kanker tagged posts

Bahaya Formalin Yang Mungkin Terdapat Dalam Produk Rumahan

Dalam Bahasa Inggris, formalin disebut formaldehyde

Formalin, seperti pestisida, adalah karsinogen yang dikenal dan dianggap sebagai sensitizer universal oleh CDC (Center for Disease Control), yang merupakan bahan kimia yang dapat membuat seseorang sensitif terhadap semua bahan kimia berbahaya jika terdapat paparan yang cukup besar.

Formalin berasal dari formalinehyde, senyawa kimia sederhana yang terbuat dari hidrogen, oksigen, dan karbon. Semua bentuk kehidupan, baik bakteri, tanaman, ikan, hewan dan manusia secara alami menghasilkan formaldehida sebagai bagian dari metabolisme sel. Formaldehida lebih dikenal karena sifat pengawet dan anti-bakteri yang dimilikinya, tetapi bahan kimia berbasis formalin ternyata digunakan untuk membuat berbagai produk yang mungkin terdapat di sekitar Anda. Tidak heran, jika bahaya formalin terus mengintai kehidupan sehari-hari manusia.

Sebenarnya, kebanyakan orang terpapar formalin pada beberapa titik dalam kehidupan. Menurut National Cancer Institute, formalin terdapat di lingkungan tempat kita tinggal bahkan beraktivitas, karena formalin ditemukan dalam rokok, bahan bangunan tertentu, produk pembersih industri, dan beberapa produk kecantikan.

Formaldehyde adalah pengawet yang bagus untuk digunakan, oleh sebab itu formalin (bentuk cair formaldehyde) digunakan untuk mengawetkan mayat yang digunakan dalam kursus anatomi. Demikian pula, dalam membuat pembersih atau pelembab atau produk kecantikan. Formalin sendiri pertama kali dimasukkan ke dalam produk kosmetik untuk menjaga agar produk tidak rusak dari infeksi bakteri atau jamur dan memperpanjang usia simpan produk tersebut. Pada dasarnya formalin adalah zat yang melepaskan formaldehyde dari waktu ke waktu untuk menjaga produk tetap segar.

Lalu kenapa formalin termasuk bahan yang berbahaya? Formaldehyde bahan kimia yg terdapat di dalam formalin adalah bahan kimia penyebab kanker. Tidak hanya itu, paparan uap formaldehyde juga dapat menghasilkan berbagai gejala jangka pendek seperti sakit kepala, gatal dan atau mata serta hidung terbakar, asma, kesulitan pernapasan, depresi, insomnia, kebingungan mental, epistaksis (perdarahan hidung), ruam, sendi rasa sakit, disorientasi, kelelahan, radang tenggorokan atau suara serak, mual dan muntah.

Karena terdapat banyak hasil penelitian mengenai bahayanya formalin, sudah banyak produk yang pernah memakai formalin sebagai pengawet telah berhenti melakukannya. Namun sayangnya, masih banyak produsen yang masih menggunakan formalin untuk  mengawetkan produk mereka. Berikut beberapa produk yang mungkin masih menggunakan formalin:

  • Detergen
  • Cat kuku dan penghapus cat kuku
  • Pengharum ruangan
  • Rokok
  • Furniture 
  • Pelurus rambut berbahan kimia atau produk perawatan rambut lainnya
  • Sabun mandi
  • Produk-produk hewan peliharaan 
  • Pasta gigi dan produk perawatan gigi yang mengandung formaldehyde

Setiap produk memiliki bahan dan jenis yang berbeda, sehingga tidak semua produk di atas diproduksi menggunakan formalin. Anda dapat membuat perbedaan dalam kesehatan Anda dengan mengurangi produk-produk yang mengandung formalin di rumah Anda dengan membaca dan melihat label produk sebelum membelinya. 

Periksa produk favorit Anda untuk bahan-bahan yang mengandung dan atau melepaskan formaldehyde, seperti DMDM hydantoin, imidazolidinyl urea, diazolidinyl urea, quaternium 15, bronopol, 5-bromo-5-nitro-1,3 dioxane, and hydroxymethylglycinate. Setiap bahan kimia beracun yang Anda kurangi membantu menciptakan tempat yang aman bagi Anda dan keluarga.

Meskipun kadar formalin dalam produk-produk diatas sedikit dan mungkin tidak membahayakan, Anda disarankan untuk mengurangi penggunaannya. Karena Anda terpapar produk yang mengandung formalin hampir setiap hari dan seiring berjalannya waktu, produk ini dapat menumpuk di jaringan lemak dan berpotensi menciptakan masalah kesehatan yang serius.

Read More