Perilaku Impulsif

Setiap orang memiliki perilaku yang berbeda. Sebagian orang memiliki perilaku yang teratur, namun sebagian juga memiliki perilaku impulsif. Perilaku impulsif adalah suatu kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu tanpa memikirkan konsekuensi yang mungkin akan terjadi. Perilaku impulsif juga merupakan suatu kebiasaan dimana seseorang akan mengalami kecanduan.

Perbedaan Antara Perilaku Impulsif dan Perilaku Kompulsif

Perilaku impulsif dan kompulsif sering dianggap hal yang sama oleh orang lain, namun kedua jenis perilaku tersebut merupakan hal yang berbeda. Perbedaan antara kedua jenis perilaku tersebut adalah orang-orang yang memiliki perilaku impulsif akan bertindak sesuatu tanpa mengakui bahwa perilaku itu tidak normal. Sementara perilaku kompulsif menunjukkan bahwa seseorang menyadari bahwa perilaku yang dilakukan adalah hal yang tidak normal, namun tidak bisa menghentikannya.

Apa Yang Terjadi Jika Seseorang Mengalami Perilaku Impulsif?

Orang-orang yang memiliki perilaku impulsif digambarkan sebagai orang yang tidak dapat diprediksi, ceroboh, agresif, mudah terganggu, dan cenderung mengganggu orang lain. Contoh perilaku impulsif yang sering terjadi adalah ketika orang mengendarai kendaraan dan berpindah jalur tanpa memperhatikan kendaraan lain di belakangnya.

Jika seseorang mengalami perilaku impulsif, mereka juga kemungkinan akan menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut:

  • Mengeluarkan emosi secara berlebihan.
  • Terlalu banyak meminta maaf.
  • Cenderung mengubah rencana yang dibuat.
  • Tidak bisa menerima kritik.
  • Menyakiti diri sendiri.
  • Mengancam menyakiti orang lain.
  • Merusak benda-benda di sekitarnya.

Seseorang yang mengalami perilaku impulsif dimana mereka dapat menunjukkan tanda-tanda yang disebutkan di atas, jika hanya terjadi sekali, maka hal tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, jika seseorang mengalami perilaku impulsif yang terjadi berkali-kali, maka mereka perlu waspada.

Penyebab Perilaku Impulsif

Orang-orang yang mengalami perilaku impulsif bisa terjadi karena otaknya masih dalam tahap perkembangan. Masalah ini berhubungan dengan bagian otak hippocampus dan hipotalamus.

Hippocampus berperan aktif dalam kemampuan daya ingat, pembelajaran, dan emosi. Hipotalamus berperan dalam mengatur perilaku dan suasana hati manusia. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa jika lalu lintas antara hipotalamus lateral dan hippocampus ventral pada otak tikus ditingkatkan atau diturunkan, maka akan menunjukkan perilaku impulsif. Akan tetapi, pada sebagian kasus, perilaku impulsif juga menunjukkan kondisi sebagai berikut:

  • Gangguan pemusatan perhatian (ADHD)

Orang-orang yang mengalami gangguan pemusatan perhatian cenderung menunjukkan perilaku impulsif yang dapat mengganggu orang lain ketika menunggu giliran untuk berbicara.

  • Gangguan bipolar

Gangguan bipolar mempengaruhi suasana hati, tingkat energi, dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Gangguan bipolar menunjukkan perilaku impulsif seseorang dimana kebiasaan yang dialami akan menjadi suatu kecanduan.

  • Gangguan kepribadian antisosial

Gangguan kepribadian antisosial menunjukkan seseorang untuk tidak memperhatikan mana yang benar atau salah, serta memperlakukan orang lain dengan buruk tanpa melihat konsekuensi yang dialami.

Cara Mengatasi Perilaku Impulsif

Jika Anda mengalami perilaku impulsif, maka akan dirawat sesuai penyebabnya. Salah satu pendekatan yang secara umum dilakukan adalah melakukan analisis perilaku terapan dimana Anda akan belajar menangani atau mengendalikan situasi yang dapat memicu perilaku impulsif Anda.

Selain itu, untuk mengatasi masalah ini, psikiater mungkin akan memberikan obat-obatan tertentu seperti obat antidepresan untuk meringankan masalah yang Anda alami. Jika Anda mengalami perilaku impulsif yang disebabkan oleh ADHD, maka Anda dapat menggunakan obat amfetamin, dextroamfetamin, dan obat non-stimulan.

Cara lain yang dapat Anda lakukan adalah berlatih mengalihkan diri dari hal-hal yang dapat memicu perilaku impulsif. Contohnya, Anda dapat mencoret-coret di kertas kosong untuk membantu menahan perilaku impulsif.

Menjaga perilaku itu hal yang penting, terutama jika masalah yang Anda hadapi adalah perilaku impulsif. Jika Anda tidak dapat mengendalikan perilaku impulsif, maka Anda dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>