Category Seksual

Program Perawatan Vagina, Apa Dampaknya?

Saat ini telah banyak wanita yang melakukan peremajaan perawatan pada vagina mereka. Seorang perawat bernama Sara Fowler menjelaskan prosedur treatment ini. Peremajaan perawatan vagina bekerja dengan mengirimkan frekuensi radio ke serat kulit, kemudian mendorong kulit untuk menghasilkan kolagen baru. Seperti apa perawatan ini dan sejauh mana dampaknya?

Perawatan Vagina Belum Memiliki Indikasi Medis

Peremajaan ini dilakukan juga sebagai penghilang rasa stres dan masalah yang umum terjadi setelah wanita melahirkan. Banyak dari pusat kecantikan yang menawarkan program perawatan vagina, dengan menjanjikan hasil yang serupa. Namun, para ahli mempertanyakan hasil dari perawatan ini.

Prosedur dalam program peremajaan vagina, bahkan belum memiliki indikasi medis, dan belum pernah didokumentasikan demi keamanan. Dokter yang menerima permintaan peremajaan vagina ini tentu harus mendiskusikannya dengan pasien tentang alasan permintaan. Selain itu, dokter perlu melakukan evaluasi untuk setiap tanda dan gejala fisik yang mungkin menunjukkan perlunya proses bedah.

Prosedur Perawatan Vagina

Saat ini, data tentang efektivitas prosedur perawatan dan efek sampingnya seperti infeksi, perlengketan, dan dispareunia memang masih terbatas. Sebenarnya, istilah peremajaan vagina ini digunakan untuk macam-macam prosedur. Beberapa proses memerlukan penggunaan radiofrekuensi karbondioksida laser, untuk merangsang aliran darah, dan membentuk kolagen di jaringan vagina.

Sementara itu, prosedur lainnya menggunakan suntikan plasma trombosit yang dikenal sebagai O-Shot dan G-Shot. Bentuk operasi yang dilakukan, bertujuan untuk mengencangkan jaringan ikat yang terletak di antara vagina dan kandung kemih, serta vagina dan rektum.

Dalam beberapa kasus, prosedur ini digunakan untuk mengbati kondisi medis bernama bona fide. Kondisi ini terjadi saat kandung kemih atau organ panggul lainnya terlepas dari tempatnya dan menciptakan tonjolan pada vagina. Dalam kasus lain, wanita banyak melakukan prosedur ini untuk mencapai standar ideal berdasarkan pikiran mereka.

Risiko Perawatan Vagina

Seorang ahli bernama Igesia memiliki kekhawatiran tentang adanya risiko jangka pendek dan jangka panjang yang ditimbulkan prosedur ini,khususnya pada wanita di masa premenopause. Setidaknya ada potensi bahaya saat mereka yang melakukan prosedur ini akan mengalami sedikit prolaps dan mulai melakukan pengencangan pada hal-hal yang tidak rusak. Terlebih pada wanita premenopouse saat memasuki masa menopause, tingkat estrogen akan turun sehingga jaringan secara alami akan turun dan akan berpotensi bermasalah di masa depan. Selain itu, masalah kedua yang dapat diwaspadai adalah adanya rasa sakit yang signifikan dalam hubungan seksual. Selain melakukan peremajaan vagina ini, banyak wanita melakukan hal lain untuk mempercantik vagina mereka. Salah satunya adalah dengan merontokkan rambut yang tumbuh di sekitar area. Sebagian besar wanita di Amerika Serikat melakukan pencukuran untuk menghilangkan rambut dan membuat alat kelamin mereka lebih terlihat.

Read More