Infeksi Bakteri E-Coli: Apa Yang Perlu Diketahui?

Infeksi bakteri E. coli (Escherichia coli) merupakan jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri E. coli dan terjadi tidak hanya pada saluran pencernaan, namun juga terjadi pada saluran kemih, saluran pernafasan, dan sistem saraf.

Gejala

Infeksi bakteri E-coli lebih sering terjadi pada saluran pencernaan. Seseorang yang mengalami infeksi bakteri E. coli bisa mengalami gejala sebagai berikut:

  • Nyeri di bagian perut secara mendadak.
  • Diare cair dalam waktu beberapa jam setelah nyeri secara mendadak.
  • Diare yang disertai dengan darah karena adanya kerusakan pada usus akibat toksin E. coli.
  • Dehidrasi.
  • Demam.
  • Mual.
  • Muntah.

Faktor Risiko

Pada umumnya, infeksi bakteri E. coli dapat menyerang siapapun. Namun, anak-anak dan lansia memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap gangguan tersebut sehingga menyebabkan komplikasi gagal ginjal.

Penyebab

Salah satu tipe bakteri E. coli yang menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan adalah tipe O157:H7. Tipe bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat memicu kerusakan pada dinding usus sehingga membuat penderita mengalami diare yang disertai dengan darah.

Tidak hanya disebabkan oleh tipe bakteri E. coli, infeksi bakteri E. coli juga bisa disebabkan oleh kontak dengan orang lain. Orang yang terkontaminasi oleh bakteri E. coli, jika menyentuh orang lain atau benda-benda di sekitarnya, dapat menyebarkan bakteri tersebut.

Infeksi bakteri E. coli juga disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi seperti daging yang tidak matang atau sayur mentah.

Diagnosis

Jika Anda terkena infeksi bakteri E. coli, Anda sebaiknya periksa ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis. Dokter perlu periksa kondisi Anda terlebih dahulu. Setelah itu, dokter dapat melakukan diagnosis dengan mengambil sampel tinja dimana sampel tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter menggunakan mikroskop untuk melihat sampel pasien apakah terdapat bakteri E. coli atau tidak. Dokter juga akan menyarankan pasien untuk melakukan uji kultur untuk mengetahui toksin apa yang diproduksi.

Pengobatan

Jika pasien mengalami infeksi bakteri E. coli ringan, maka pengobatan yang dapat dilakukan adalah beristirahat dan menjaga tubuh agar tetap terhidrasi. Jika pasien mengalami infeksi bakteri E. coli berat, mereka mungkin perlu dirawat di rumah sakit dan perlu menjalani terapi cairan dan terapi lainnya yang dapat mengatasi masalah tersebut.

Pasien tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat diare karena dapat memperlambat saluran pencernaan dan pengeluaran toksin oleh tubuh dari saluran cerna. Obat antibiotik juga tidak dapat membantu mengatasi masalah tersebut karena akan menyebabkan komplikasi serius pada tubuh.

Pencegahan

Selain pengobatan di atas, pasien juga dihimbau untuk melakukan beberapa hal di bawah untuk mencegah infeksi bakteri E. coli:

  • Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dengan sabun.
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat seperti daging yang dimasak dengan matang.
  • Menjaga kebersihan benda-benda yang ingin dipakai seperti menggunakan cairan pembersih pada benda-benda tersebut.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda ingin bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat bakteri E. coli.
  • Daftar obat yang Anda gunakan.

Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter dapat menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala akibat bakteri E. coli terjadi?
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Apakah makanan yang Anda konsumsi dimasak dengan matang?

Kesimpulan

Infeksi bakteri E. coli merupakan gangguan yang serius pada tubuh sehingga perlu diwaspadai. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah seperti ini, Anda sebaiknya lakukan cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang bakteri E. coli, Anda dapat tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>