Category Penyakit

Ini Penyebab dan Gejala Kanker Tiroid

Merupakan salah satu jenis kanker yang berkembang di kelenjar tiroid, kanker tiroid dapat terjadi karena perkembangan sel-sel  tiroid yang tidak normal. Kelenjar tiroid merupakan organ kecil yang terletak pada bagian depan leher seseorang, kelenjar ini berfungsi sebagai alat untuk mengatur metabolisme tubuh, tekanan darah, denyut jantung hingga suhu dan berat badan.

Kelenjar ini memiliki dua jenis sel berbeda, pertama sel folikuler dan kedua adalah sel parafolikuler atau juga disebut sel C. Sel kanker yang muncul dan berkembang di dalam tubuh tergantung pada sel apa yang terdampak, pada umumnya munculnya penyakit ini ditandai dengan gejala kemunculan benjolan pada kelenjar tiroid atau nodul.

Penyebab Kanker Tiroid

Perubahan DNA pada sel-sel yang terdapat dalam kelenjar tiroid merupakan penyebab utama munculnya penyakit ini. Kondisi tersebut dapat memunculkan benjolan pada tiroid yang bermutasi dan berkembang dengan pesat dan bahkan tak dapat terkendali. Sehingga menyebabkan sel-sel tersebut tak mudah mati.

Dalam kondisi seharusnya, sel-sel normal seharusnya digantikan dengan sel yang baru. Sel-sel tidak normal ini nantinya akan menyerang jaringan di sekitarnya yang berakibat pada pertumbuhan tumor. Penyebarannya pun berpotensi ke organ tubuh lain dan hal ini tentu membahayakan bagi seseorang yang mengalami kondisi ini.

Belum diketahui secara pasti penyebab yang memunculkan mutasi sel kelenjar tiroid hingga saat ini. Para ahli hanya meyakini bahwa kondisi tersebut muncul karena paparan radiasi yang tinggi dan memengaruhi keadaan tersebut. Khususnya bagi anak-anak yang tengah menjalani terapi radiasi pada bagian kepala hingga dada atas.

Termasuk juga paparan radiasi dari bencana-bencana nuklir, kondisi ini mampu meningkatkan risiko seseorang terjangkit penyakit ini khususnya pada anak-anak. Namun demikian, bukan tidak mungkin seorang dewasa juga turut terjangkit, dalam beberapa kasus sel kanker baru muncul dan berkembang ketika seseorang memasuki usia 40 setelah terkena paparan radiasi.

Gejala Munculnya Kanker

Gejala dan tanda munculnya penyakit ini pada umumnya tidak terlihat ketika di awal kemunculannya, namun dalam beberapa kasus munculnya kanker ini ditandai adanya benjolan atau nodul yang terdapat pada leher si penderitanya. Total sebanyak 75 persen masyarakat akan mengalami kondisi dengan gejala tersebut.

Benjolan ini pada awalnya bersifat jinak dan tidak membahayakan, dari seluruh presentase tersebut hanya satu persen keadaan yang membuat benjolan berpotensi berkembang menjadi kanker. Untuk mengetahui dan merasakan adanya benjolan ini, hanya dapat dilakukan dengan menyentuh atau menekannya.

Jika ditekan, benjolan ini tidak akan terasa sakit, namun memiliki tekstur keras dan juga tidak mudah bergeser ketika ditekan. Jika sel kanker ini berkembang, maka benjolan tersebut juga akan bertambah menjadi semakin besar. Terdapat beberapa gejala lain yang akan timbul jika seseorang terindikasi memiliki sel kanker.

Di antaranya adalah muncul pembengkakan di leher, suara penderita akan menjadi serak dan tak kunjung membaik. Sakit tenggorokan disertai sakit pada bagian leher, hal ini juga berdampak pada seseorang yang kesulitan menelan saat makan, selain itu juga kesulitan bernapas dan mengalami batuk.

Benjolan dari kelenjar tiroid sebenarnya merupakan kondisi yang cenderung tidak berbahaya, namun akan lebih baik ketika kondisi ini segera dikonsultasikan ke dokter. Keadaan tersebut bisa menjadi parah, terlebih ketika disertai dengan gejala kanker tiroid seperti yang disebutkan di atas sebagai bentuk antisipasi jika ternyata muncul sel kanker.

Read More

Histerektomi: Mengapa Diperlukan?

