk menghindari penyebaran infeksi demam kuning melalui gigitan nyamuk
  • Apabila Anda merasa gejala demam kuning, sebaiknya hindari konsumsi obat-obatan seperti aspirin atau antiperadangan nonsteroid. Hal ini untuk mengurangi risiko pendarahan.
  • Penderita demam kuning sebaiknya memperbanyak istirahat, minum cairan, serta mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit atau obat penurun demam agar rasa sakit berkurang yang diderita.
Read More

Whiplash: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Whiplash atau cedera lecutan merupakan cedera yang menyebabkan gerakan maju dan mundur pada leher dengan cepat, kuat, dan tidak terkendali. Umumnya, cedera ini terjadi akibat kecelakan kendaraan bermotor. Cedera lecutan tidak mengancam jiwa, tetapi bisa menyebabkan cacat parsial dalam jangka waktu yang lama jika tidak segera ditangani. Bahkan, biaya medis untuk menangani kasus ini pun tidak sedikit.

Whiplash bisa bersifat kronis, artinya gejala bisa saja tidak langsung muncul setelah Anda pulih dari perawatan. Namun, dapat muncul dalam beberapa waktu setelah Anda keluar dari rumah sakit. Oleh sebab itu, penting sekali untuk memastikan pasca pengobatan kecelakaan, kondisi tubuh Anda sudah membaik atau belum secara fisik dan mental.

Penyebab whiplash.

Umumnya, whiplash disebabkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor. Saat kecelakaan terjadi,  orang berada di dalam mobil yang tidak bergerak, lalu ditabrak oleh kendaraan lain dari arah belakang.

Adanya tumbukan dari belakang ini menyebabkan kepala dan leher dipaksa mundur (hiperekstensi) ketika tubuh terdorong ke depan, sehingga kepala dan leher yang tidak terkendali jatuh ke belakang. Setelah beberapa saat, kepala dan leher bergerak maju ke depan (hiperfleksi). Gerakan tumbukan tersebut dapat melukai bagian tulang belakang, cakram di antara tulang, ligamen, otot, saraf, dan jaringan leher lainnya.

Penyebab cedera lecutan leher lainnya adalah serangan fisik dan cedera olahraga, seperti football tackles dan tabrakan saat berolahraga. Selain itu, cedera saat menunggang kuda, terjatuh dengan posisi kepala tersentak ke belakang, dan kecelakaan bersepeda juga dapat menyebabkan whiplash.

Gejala whiplash.

Biasanya, gejala whiplash akan muncul dalam waktu 24 jam setelah kecelakaan terjadi. Namun, bisa juga gejala berkembang beberapa hari bahkan beberapa minggu setelahnya. Gejala yang sering terjadi pada orang yang mengalami cedera lecutan adalah sebagai berikut.

  • Pusing.
  • Sakit punggung.
  • Tubuh kelelahan.
  • Sakit dan kaku pada bagian leher dan bahu.
  • Sakit kepala, terutama di bagian pangkal tengkorak.
  • Kelelahan di bagian lengan hingga mati rasa.

Dalam kasus yang lebih parah, whiplash dapat menyebabkan seseorang mengalami:

  • Stres dan depresi.
  • Cepat marah.
  • Gangguan tidur atau insomnia.
  • Gangguan penglihatan.
  • Dering di telinga (tinnitus).
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Daya ingat menurun.

Diagnosis medis terkait whiplash.

Dalam kasus yang ringan, whiplash dapat diobati dengan obat bebas dan penggunaan es di bagian leher selama beberapa menit. Namun, jika kondisi cedera sudah semakin parah, maka segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan rontgen untuk memastikan cedera yang sedang terjadi.

Jika hasil rontgen normal, tetapi Anda masih mengalami nyeri leher, Anda akan diminta kembali lagi seminggu kemudian. Dokter akan melakukan rontgen lagi untuk melihat apakah ada perubahan. Jika masih khawatir tentang cedera pada jaringan lunak di sekitar leher, tes lain berupa CT scan dan MRI mungkin akan dilakukan. Ini bertujuan menilai tingkat kerusakan atau peradangan pada jaringan lunak, sumsum tulang belakang, dan saraf.

Cara mengatasi whiplash.

