whiplash tagged posts

Whiplash: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Whiplash atau cedera lecutan merupakan cedera yang menyebabkan gerakan maju dan mundur pada leher dengan cepat, kuat, dan tidak terkendali. Umumnya, cedera ini terjadi akibat kecelakan kendaraan bermotor. Cedera lecutan tidak mengancam jiwa, tetapi bisa menyebabkan cacat parsial dalam jangka waktu yang lama jika tidak segera ditangani. Bahkan, biaya medis untuk menangani kasus ini pun tidak sedikit.

Whiplash bisa bersifat kronis, artinya gejala bisa saja tidak langsung muncul setelah Anda pulih dari perawatan. Namun, dapat muncul dalam beberapa waktu setelah Anda keluar dari rumah sakit. Oleh sebab itu, penting sekali untuk memastikan pasca pengobatan kecelakaan, kondisi tubuh Anda sudah membaik atau belum secara fisik dan mental.

Penyebab whiplash.

Umumnya, whiplash disebabkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor. Saat kecelakaan terjadi,  orang berada di dalam mobil yang tidak bergerak, lalu ditabrak oleh kendaraan lain dari arah belakang.

Adanya tumbukan dari belakang ini menyebabkan kepala dan leher dipaksa mundur (hiperekstensi) ketika tubuh terdorong ke depan, sehingga kepala dan leher yang tidak terkendali jatuh ke belakang. Setelah beberapa saat, kepala dan leher bergerak maju ke depan (hiperfleksi). Gerakan tumbukan tersebut dapat melukai bagian tulang belakang, cakram di antara tulang, ligamen, otot, saraf, dan jaringan leher lainnya.

Penyebab cedera lecutan leher lainnya adalah serangan fisik dan cedera olahraga, seperti football tackles dan tabrakan saat berolahraga. Selain itu, cedera saat menunggang kuda, terjatuh dengan posisi kepala tersentak ke belakang, dan kecelakaan bersepeda juga dapat menyebabkan whiplash.

Gejala whiplash.

Biasanya, gejala whiplash akan muncul dalam waktu 24 jam setelah kecelakaan terjadi. Namun, bisa juga gejala berkembang beberapa hari bahkan beberapa minggu setelahnya. Gejala yang sering terjadi pada orang yang mengalami cedera lecutan adalah sebagai berikut.

  • Pusing.
  • Sakit punggung.
  • Tubuh kelelahan.
  • Sakit dan kaku pada bagian leher dan bahu.
  • Sakit kepala, terutama di bagian pangkal tengkorak.
  • Kelelahan di bagian lengan hingga mati rasa.

Dalam kasus yang lebih parah, whiplash dapat menyebabkan seseorang mengalami:

  • Stres dan depresi.
  • Cepat marah.
  • Gangguan tidur atau insomnia.
  • Gangguan penglihatan.
  • Dering di telinga (tinnitus).
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Daya ingat menurun.

Diagnosis medis terkait whiplash.

Dalam kasus yang ringan, whiplash dapat diobati dengan obat bebas dan penggunaan es di bagian leher selama beberapa menit. Namun, jika kondisi cedera sudah semakin parah, maka segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan rontgen untuk memastikan cedera yang sedang terjadi.

Jika hasil rontgen normal, tetapi Anda masih mengalami nyeri leher, Anda akan diminta kembali lagi seminggu kemudian. Dokter akan melakukan rontgen lagi untuk melihat apakah ada perubahan. Jika masih khawatir tentang cedera pada jaringan lunak di sekitar leher, tes lain berupa CT scan dan MRI mungkin akan dilakukan. Ini bertujuan menilai tingkat kerusakan atau peradangan pada jaringan lunak, sumsum tulang belakang, dan saraf.

Cara mengatasi whiplash.

Umumnya, perawatan cedera whiplash tidaklah rumit. Dokter akan memberikan Anda obat penghilang rasa sakit, seperti tylenol atau aspirin. Tingkat cedera yang lebih parah akan diberikan obat relaksan untuk mengurangi kejang otot.

Selain obat-obatan, penyembuhan whiplash juga dilakukan dengan terapi fisik, seperti:

  • Kompres dengan es atau air hangat ke area yang cedera.
  • Melakukan latihan sederhana untuk membangun kekuatan dan kelenturan di bagian leher.
  • Menggunakan kerah busa untuk menjaga leher Anda tetap stabil. Sebaiknya, kerah busa tidak digunakan setelah lebih dari tiga jam dan hanya boleh digunakan beberapa hari pertama saja.

Jika Anda berada dalam kondisi pasca kecelakaan tertentu, pastikan seluruh bagian dalam tubuh diperiksa dengan baik. Semakin cepat whiplash terdeteksi, maka semakin mudah untuk ditangani. Cedera lecutan yang dibiarkan akan menyebabkan Anda mengalami ketidaknyamanan, ketergantungan pada obat, dan biaya pengobatan yang lebih besar. Segera periksakan ke rumah sakit terdekat jika gejala yang muncul semakin parah.

Read More