Histerektomi merupakan prosedur pembedahan yang dilakukan khusus wanita. Caranya adalah dengan mengangkat rahim (uterus). Tujuan histerektomi diterapkan adalah untuk mengetahui jika wanita mengalami penyakit tertentu pada tubuh.

Wanita yang telah melakukan histerektomi, mereka tidak akan merasakan menstruasi atau hamil lagi. Prosedur histerektomi terkadang tidak hanya mengangkat rahim wanita, dokter juga mengangkat indung telur (ovarium) dan tuba falopi.

Jenis Histerektomi

Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan dokter untuk mengangkat rahim di dalam tubuh. Tidak hanya meliputi rahim saja, bila perlu, dokter juga mengangkat organ tubuh lainnya. Histerektomi dapat dilakukan dengan empat proses yang berbeda, bergantung pada kondisi pasien. Proses yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Histerektomi parsial

Histerektomi parsial atau sebagian merupakan prosedur yang diterapkan dengan mengangkat rahim wanita. Serviks tidak perlu diangkat.

  • Histerektomi total

Histerektomi total merupakan prosedur yang diterapkan dengan mengangkat rahim dan serviks wanita.

  • Histerektomi total dengan salpingo-oophorectomy bilateral

Histerektomi total dengan salpingo-oophorectomy merupakan prosedur yang diterapkan dengan mengangkat rahim, serviks, tuba falopi, dan indung telur.

  • Histerektomi radikal

Histerektomi radikal merupakan prosedur yang diterapkan dengan mengangkat rahim dan jaringan sekitar rahim berupa vagina, indung telur, dan kelenjar getah bening.

Alasan Histerektomi Penting Untuk Dilakukan

Histerektomi adalah cara yang tepat untuk mencegah terjadinya penyakit kanker rahim dan kanker serviks. Histerektomi bisa digabungkan dengan terapi radiasi atau kemoterapi.

Selain itu, histerektomi merupakan cara alternatif bagi wanita setelah mereka menggunakan metode lain untuk mengobati kondisi tubuh. Kondisi medis yang menungkinkan terjadi pada wanita sehingga perlu menggunakan histerektomi meliputi:

  • Fibroid rahim (miom)

Fibroid rahim atau miom merupakan kondisi medis yang meliputi tumor jinak. Tumor jinak menyebabkan pendarahan persisten, anemia, atau tekanan pada kantung kemih.

  • Endometriosis

Endometriosis terjadi karena jaringan abnormal tumbuh keluar dari rahim. Jaringan abnormal yang keluar dari rahim bisa saja terjadi di indung telur, tuba falopi, atau organ perut lainnya.

  • Prolaps uterus

Prolaps uterus disebabkan oleh adanya penurunan rahim dari panggul. Jaringan penyokong dan jaringan ikat yang lemah menimbulkan penurunan rahim.

  • Pendarahan vagina abnormal

Pendarahan vagina abnormal memicu seseorang mengalami pendarahan hebat yang tidak teratur pada setiap siklus haid. Pendarahan ini terjadi dalam waktu yang lama.

  • Nyeri panggul

Nyeri panggul disebabkan oleh radang panggul kronis.

Ketentuan Untuk Menjalankan Histerektomi

Histerektomi adalah pengobatan yang tepat bagi wanita yang mengalami kondisi pada tubuh yang sesuai keterangan di atas. Jika seorang wanita ingin menjalankan histerektomi, ada kriteria yang perlu diketahui. Kriteria untuk menjalankan histerektomi antara lain:

  • Kanker rahim atau kanker serviks

Setiap wanita dapat menjalankan operasi histerektomi untuk mencegah kanker rahim atau kanker serviks.

  • Penyakit rahim lainnya

Histerektomi adalah pengobatan alternatif bagi wanita yang mengalami penyakit rahim lain, terutama bagi mereka yang sudah memasuki usia menopause (lebih dari 40 tahun).

Prosedur Histerektomi

Tahap awal histerektomi dimulai dengan membius total pasien agar pasien tidak menyadarkan diri ketika proses tersebut berlangsung. Dokter kemudian mengosongkan kandung kemih. Caranya dengan memasang selang urine.

