Obat Batuk Ibu Hamil yang Harus Dihindari

Batuk dengan segala macam gejala dan turunannya amat menggangu aktivitas dan kehidupan sehari-hari manusia. Batuk bisa saja disertai dengan pilek, bersin-bersin, hidung tersumbat, dan kepala pening. Apabila batuk dialami ibu hamil, kemungkinan besar akan terasa dua kali lipat dibanding orang biasa. Meski terasa “tersiksa” dan ingin lekas melenyapkan batuk, ibu hamil tak boleh sembarang mengonsumsi obat. Pasalnya obat batuk untuk ibu hamil tidak sama atau tidak bisa disamakan dengan orang yang tidak hamil.

Pasalnya, menurut University of Michigan Health System, sebaiknya ibu hamil menghindari konsumsi obat apa pun dalam 12 minggu pertama kehamilan atau trimester pertama. Sebab, saat itu merupakan saat yang penting untuk perkembangan organ bayi di dalam janin hingga menjadi salah satu masa paling rentan bayi terhadap efek samping obat.

Pasalnya, periode tersebut merupakan masa krusial perkembangan organ vital janin di dalam kandungan. Janin yang dikandung amat bergantung dengan apa yang dikonsumsi ibunya. Janin tak bisa mendapat asupan “asing” atau sembarangan lantaran akan mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangannya.

Selain itu, menurut pakar kandungan di Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo, dr Gita Pratama, SpOG, sebenarnya tidak ada obat batuk yang aman untuk ibu hamil. Terlebih lagi obat batuk yang dijual bebas di pasaran dan mudah kita dapatkan.

Obat-obatan flu dan batuk yang dijual bebas mengandung sedikitnya enam jenis zat kimia untuk mengatasi berbagai gejala influenza, misalnya batuk, pilek, atau sakit kepala.

Penggunaan obat sembarangan bisa menyebabkan kelahiran prematur pada bayi atau yang terparah adalah risiko keguguran. Maka dari itu, sebisa mungkin ibu hamil perlu membatasi pengunaan obat-obatan.

Berdasarkan penjelasan di atas, kira-kira inilah beberapa daftar zat di dalam obat batuk ibu hamil yang harus dihindari lantaran kandungannya bisa berdampak negatif pada kondisi kesehatan janin:

  • Kodein

Obat yang termasuk ke dalam golongan opioid ini dapat mengakibatkan ketergantungan pada bayi ketika lahir jika diberikan di dalam kandungan. Jika kodein digunakan sebagai obat batuk untuk ibu hamil bisa mengakibatkan bayi yang baru lahir mengalami masalah pernapasan.

  • Alkohol

Apabila obat batuk untuk ibu hamil mengandung kadar alkohol tinggi, maka obat tersebut dapat menyebabkan kecacatan pada bayi.

  • Iodide

Calcium iodide daniodinated glycerol sebaiknya tidak dikonsumsi sebagai obat batuk untuk ibu hamil. Iodide dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar tiroid pada janin dan kerusakan pada saluran pernapasan bayi apabila dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

Selain tiga di antas, obat-obatan dalam jenis-jenis ini pun dinilai tidak aman untuk kesehatan janin di dalam kandungan:

  • Aspirin
  • Ibuprofen
  • Naproxen
  • Kodein
  • Bactrim

Penggunaan obat batuk memang tak langsung memberikan dampak negatif bagi janin. Namun, efek sampingnya akan terasa jika ibu terus mengakumulasi zat-zat itu dengan penggunaan obat batuk dalam jangka waktu yang lama dengan dosis yang tinggi.

Jika memang terpaksa harus meminum obat, pastikan ibu hamil berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan atau tenaga ahli lainnya. Dengan begitu, setidaknya mereka dapat memilihkan obat batuk ibu hamil yang sesuai dengan kondisi kandungan untuk meminimalisir risiko.

Selain itu, penting juga untuk mengonsumsi obat batuk untuk ibu hamil sesuai dosis yang dianjurkan. Bicarakan dengan dokter atau apoteker tentang obat yang sedang Anda minum sebelum kehamilan. Dokter akan memberi tahu apakah Anda masih tetap aman untuk mengonsumsi obat batuk untuk ibu hamil dan jika tidak, dokter akan menganjurkan alternatif lain.

Selain itu, daripada ibu hamil harus mengonsumsi obat untuk meredakan batuk, sebaiknya upayakan jalan preventif untuk mencegah terjadinya batuk lewat menghindari penyebabnya. Menjaga pola hidup dan lingkungan yang sehat adalah salah satu jalan terbaik untuk mencegah batuk.

Lebih lanjut, daripada mengonsumsi obat batuk ibu hamil, batuk yang diderita sebenarnya dapat diatasi dengan beragam bahan-bahan alami yang jelas-jelas aman. Ibu hamil dapat mengonsumsi banyak air putih, misalnya, atau mengonsumsi jahe, kunyit, lemon, madu, dan lain sebagainya. Ohya, kualitas dan kuantitas istirahat pun efektif untuk meredakan batuk, lho!

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>