Umumnya, perawatan cedera whiplash tidaklah rumit. Dokter akan memberikan Anda obat penghilang rasa sakit, seperti tylenol atau aspirin. Tingkat cedera yang lebih parah akan diberikan obat relaksan untuk mengurangi kejang otot.

Selain obat-obatan, penyembuhan whiplash juga dilakukan dengan terapi fisik, seperti:

  • Kompres dengan es atau air hangat ke area yang cedera.
  • Melakukan latihan sederhana untuk membangun kekuatan dan kelenturan di bagian leher.
  • Menggunakan kerah busa untuk menjaga leher Anda tetap stabil. Sebaiknya, kerah busa tidak digunakan setelah lebih dari tiga jam dan hanya boleh digunakan beberapa hari pertama saja.

Jika Anda berada dalam kondisi pasca kecelakaan tertentu, pastikan seluruh bagian dalam tubuh diperiksa dengan baik. Semakin cepat whiplash terdeteksi, maka semakin mudah untuk ditangani. Cedera lecutan yang dibiarkan akan menyebabkan Anda mengalami ketidaknyamanan, ketergantungan pada obat, dan biaya pengobatan yang lebih besar. Segera periksakan ke rumah sakit terdekat jika gejala yang muncul semakin parah.

Read More

Beberapa Cara untuk Menghilangkan Xanthelasma

Jika Anda memiliki bercak kuning bergelombang di sudut dalam kelopak mata Anda atau di sekitar mata Anda, Anda mungkin memiliki kondisi yang dikenal sebagai xanthelasma palpebrarum (XP).

Xanthelasma adalah endapan lemak lembut, kekuningan, yang terbentuk di bawah kulit Anda. Sebenarnya, hal ini tidak berbahaya, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi mungkin merupakan indikator kemungkinan penyakit jantung.

Sebenarnya, siapa saja dapat memiliki xanthelasma, tetapi Anda lebih berisiko jika:

  • Anda seorang wanita
  • Anda berusia antara 30 sampai 50 tahun
  • Anda keturunan Asia atau Mediterania
  • Anda seorang perokok
  • Gemuk
  • Anda memiliki tekanan darah tinggi
  • Anda menderita diabetes
  • Kadar lipid Anda (lemak dalam darah Anda, termasuk kolesterol) sangat tinggi

Pada umumnya, xanthelasma merupakan kondisi yang tidak berbahaya, tetapi Anda mungkin masih ingin menghilangkan endapan tersebut. Berikut sejumlah opsi perawatan untuk menghilangkan xanthelasma:

  • Cryotherapy

Melibatkan pembekuan xanthelasma dengan nitrogen cair atau bahan kimia lainnya.

  • Operasi laser

Salah satu jenis teknik laser, yang dikenal sebagai CO2 fraksional.

  • Pembedahan tradisional

Dokter bedah akan menggunakan pisau untuk mengangkat xanthelasma Anda.

  • Radiofrequency advanced electrolysis (RAF)

Sebuah studi tahun 2015 menemukan teknik ini efektif dalam menghilangkan atau mengurangi xanthelasma dengan sangat sedikit kasus kekambuhan.

  • Chemical peeling

Pengobatan dengan asam trikloroasetat (TCA) mengalami hasil yang memuaskan hingga sangat baik untuk menghilangkan xanthelasma.

  • Obat

Obat statin simvastatin (Zocor), obat untuk mengobati kolesterol tinggi, juga dapat mengobati xanthelasma.

Meskipun Anda telah menghilangkan xanthelasma yang Anda miliki, terdapat kemungkinan bahwa xanthelasma dapat muncul kembali setelah perawatan.

Menurunkan kolesterol Anda juga dapat membantu mengobati xanthelasma. Bagi sebagian orang, perubahan pola makan dan pilihan gaya hidup mungkin cukup untuk mengelola kolesterol dalam tubuh.

Xanthelasma biasanya tidak berbahaya, tetapi mungkin merupakan tanda masalah mendasar dengan kadar lipid Anda. Kondisi ini juga bisa menjadi tanda peringatan dini mengenai penyakit jantung.

Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda melihat tumpukan lemak di sekitar mata Anda, sehingga dokter dapat mengevaluasi Anda untuk setiap kondisi yang mendasarinya.

