pendarahan subkonjungtiva tagged posts

Tanda Merah di Mata? Pendarahan Subkonjungtiva atau Hyphema?

Pernahkan Anda melihat ada tanda merah di mata yang terlihat mengkhawatirkan? Ada kemungkinan itu adalah pendarahan dimana pembuluh darah di bawah permukaan mata rusak atau pecah. Meskipun di sebut pendarahan, Anda tidak akan melihat ada darah keluar dari mata. Ada tiga jenis pendarahan mata, pendarahan subkonjungtiva, hyphema, dan jenis pendarahan lebih dalam. Pendarahan mata umumnya merupakan kondisi yang tidak berbahaya. Namun, tergantung letak atau lokasi pendarahan tersebut, dalam beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi kesehatan apabila tidak diobati dengan baik. Konsultasi dengan dokter apabila Anda mencurigai adanya pendarahan mata.

Jenis-jenis pendarahan mata

Ada tiga jenis pendarahan mata yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Pendarahan subkonjungtiva

Permukaan luar mata yang bening disebut konjungtiva. Bagian ini menutupi bagian putih mata Anda. Konjungtiva memiliki pembuluh darah kecil yang rentan dan tidak terlihat. Pendarahan subkonjungtiva terjadi ketika pembuluh darah bocor di bawah konjungtiva. Saat hal ini terjadi, darah terjebak di pembuluh darah atau di antara konjungtiva dan bagian putih mata Anda.

Pendarahan mata membuat pembuluh darah terlihat dan menyebabkan adanya noda merah di mata. Pendarahan mata jenis ini umum terjadi dan biasanya tidak akan menyebabkan rasa sakit ataupun mengganggu kemampuan penglihata. Dalam kasus pendarahan subkonjungtiva, Anda tidak membutuhkan perawatan medis tertentu karena kondisi ini tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu.

  • Hyphema

Hyphema adalah pendarahan yang terjadi pada iris dan pupil. Bagian ini merupakan bagian bulat berwarna dan bagian hitam yang ada pada mata. Hal ini terjadi ketika darah menumpuk di antara iris dan pupil dan kornea. Kornea adalah kubah bening yang menutupi mata yang memiliki bentuk seperti lensa kontak. Hyphema biasanya terjadi ketika ada kerusakan atau robekan pada iris atau pupil.

Pendarahan mata jenis ini lebih jarang terjadi dibandingkan dengan penderahan subkonjungtiva, dan dapat memengaruhi penglihatan Anda. Hyphema dapat menutupi pandangan sebagian atau bahkan sepenuhnya. Apabila dibiarkan dan tidak dirawat, cidera mata jenis ini dapat menyebabkan kebutaan permanen. Perbedaan utama antara hyphema dan pendarahan subkonjungtiva adalah hyphema menyebabkan rasa sakit.

  • Jenis pendarahan lebih dalam

Pendarahan lebih dalam atau berada di belakang mata biasanya tidak terlihat di permuakaan. Namun, hal ini terkadang dapat membuat mata memerah. Kerusakan atau kebocoran pembuluh darah dan komplikasi lain dapat menyebabkan pendarahan di dalam bola mata. Jenis pendarahan mata dalam contohnya adalah pendarahan vitreous (pada cairan mata), pendarahan subretinal (di bawah retina), dan pendarahan submacular (di bawah makula, yang mana merupakan bagian retina).

Penyebab pendarahan mata

Anda bisa mendapatkan pendarahan subkonjungtiva tanpa tahu sebabnya. Penyebab pendarahan ini biasanya tidak diketahui. Namun, umumnya, disebabkan oleh cidera pada pembuluh mata rapuh akibat batuk, bersin, muntah, mengangkat benda yang berat, memiliki tekanan darah tinggi, memakai lensa kontak, dan memiliki reaksi alergi. Sebuah tinjauan medis menyatakan bahwa bayi dan anak-anak yang menderita asma dan batuk memiliki risiko tinggi menderita pendarahan subkonjungtiva.

Sementara itu, kasus hyphema lebih jarang ditemukan dibandingkan dengan pendarahan subkonjungtiva. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pukulan atau cidera pada mata yang disebabkan karena terjatuh, menggaruk mata, atau terkena benda keras seperti bola. Beberapa penyebab hyphema lain adalah infeksi mata (terutama dari virus herpes), gangguan penggumpalan darah, pembuluh darah tidak normal di iris, komplikasi pasca operasi, dan kanker mata.

Read More