Setelah mengosongkan urine, dokter membersihkan vagina dan perut pasien dengan menggunakan cairan steril. Setelah itu, untuk mengangkat rahim pasien, dokter perlu memberikan sayatan. Setelah dokter selesai melakukan histerektomi, kondisi pasien akan dipantau di ruang pemulihan. Setelah pasien menunjukkan tanda-tanda vital (menyadarkan diri), mereka bisa dibawa ke ruang perawatan biasa.

Meskipun setiap wanita dianjurkan untuk menjalankan histerektomi jika terindikasi penyakit seperti kanker serviks, ada risiko yang perlu diketahui yang mungkin terjadi setelah selesai melakukan operasi. Wanita kemungkinan mengalami risiko berupa pendarahan hebat, pembentukan gumpalan darah, infeksi, penyumbatan pada saluran usus, dan kesulitan untuk menahan buang air kecil.

Walaupun risikonya menunjukkan gejala tidak teratur demikian, histerektomi bukan berarti prosedur yang berbahaya. Jika Anda perlu melakukan histerektomi, Anda sebaiknya bicarakan masalah tersebut dengan dokter supaya Anda mendapatkan arahan yang tepat untuk menjalankan operasi ini.

Read More

Kehamilan Ektopik, Kelainan yang Begitu Membahayakan Kondisi Kesehatan

Kehamilan secara normal terjadi saat telur yang dibuahi dan berkembang menjadi janin berada dan tumbuh di dalam rahim. Namun, ternyata ada satu kondisi kelainan pada kehamilan, yakni kehamilan ektopik.

Yang dinamakan kehamilan ektopik adalah ketika telur yang dibuahi tidak berada pada tempat yang seharusnya. Posisinya bisa di mana saja, tetapi umumnya bakal janin itu “hinggap” di tuba falopi. Tuba falopi sendiri adalah saluran yang menghubungkan kantung telur (ovarium) dan rahim.

Kehamilan ektopik berbeda dengan kehamilan ekstra uterin. Kehamilan ekstra uterin terjadi di luar kavum uteri, tetapi masih di dalam rahim. Meski demikian, kehamilan ekstra uterin juga dikatakan bersifat ektopik. Jika melihat lokasinya, sekitar 95-98 persen kehamilan ektopik berada di tuba. Sisanya terjadi di rahim, ovarium (indung telur), rongga perut primer dan sekunder, serta kehamilan kombinasi. Disebut kehamilan kombinasi kala kehamilan ektopik dan intra uterin terjadi secara bersamaan.

Kehamilan ektopik terjadi ketika telur yang dibuahi tersangkut saat menuju ke rahim. Hal ini seringkali disebabkan oleh rusaknya saluran tuba falopi karena peradangan atau cacat. Ketidakseimbangan hormon atau perkembangan yang tidak normal dari telur yang dibuahi juga dapat menjadi penyebab kehamilan ektopik.

Kondisi ini memang amat jarang terjadi, persentasenya kurang lebih 1 dari 50 kehamilan. “Kelainan” ini amat membahayakan bagi ibu hamil. Barang tentu si janin jua. Pasalnya, telur yang telah terbuahi ini tak dapat berkembang secara sempurna lantaran berada di tempat yang tidak seharusnya. Ujung-ujungnya, bakal bayi ini tak dapat bertahan dan pertumbuhannya justru akan mengancam nyawa si ibu.

Berdasarkan fakta di lapangan, ini adalah salah satu penyebab terbesar kematian ibu pada triwulan pertama kehamilan. Minimnya deteksi dini dan pengobatan setelah diketahui adanya kehamilan ektopik menjadi penyumbang besarnya angka kematian ibu.

Selain itu, berikut adalah kondisi membahayakan lain yang mungkin bisa dialami ibu hamil lantaran kehamilan ektopik:

  1. Nyeri pada panggul dan perut

Nyeri dapat terasa pada salah satu sisi dari bagian panggul hingga perut bagian bawah. Nyeri dapat terasa hingga seluruh bagian perut. Biasanya nyeri akan terasa sangat hebat. Sifat nyerinya sangat tajam dan membuat perut terasa seperti di remas. Biasanya penderita sampai tidak dapat melakukan aktivitas akibat nyerinya.

  • Bercak darah pada vagina

Pardarahan bisa terjadi akibat proses abortus dari saluran tuba sehingga darah akan mengalir ke rahim dan keluar melalui vagina. Darah sendiri dapat berupa flek bercak darah. Selain itu, warna darah yang keluar dapat seperti darah menstruasi atau mungkin coklat dan gelap.