Read More

Mengenal Penyakit Abses Perianal Yang Menyakitkan

Abses perianal merupakan sebuah kondisi yang terjadi ketika rongga di anus atau dubur menjadi terisi nanah. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit yang ekstrim, kelelahan, keluarnya kotoran, dan demam. Dalam beberapa kasus tertentu, abses perianal dapat menyebabkan fistula dubur yang menyakitkan, yang terjadi ketika abses tidak sembuh dan pecah di permukaan kulit. Apabila abses perianal tidak sembuh, kondisi ini sangat menyakitkan dan membutuhkan operasi.

Penyebab dan faktor risiko

Kelenjar dubur yang tersumbat, penyakit menular seksual (PMS), atau celah dubur yang terinfeksi dapat menyebabkan abses perianal. Beberapa faktor risiko lain termasuk penyakit Chron atau colitis ulseratif, yang mana merupakan penyakit radang usus yang menyebabkan tubuh menyerang jaringan yang sehat. Sistem kekebalan tubuh yang terganggu akibat HIV atau AIDS dan diabetes juga merupakan faktor risiko abses perianal. Selain itu, melakukan hubungan seksual dengan cara anal, konstipasi, diare, dan kemoterapi dapat meningkatkan risiko abses pada pria maupun wanita. Anak-anak yang memiliki fisura ani (robekan atau cidera pada anus akibat konstipasi) juga memiliki risiko yang lebih tinggi menderita abses perianal di kemudian hari.

Gejala abses perianal

Rasa sakit yang konstan di daerah sekitar dubur merupakan gejala yang paling umum dijumpai dalam kasus abses perianal. Rasa sakit tersebut biasanya ditemani dengan pembengkakan di daerah dubur dan rasa sakit yang lebih parah saat Anda buang air besar. Gejala abses perianal yang lain adalah konstipasi, adanya darah saat buang air besar, pembengkakan di daerah sekitar dubur, dan kelelahan. Beberapa orang dapat merasakan adanya nodul atau benjolan yag berwarna merah, bengkak, dan terasa lembut di tepi anus. Demam dan tubuh yang menggigil dapat disebabkan karena adanya infeksi pada daerah tersebut. Anda juga dapat memiliki pendarahan dubur atau gejala gangguan saluran kemih seperti kesulitan buang air kecil.

Abses perianal juga dapat terjadi di bagian dubur yang lebih dalam, terutama pada mereka yang menderita penyakit radang usus Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan pada daerah perut. Apabila abses perianal terjadi pada anak-anak, umumnya tidak ada gejala atau tanda-tanda lain selain rasa sakit dan tidak nyaman, yang membuat anak menjadi lebih mudah lekas marah.

Pencegahan abses perianal

Tidak banyak yang diketahui tentang bagaimana mencegah abses perianal. Namun, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, seperti perlindungan terhadap penyakit seksual menular dan perawatan yang cepat untuk infeksi jenis apapun; penggunaan kondom atau pengaman, terutama saat melakukan hubungan seks dengan cara anal merupakan kunci penting dalam mencegah penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan abses perianal; dan kebersihan diri yang baik di daerah sekitar dubur sangat penting untuk dijaga, terutama pada anak-anak dan orang dewasa. Dalam kasus fisura ani, karena konstipasi menjadi penyebab utama kondisi, makan makanan yang mengandung serat tinggi dapat mengurangi risiko fisura ani, sehingga secara otomatis mengurangi kemungkinan Anda atau menderita abses perianal karenanya.

Abses perianal dapat menyebabkan komplikasi kesehatan, namun, untungnya kondisi ini dapat dirawat dan diobati. Mengerti faktor risiko terjadinya abses perianal dan memastikan Anda terus memantau serta mengatasi kondisi kesehatan apapun yang dapat meningkatkan risiko tersebut. Apabila Anda menyadari adanya gangguan atau masalah kesehatan pada dubur, konsultasi dengan dokter agar mendapatkan perawatan dengan segera serta mencegah kondisi tersebut menjadi semakin memburuk.

