Gangguan Dismorfik Tubuh Berpotensi Merusak Mentalitas Seseorang

Kondisi fisik seseorang menjadi isu penting di dalam kehidupan manusia. Tubuh tidak sekadar seonggok daging di dalam perjalanan kebudayaan manusia. Namun, lebih dari itu, banyak sekali arti atau nilai-nilai yang bermula dari sana. Tidak mengagetkan bahwa banyak orang yang mendewakan kondisi fisik atau tubuh di dalam hidupnya. Berangkat dari sana, mungkin, gangguan dismorfik tubuh dikenal.

Gangguan dismorfik tubuh atau body dysmorphic disorder adalah perasaan cemas atau khawatir yang dirasakan seseorang mengenai kondisi fisik tubuhnya. Gangguan atau kondisi ini muncul “dari dalam” atau dari sisi psikologis kita. Hingga pada akhirnya gangguan dismorfik tubuh ini masuk ke dalam golongan gangguan mental.

Siapa saja dapat mengalami gangguan dismorfik tubuh. Hal ini masuk akal lantaran, seperti kata orang bijak, no bodies perfect atau tiada satu orang pun yang terlahir sempurna di dunia ini. Secantik atau setampan apa pun seseorang, pasti ada saja hal-hal yang dirasa “kurang baik” berdasarkan dirinya sendiri maupun orang lain. Namun, dikatakan bahwa gangguan dismorfik tubuh cenderung diderita oleh para remaja.

Gangguan dismorfik tubuh dan gangguan mental merupakan hubungan dua arah. Artinya, satu sama lain bisa saling mempengaruhi. Dengan kata lain, gangguan mental dapat menyebabkan gangguan dismorfik tubuh dan gangguan dismorfik tubuh berpotensi merusak mentalitas atau kondisi psikologis seseorang.

Pengidap kondisi ini cenderung merasa malu dan resah karena selalu menganggap fisiknya lebih buruk dari yang lain. Hal tersebut kemudian akan memicu pengidapnya untuk menghindari berbagai macam situasi sosial. Bagi pengidap kondisi ini yang memiliki cukup uang untuk melakukan operasi bedah plastik, mereka tidak akan segan melakukan tindakan tersebut demi memperbaiki penampilan fisik mereka.

Kendati semua bagian tubuh dapat dijadikan alasan atau pemicu seseorang mengalami gangguan dismorfik tubuh, tetapi ada beberapa anggota tubuh yang paling sering atau populer dijadikan kambing hitam, seperti:

  • Ukuran penis (terlalu besar atau kecil);
  • Ukuran payudara (terlalu besar atau kecil);
  • Ukuran paha (terlalu besar atau kecil);
  • Bentuk hidung yang tidak mancung;
  • Kulit keriput, berjerawat, atau adanya bekas luka;
  • Rambut tipis, rontok, atau botak.

Nah, jika kondisi fisik “yang tidak sempurna” tersebut amat mengganggu penderitanya, bukan tidak mungkin mereka akan terus terjerumus ke dalam gangguan mental atau psikologis yang lebih mengkhawatirkan, seperti:

  • Depresi. Kondisi ini akan ditandai dengan selalu merasa rendah diri, merasa tidak berharga, merasa cemas, dan khawatir berlebihan. Selain itu seseorang yang mengalami depresi bisa menjadi mudah marah dan sensitif, sulit fokus dan berkonsentrasi, bahkan timbul ide untuk bunuh diri.
  • Obsessive compulsive disorder. Kondisi ini akan ditandai dengan pikiran yang mengganggu, dan timbulnya pikiran obsesif dan perilaku kompulsif. Biasanya pengidap hanya mengalami pikiran obsesif tanpa disertai dengan perilaku kompulsif, pun sebaliknya.

Tak hanya masalah-masalah gangguan psikologis yang serius. Seseorang yang mengalami gangguan dismorfik tubuh parah, yang kondisi mental dan psikologisnya sudah hancur bisa lari ke penyalahgunaan narkotika dan penggunaan zat aditif lain (NAPZA).

Memakai obat-obatan terlarang cenderung dialami oleh seseorang dengan gangguan mental tertentu. Pemakaian barang ini awalnya bertujuan untuk meredakan gejala yang dirasa. Akan tetapi biasanya ia akan kecanduan dan tak mampu mengontrol kondisi itu.

Salah satu hal yang paling mungkin dilakukan manusia untuk mengatasi atau terhindar dari gangguan dismorfik tubuh adalah bersyukur dan memiliki rasa penerimaan terhadap diri. Dengan begitu, kekurangan yang ada di diri masing-masing tidak akan membuat seseorang menjadi minder atau terpuruk.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>