  • Perdarahan hebat

Apa bila kehamilan ektopik semakin berlanjut maka dapat mengakibatkan terjadinya perdarahan hebat. Hal ini merupakan lanjutan yang lebih parah dari flek bercak darah yang sebelumnya. Perdarahan hebat terjadi saat saluran tuba falopi pecah. Ketika terjadi perdarahan atau pecahnya tuba falopi, penanganan dengan operasi harus segera dilakukan untuk menyelamatkan nyawa ibu.

  • Anemia

Apabila saluran tuba falopi telah pecah hingga menyebabkan terjadinya perdarahan hebat, maka ibu hamil tersebut berisiko mengalami anemia atau kekurangan. Kasus anemia yang terjadi akibat perdarahan sangat banyak. Bahkan keadaan ini amat membahayakan jiwa. Banyak ibu hamil tak mampu ditolong akibat perdarahan yang terus terjadi.

  • Hilang kesadaran

Pingsan atau koma dapat terjadi lantaran anemia. Anemia hebat ini menyebabkan terjadinya syok hipovolemik. Hal ini juga berisiko menyebabkan kematian pada ibu hamil.

  • Nyeri pada bagian dubur saat BAB

Nyeri perut ini akan dirasakan ibu hamil seperti hendak melahirkan. Nyeri perut ini dapat meluas hingga daerah punggung.

Yang menyedihkan dari kasus ini adalah, kehamilan ektopik tidak pernah benar-benar bisa dicegah. Pasalnya, semuanya bergantung betul pada kondisi dari organ reproduksi si ibu. Yang bisa Anda lakukan hanyalah mengurangi faktor-faktor risikonya.

Read More

Cara Cepat Menghilangkan Sakit Leher

Leher Anda terdiri dari tulang belakang yang memanjang dari tengkorak ke tubuh bagian atas. Tulang, ligamen, dan otot leher Anda menopang kepala Anda dan memungkinkan untuk bergerak. Kelainan, peradangan, atau cedera apa pun dapat menyebabkan sakit leher atau kekakuan pada leher.

Beberapa kasus sakit leher dapat diobati di rumah, khususnya sakit leher yang masih tergolong ringan. Jika Anda memiliki sakit leher ringan dan umum, Anda dapat mencoba beberapa cara untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi kekakuan leher. 

Berikut cara-cara yang dapat Anda lakukan:

  1. Gunakan es atau panas

Letakkan es selama 20 menit dalam jangka waktu beberapa kali sehari untuk membantu meredakan radang leher Anda. Secara bergantian, Anda juga dapat menggunakan panas untuk meredakan sakit leher, seperti mandi air hangat atau menggunakan bantal pemanas.

  1. Konsumsi obat penghilang rasa sakit 

Untuk membantu menghilang rasa sakit di leher, Anda dapat membeli obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas seperti:

  • Ibuprofen (Motrin, Advil)
  • Naproxen sodium (Aleve)
  • Acetaminophen (Tylenol)
  1. Meregangkan otot

Peregangan dapat membantu meringankan rasa sakit dan kekakuan pada leher Anda. Sangat penting untuk melakukan peregangan secara lembut dan perlahan. Anda dapat menggunakan bantal pemanas atau mandi air hangat sebelum melakukan peregangan.

Peregangan yang dapat Anda lakukan antara lain:

  • Memutar bahu Anda ke belakang lalu ke depan dalam bentuk lingkaran.
  • Tekan bilah bahu Anda secara bersamaan dan tahan posisi selama beberapa detik, lalu ulangi.
  • Secara perlahan putar kepala Anda dari sisi ke sisi.
  1. Massage 

Massage atau pijat yang dilakukan oleh praktisi terlatih dapat membantu melonggarkan dan meregangkan otot leher dan punggung Anda.

  1. Akupunktur

Akupunktur merupakan salah satu perawatan dengan memasukkan jarum ke titik-titik tekanan spesifik pada tubuh Anda. 

  1. Membatasi aktivitas fisik

Jika kekakuan dan sakit leher Anda mulai terasa setelah melakukan aktivitas fisik, Anda harus membatasi aktivitas tersebut sampai sakit di leher Anda menghilang. Selain itu, Anda juga disarankan untuk membatasi aktivitas berat dan aktivitas yang dapat memperburuk otot leher Anda setiap kali Anda mengalami sakit leher.