Read More

Penyebab dan Gejala Hiponatremia

Sodium merupakan elektrolit penting yang membantu menjaga keseimbangan air di dalam dan di sekitar sel-sel tubuh Anda. Sodium sangat penting untuk fungsi otot dan saraf yang baik. Sodium juga berperan dalam membantu menjaga level tekanan darah yang stabil. Apabila darah kekurangan sodium, Anda akan menderita sebuah kondisi yang disebut hiponatremia. Kondisi ini terjadi ketidakseimbangan air dan sodium, dalam kata lain, ada kemungkinan terlalu banyak air atau terlalu sedikit sodium dalam darah. Kadar sodium yang normal adalah antara 135 hingga 145 mEq/L. Hiponatremia terjadi ketika kadar sodium Anda kurang dari 135 mEq/L.

Gejala hiponatremia

Tanda-tanda Anda memiliki hiponatremia di antaranya adalah mual dan muntah, sakit kepala, bingung, hilangnya energi (lelah dan ngantuk), otot yang lemah dan keram, kejang, dan koma. Carilah bantuan medis apabila Anda atau orang di sekitar menunjukkan adanya gejala hiponatremia parah seperti mual dan muntah, kejang, dan hilangnya kesadaran.

Penyebab hiponatremia

Sodium memerankan peran yang sangat penting dalam menjaga tekanan darah normal dan mendukung kerja saraf dan otot. Sodium juga membantu mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Banyak faktor dapat menyebabkan rendahnya sodium darah. Kadar sodium Anda berkurang jika tubuh kehilangan terlalu banyak air dan elektrolit. Hiponatremia juga bisa menjadi gejala beberapa kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi medis dan faktor gaya hidup yang dapat menyebabkan hiponatremia di antaranya adalah:

  • Penggunaan obat-obatan tertentu

Beberapa obat seperti pil air (diuretic), obat penghilang rasa sakit, dan antidepresan dapat mengganggu proses ginjal dan hormon normal dalam menjaga konsentrasi sodium dalam angka yang normal dan sehat.

  • Gangguan hati, ginjal, dan jantung

Gagal jantung kongestif dan beberapa penyakit tertentu yang memengaruhi ginjal atau hati dapat menyebabkan cairan menumpuk di tubuh, yang akan mengencerkan sodium dalam tubuh dan mengurangi kadar sodium keseluruhan

  • Sindrom hormon antidiuretik yang tidak tepat (SIADH)

Dalam kondisi ini, kadar hormon antidiuretik (ADH) yang tinggi diproduksi, menyebabkan tubuh untuk menyimpan air alih-alih membuangnya dengan normal lewat urin.

  • Muntah atau diare kronis dan kondisi lain yang menyebabkan dehidrasi

Hal ini akan menyebabkan tubuh kehilangan elektrolit, seperti sodium, dan meningkatkan kadar ADH.

  • Minum terlalu banyak air

Meminum terlalu banyak air dapat menyebabkan rendahnya sodium karena ginjal terlalu kewalahan dalam membuang air. Karena Anda kehilangan sodium lewat keringat, terlalu banyak minum air saat olahraga dapat mengurangi kandungan sodium dalam darah.

  • Perubahan hormon

Insufisiensi kelenjar adrenal (penyakit Addison) memengaruhi kemampuan kelenjar adrenal untuk memproduksi hormon yang membantu menjaga keseimbangan sodium, potasium, dan air tubuh. Kadar hormon thyroid yang rendah juga dapat menyebabkan kadar sodium darah yang rendah.

Komplikasi hiponatremia

Dalam kasus hiponatremia yang kronis, kadar sodium turun secara perlahan dalam waktu 48 jam atau lebih, dengan gejala dan komplikasi yang umumnya sedang. Dalam kasus hiponatremia akut, kadar sodium turun secara drastis dan cepat, menyebabkan potensi efek berbahaya seperti pembengkakan otak cepat yang dapat menyebabkan koma dan bahkan kematian. Wanita-wanita premenopause memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita kerusakan otak akibat hiponatremia. Ini disebabkan karena efek dari hormon seks wanita pada kemampuan tubuh dalam menyeimbangkan kadar sodium. Menjaga kadar air dan sodium yang seimbang dapat membantu mencegah kadar sodium darah yang rendah. Apabila Anda adalah seorang atlet, penting untuk minum air dalam jumlah yang cukup saat beraktivitas dan berolahraga.

Read More

Tanda Merah di Mata? Pendarahan Subkonjungtiva atau Hyphema?

Pernahkan Anda melihat ada tanda merah di mata yang terlihat mengkhawatirkan? Ada kemungkinan itu adalah pendarahan dimana pembuluh darah di bawah permukaan mata rusak atau pecah. Meskipun di sebut pendarahan, Anda tidak akan melihat ada darah keluar dari mata. Ada tiga jenis pendarahan mata, pendarahan subkonjungtiva, hyphema, dan jenis pendarahan lebih dalam. Pendarahan mata umumnya merupakan kondisi yang tidak berbahaya. Namun, tergantung letak atau lokasi pendarahan tersebut, dalam beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi kesehatan apabila tidak diobati dengan baik. Konsultasi dengan dokter apabila Anda mencurigai adanya pendarahan mata.

Jenis-jenis pendarahan mata

Ada tiga jenis pendarahan mata yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Pendarahan subkonjungtiva

Permukaan luar mata yang bening disebut konjungtiva. Bagian ini menutupi bagian putih mata Anda. Konjungtiva memiliki pembuluh darah kecil yang rentan dan tidak terlihat. Pendarahan subkonjungtiva terjadi ketika pembuluh darah bocor di bawah konjungtiva. Saat hal ini terjadi, darah terjebak di pembuluh darah atau di antara konjungtiva dan bagian putih mata Anda.

Pendarahan mata membuat pembuluh darah terlihat dan menyebabkan adanya noda merah di mata. Pendarahan mata jenis ini umum terjadi dan biasanya tidak akan menyebabkan rasa sakit ataupun mengganggu kemampuan penglihata. Dalam kasus pendarahan subkonjungtiva, Anda tidak membutuhkan perawatan medis tertentu karena kondisi ini tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu.

  • Hyphema

Hyphema adalah pendarahan yang terjadi pada iris dan pupil. Bagian ini merupakan bagian bulat berwarna dan bagian hitam yang ada pada mata. Hal ini terjadi ketika darah menumpuk di antara iris dan pupil dan kornea. Kornea adalah kubah bening yang menutupi mata yang memiliki bentuk seperti lensa kontak. Hyphema biasanya terjadi ketika ada kerusakan atau robekan pada iris atau pupil.

Pendarahan mata jenis ini lebih jarang terjadi dibandingkan dengan penderahan subkonjungtiva, dan dapat memengaruhi penglihatan Anda. Hyphema dapat menutupi pandangan sebagian atau bahkan sepenuhnya. Apabila dibiarkan dan tidak dirawat, cidera mata jenis ini dapat menyebabkan kebutaan permanen. Perbedaan utama antara hyphema dan pendarahan subkonjungtiva adalah hyphema menyebabkan rasa sakit.

  • Jenis pendarahan lebih dalam

Pendarahan lebih dalam atau berada di belakang mata biasanya tidak terlihat di permuakaan. Namun, hal ini terkadang dapat membuat mata memerah. Kerusakan atau kebocoran pembuluh darah dan komplikasi lain dapat menyebabkan pendarahan di dalam bola mata. Jenis pendarahan mata dalam contohnya adalah pendarahan vitreous (pada cairan mata), pendarahan subretinal (di bawah retina), dan pendarahan submacular (di bawah makula, yang mana merupakan bagian retina).

Penyebab pendarahan mata

Anda bisa mendapatkan pendarahan subkonjungtiva tanpa tahu sebabnya. Penyebab pendarahan ini biasanya tidak diketahui. Namun, umumnya, disebabkan oleh cidera pada pembuluh mata rapuh akibat batuk, bersin, muntah, mengangkat benda yang berat, memiliki tekanan darah tinggi, memakai lensa kontak, dan memiliki reaksi alergi. Sebuah tinjauan medis menyatakan bahwa bayi dan anak-anak yang menderita asma dan batuk memiliki risiko tinggi menderita pendarahan subkonjungtiva.

Sementara itu, kasus hyphema lebih jarang ditemukan dibandingkan dengan pendarahan subkonjungtiva. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pukulan atau cidera pada mata yang disebabkan karena terjatuh, menggaruk mata, atau terkena benda keras seperti bola. Beberapa penyebab hyphema lain adalah infeksi mata (terutama dari virus herpes), gangguan penggumpalan darah, pembuluh darah tidak normal di iris, komplikasi pasca operasi, dan kanker mata.