  1. Mengurangi stres

Stres dapat menyebabkan otot Anda tegang. Mengurangi stres dapat membantu mengobati dan mencegah sakit dan kekakuan pada leher. Berikut cara-cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi stres:

  • Mendengarkan musik
  • Meditasi
  • Berlibur atau istirahat
  • Melakukan sesuatu yang Anda nikmati
  1. Berolahraga secara teratur

Olahraga dapat membantu memperkuat otot Anda untuk mencegah cedera. Olahraga juga dapat membantu Anda memperbaiki postur tubuh untuk meredakan dan mencegah sakit leher. Selain itu, olahraga juga menjadi salah satu cara yang bagus untuk menghilangkan stres yang mungkin menyebabkan leher Anda kaku.

Jika rasa sakit pada leher mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Read More

Segala Hal Tentang Shin Splints yang Anda Harus Ketahui

Shin splints juga dikenal dengan sebutan sindrom stres tibial medial. Cedera ini disebabkan karena adanya tekanan pada tulang kering dan jaringan ikat yang melekatkan otot ke tulang. Jika Anda mengalami ini, cedera yang meradang akan terasa sangat menyakitkan.

Penyebab Shin Splints

  • Cedera saat melangkah
  • Sepatu yang tidak pas dan tidak sesuai dengan aktivitas
  • Berolahraga tanpa pemanasan atau peregangan
  • Pergelangan kaki, pinggul, dan otot inti yang lemah

Apabila Anda memiliki aktivitas yang padat dan berat, shin splints dapat terjadi jika Anda melakukan gerakan atau perubahan mendadak seperti latihan yang lebih intens, lebih sering, atau lebih lama.

Pengobatan Shin Splints
Pada dasarnya, shin splints dapat sembuh dengan sendirinya. Jika Anda merasakan rasa sakit yang luar biasa, segeralah temui dokter untuk mendapatkan pemeriksaan fisik yang menyeluruh. Mungkin dokter juga akan mengambil foto X-ray atau scan tulang untuk mencari fraktur pada tulang kering.

  1. Istirahatkan tubuh. Beristirahatlah untuk memberi waktu pada bagian tubuh yang cedera agar bisa kembali pulih.
  2. Kompres tulang kering Anda dengan es. Penggunaan es ini penting untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak. Lakukan selama 20-30 menit setiap 3 hingga 4 jam selama 2 hingga 3 hari, atau sampai rasa sakit hilang.
  3. Gunakan perban. Perban ini sangat penting untuk mencegah pembengkakan berlebihan.
  4. Konsumsi obat penghilang rasa sakit anti-inflamasi. Obat-obatan ini berguna dalam membantu meredakan rasa sakit dan pembengkakan. Tanyakan rekomendasi dokter untuk obat yang tepat agar dapat mempertimbangkan dosis dan efek sampingnya.

Tanda Shin Splints Sudah Sembuh
Setelah melakukan perawatan rumah, cedera akan segera membaik yang ditandai dengan

  • Kaki yang cedera sudah mulai fleksibel seperti kaki yang lain
  • Kaki yang cedera sudah mulai kuat seperti kaki yang lain
  • Anda mulai dapat menggerakkan kaki dengan keras pada area yang biasanya menyakitkan
  • Anda mulai bisa berjalan, berlari, dan melompat tanpa rasa sakit

Dalam proses penyembuhannya, shin splints tidak dapat diprediksi kapan dapat pulih dan sembuh. Kondisi ini tergantung pada apa yang menjadi penyebab cedera dan seberapa parah cedera yang terjadi. Yang paling penting, Anda tidak boleh terburu-buru untuk kembali melakukan aktivitas fisik tinggi seperti olahraga. Jika Anda memaksakan diri untuk berolahraga sebelum cedera sembuh, Anda dapat memperparah cedera hingga menjadi permanen.

Jika shin splints yang Anda alami tidak membaik atau kambuh kembali, segeralah konsultasi pada dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Biasanya, dokter akan merekomendasikan Anda untuk mendatangi ahli terapi fisik. Dengan menjalani terapi, Anda akan melalui serangkaian proses terapi agar kaki Anda dapat kembali bergerak. Seorang terapis juga dapat membantu meringankan rasa sakit dan membantu Anda kembali beraktivitas fisik.

Read More