Read More

Apa itu Overthinking? Berikut Penjelasannya

Memikirkan sesuatu secara berlebihan atau overthinking biasanya terjadi pada seseorang, namun tak sedikit yang menganggap kondisi ini sebagai sebuah sikap hati-hati ketika akan mengambil keputusan. Padahal jika ditelisik lebih dalam, terdapat dampak buruk bagi kesehatan seseorang jika terlalu sering berada dalam kondisi ini.

Istilah ini kerap ditujukan pada orang yang terlalu banyak berpikir, namun jangan keliru terlebih dahulu. Bukan berarti orang tersebut adalah seorang yang pemikir, karena orang yang berada dalam kondisi ini biasanya terlalu memikirkan hal-hal sepele, tidak hanya terlalu tetapi berlebihan dalam memikirkan sesuatu tersebut.

Overthinking Kebiasaan Tidak Baik

Hasil sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Michigan menyebutkan abhwa 73 persen golongan yang sering melakukan kebiasaan ini berada dalam rentan usia 25 hingga 35 tahun. Sementara itu terdapat 62 persen, golongan dengan usia 45 hingga 55 tahun juga melakukan kebiasaan ini. Dari kebiasaan yang tidak baik ini justru muncul anggapan sebaliknya dari penderitanya.

Anggapan menarik tersebut adalah orang-orang dengan kondisi ini merasa kebiasaan tersebut akan membantu mereka memahami sesuatu. Biasanya dalam berbagai sudut pandang yang berbeda, namun berbeda dengan fakta berdasar penelitian. Kondisi ini merupakan kebiasaan yang tidak sehat dan dapat memberikan dampak pada kesehatan mental seseorang.

Orang dengan kondisi ini biasanya memikirkan banyak hal dengan kemungkinan, hingga skenario buruk yang belum tentu terjadi. Selain itu, bahkan juga memikirkan masalah yang tidak dihadapi seseorang tersebut. Seorang asisten profesor klinis menyebutkan salah satu masalah yang nantinya akan dihadapi seorang berada dalam kondisi ini.

Asisten profesor tersebut menjelaskan bahwa seseorang yang berada dalam kondisi ini membuat insting mereka tidak bekerja dengan maksimal. Dampak terburuk yang diberikan justru membuat orang tersebut salah dalam mengambil keputusan, selain itu seseorang juga bisa masuk ke dalam situasi analysis paralys.

Kondisi analysis paralys adalah keadaan dimana seseorang akan memikirkan sesutu secara terus menerus dan berulang-ulang. Hal ini tentunya membuat seseorang akan membuang-buang waktu dan energi dan berujung pada terhambatnya kinerja otak mereka dalam berpikir. Hal inilah yang menjadikan kondisi ini merupakan kebiasaan yang tidak sehat.

Dampak Overthinking

  • Stres

Stres dapat dialami seseorang yang berada dalam kondisi ini, sistem saraf pusat dalam tubuh akan mengirim sinyal melepas hormon kortisol. Pelepasan hormon kortisol mampu memengaruhi produksi gula darah dari organ hati yang memberikan energi. Tetapi, jika energi tersebut tidak digunakan, maka akan tubuh kembali akan menyerap gula.

Proses ini menimbulkan beberapa efek yang sangat bisa dirasakan orang yang mengalaminya, seperti pusing, detak jantung meningkat, mual disertai sakit kepala, lelah hingga napas yang tergesa-gesa dan mengganggu konsentrasi.

  • Sulit Tidur

Sulit tidur paling sering dialami, hal ini diakibatkan karena otak yang dipaksa terus berpikir yang mengakibatkan seseorang itu sulit untuk menutup mata. Kekhawatiran akan tumbuh dan membuat orang dalam kondisi ini membuat mereka tidak tenang. Hal inilah yang membuat mereka kekurangan tidur dan membuatnya kekurangan energi.

  • Nafsu Makan Berubah

Orang yang memikirkan sesuatu secara berlebihan akan berdampak pada perubahan nafsu makan mereka. Makan menjadi salah satu cara mengalihkan diri, terutama untuk seseorang dalam kondisi ini, pola makan mereka tidak akan teratur. Hal ini akan berdampak pada kesehatan pencernaan, risiko masalah kardiovaskuler hingga kesehatan kulit dan sistem kekebalan tubuh.

Read More